Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tebing Breksi Penuh Kenangan

Tebing Breksi Penuh Kenangan

Minggu, 12 Juni 2022

TAGUR-365 (25)

Lomba Menulis MediaGuru Bulan Juni

***

Tebing Breksi Penuh Kenangan

Karya : Sutarti

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk membuat hatinya nyaman. Melepaskan kepenatan dari rutinitas pekerjaan yang ada. Setiap hari bekerja, raga pasti lelah dan jiwa ini butuh suasana baru. Tak bisa dibohongi, tubuh dan hati ini cukup lesu. Butuh waktu dimana benar-benar bisa mengembalikan raga dan semangat itu kembali dengan sempurna. Hidup di dunia ini harus seimbang antara bekerja, olahraga, dan menyenangkan diri. Salah satu caranya adalah healing. Kata tersebut begitu viral sekarang, biasa digunakan oleh orang-orang untuk menunjukkan kenyamanan hati mereka yaitu piknik alias karyawisata.

Bercerita tentang healing, beberapa hari yang lalu sempat ada pengalaman yang luar biasa ketika berkunjung ke Tebing Breksi. Lokasi wisata yang ada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah tebing yang sempat membuat saya penasaran dan ingin sekali melihatnya. Begitu terkenal karena keindangan tebing yang diukir sedemikian rupa.

Berawal ketika hendak pulang dari Candi Prambanan. Tempat wisata yang memang menjadi tujuan utama kami. Ada beberapa orang yang mungkin tim dari tempat wisata tersebut menawarkan jasa untuk ke Tebing Breksi dengan biaya Rp 450.000,00 per jeep. Kata mereka bisa diisi untuk 6 orang. Entah kebetulan atau memang sengaja, saat itu kami memang berenam. Penasaran kok mahal sekali?. Kami tidak menerima tawaran tersebut. Namun, ketika sampai di tempat parkir berpikir ulang. Akhirnya dengan modal motor dan nekat memutuskan untuk pergi ke sana.

Sepanjang perjalanan menuju ke Tebing Breksi ditemani hujan deras. Terlihat jalan beraspal yang sepi karena cuaca. Keadaan jalan yang menanjak tak menyurutkan kami untuk tetap menuju ke sana. Berbekal motor yang sebelumnya diservis kami berani menuju ke sana. Banyak petunjuk arah yang dipasang untuk bisa sampai ke tempat wisata tersebut. Pastinya supaya pengunjung tidak tersesat dan aman. Ternyata banyak sekali tempat healing di sekitar daerah tersebut. Berbekal google map akhirnya sampai juga dengan selamat.

Masih dalam kondisi hujan rintik-rintik, mendekati loket untuk membayar tiket masuk dan parkir. Sapaan dan senyuman dari petugas membuat hangatnya suasana. Hati seperti tersiram oleh teh manis yang banyak gula. Mereka manis sekali, melayani dengan baik walaupun dalam kondisi hujan. Sempat terkejut di sana, dua motor dan enam orang hanya mengeluarkan Rp 44.000,00 bisa dapat tiket masuk dan parkir. Langsung teringat sesuatu dan secara spontan mencari tahu. Semua tentang mahalnya sewa jeep. Ternyata itu harga paket ke tempat wisata. Dengan harga Rp 450.000,00 bisa sampai ke Candi Ratu Boko dan Tebing Breksi sudah termasuk tiket masuknya. semakin paham dan tidak penasaran lagi.

Tiket masuk sudah ada di tangan. Kini saatnya sepeda motor kami parkirkan sesuai tempatnya. Masih dalam kondisi hujan akhirnya kami sepakat untuk tidak melepas jas hujan. Berjalan perlahan menuju tempat wisata yang sedang ramai diperbincangkan itu. Dari kejauhan sudah terlihat tulisan Tebing Breksi. Mendekat dan merapat, tak lupa melakukan foto bersama di antara guyuran hujan.

Hujan membuat kami harus lebih berhati-hati. Apalagi waktu itu kami membawa anak-anak yang masih usia TK dan SD. Tidak seperti ketika cuaca cerah, bisa lari-lari dan ambil gambar sebanyak mungkin. Sebelum berjalan dan menikmati wisata di sana, sejenak melihat kondisi sekeliling ternyata ada tangganya. Sebelum menaikinya, memastikan terlebih dahulu apakah tangga tersebut licin atau tidak. Ternya aman dan kami mulai naik ke Taman Tebing Breksi. Setelah berjuang sekuat tenaga, akhirnya sampai juga di puncak.

Masih dalam kondisi guyuran hujan. Menikmati keindahan taman dari atas sambil melepas lelah. Tebing Breksi memang terkenal dengan batu ukirannya yang berbentuk ular. Akan kelihatan jelas ketika cuaca cerah. Namun, kali ini tak sempat melihat ukiran-ukiran yang indah tersebut. Jika kelamaan takut dingin juga karena membawa anak kecil, akhirnya setelah puas di atas kami segera turun.

Merasa senang dan tidak penasaran lagi dengan tempat wisata tersebut. Jika ditanya tentang puas dan tidak. Sejatinya kami belum puas berada di sana. Hujan membuat kami hanya singgah sebentar saja. Tebing Breksi penuh kenangan, jika ingat hujan pasti ingat tentangnya.

Profil Penulis

Sutarti, S.Pd.SD, Lahir di Grobogan dan saat ini mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo, Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Penulis telah menghasilkan buku karya mandiri dan antologi. Saat ini menjadi pengurus aktif di Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG). Sebuah organisasi yang membersamai para penulis di Kabupaten Grobogan untuk menghasilkan karya.

Penulis bisa dihubungi WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post