Mercusuar yang Terburu Lahir ( 1.725)T.126
*"Mercusuar yang Terburu Lahir"*(1.725)T.226
Karya: Tin Faza
Pernah, suatu masa, aku mengulurkan tangan pada seorang yang baru menapaki dermaga kata.
Kukenalinya pada aroma pena yang masih muda, kertasnya masih rapuh, dan mimpinya masih malu-malu.
Aku ajak ia berlayar di lautan aksara—mengenal ombak, angin, dan pelabuhan yang setia menunggu.
Namun, di tengah pelayaran, ia tak sabar menanti musim.
Ia membangun mercusuar yang menjulang sebelum pondasinya mengeras.
Lampu sorotnya menyala terang, seolah hendak mengabarkan pada dunia bahwa ia sudah tiba di puncak.
Orang-orang pun bertepuk tangan, meski ombak di bawahnya belum ia taklukkan.
Aku tersenyum. Sebab, dalam hati, aku tahu:
Pelaut sejati belajar dari badai, bukan sekadar dari pujian penonton di tepi pantai.
Menjadi mercusuar bukan perkara berapa cepat berdiri,
tapi seberapa lama sang cahaya sanggup setia menuntun kapal yang tersesat.
Sebab, dalam dunia kata, nama akan datang seperti pelangi—
tak perlu dipaksa hadir sebelum hujan reda.
Kota Delta, 12 Agustus 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan