Pejuang Untuk yang Terbully (1.731) T.232
Pejuang Untuk yang Terbully ( part1)(1.731)T.232
Karya: Tin Faza
Suatu hari Hasna, sangat bahagia dimanapun ia didinaskan menjadi kepala sekolah, yang terpenting dapat melanjutkan perjalanan dinas berpindah dari SD lama dan menjabat dari guru menjadi kepala sekolah, tujuan untuk meningkatkan karier.
Pikiran Hasnah menjadi kepala sekolah berubah tugas dan mungkin lebih enak dikemudian hari. Hasnah berkonsultasi kepada pengawas agar kiranya dapat ditempatkan lebih dekat daripada SD asal. Pengawas berkata tidak perlu khawatir Bu Hasnah , pasti lebih dekat dengan rumah panjenengan,
Insya Alloh, itu jawab ibu pengawas. Memang wacananya kepala sekolah yang baru terangkat semua di SD pinggiran dan yang kecil jumlah siswa atau rombel nya.
Bergembiralah Bu Hasna hari itu mendadak ada berita dipanggil di aula SMPN kota untuk menghadiri acara penyerahan SK yang baru secara simbolik. Baru diterimakan SK yang sesungguhnya di kecamatan disaksikan oleh Bpak Kabid PTK dan Pengawas Korwil.
Hasnah bersyukur usai dilihat SK yang diterima sesuai harapan hatinya SD yang dia pimpin nanti SD kecil , siswa sedikit ,dan dekat dengan rumah tetapi masih satu kecamatan dengan mengajarnya dahulu.
Hasnah berfikir Alhamdulillah, karena baru - baru ini saja Hasnah dapat naik sepeda motor mungkin masih berjalan 6 bulan sampai 1 tahun. Dulu Hasnah sejak menjadi guru tak pernah bersepeda motor ke kota atau tempat dinas , hanya andalkan Angkot dan gojek saat berdinas selama 23 tahun.
Sekarang sejak menjadi KS , Hasnah sudah mahir bersepeda ke kota, walau awal - awal bersepeda ke kota sering jatuh hampir 5x jatuh ,untung tidak fatal.
Kini Hasnah untuk keperluan dinas baik rapat ke Diknas, dengan K3S dan pengawas , sudah lancar, tidak menggantungkan orang lain baik mengantar ataupun menjemputnya.
Malam usai menerima SK menjadi KS ,Hasnah masih ingat , malam itu ,teman akrab lama Hasnah telpon, ucapkan selamat. Tapi yang membuat Hasnah awal berdinas menjadi ciut. Hasnah tidak mempertimbangkan jika berdinas di suatu lembaga sebagai pimpinan, pasti ada.persaingan di sekitar lembaganya.
Pertimbangan Hasnah SD Hasnah sekarang lebih dekat , daripada SD Hasnah jadi guru kemarin jarak dari rumah Hasnah.
, pertimbangan Hasnah juga kenal salah satu guru yang Hasnah pimpin, mungkin
dapat sebagai modal untuk menggerakkan SD lebih maju lagi.
Telpon dari sahabat Hasnah selalu terngiang dan selalu teringat dalam tidur. Teman Hasnah adalah KS Mts. Swasta , Mtsnya sedesa dengan SD Hasnah . Siswanya Mts yang dipimpin Teman Hasnah sudah 750-800 siswa gedungnya berlantai 3.
Ia memberikan info dan sekalian mengajak Hasnah berhati- hati dalam berdinas dan persaingan lembaga.
Bu Hasnah tahukah ibu, ibu Hasnah memimpin Lembaga SD, sedesa itu ada 2 lembaga setingkat SD baru dan lama. Yang baru nanti lembaga SD swasta berbasis IT dan yang lama ,lembaga Madrasah ibtidaiyah ( MI) yang didukung bapak kepala desa.
Wejangan teman KS Mts itu wanti - wanti agar Bu Hasnah lebih berhati - hati memimpin SD yang dipimpin nanti, bergerak mencari murid saat pasti bersaing Bu ?". "Bu Hasnah harus menjadikan SD Bu Hasnah yang mempunyai branding tersendiri, ucap teman Bu Hasnah lebih lanjut.
Bu Hasnah berfikir benar juga, awal berkarier menjadi KS tidak seperti membalikkan telapak tangan tetapi perjuangan harus dimulai dari titik nol lagi.
(Bersambung)
Kota Delta, 18 Agustus 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan