Mendung Pagi (1.814)T.315
Mendung Pagi (1.814)T.315
Karya : Tin Faza
Mendung sejak pagi menggelayut di langit
Pagi kelabu, hawa dingin
Mentari enggan menyeruak
Bersembunyi di gelap mendung.
//
Hati teriris menyimpan luka
Derai air mata tak terasa keluar
Memandang mendung pagi
Seiring perih luka rindu.
//
Tak ada nyanyian syair rindu
Hanya rindu sumbang menyeringai
Semakin siang sinar mentari tak menyapa
Seakan kelam, sekelam hati.
//
Secangkir kopi panas diteguk
Hangat raga lupakan rindu
Bait - bait rindu masih terngiang di telinga
Suara cericit burung terbang terdengar.
//
Menyapa pagi seakan tak ada harapan
Pelangi rindu semakin hilang
Bersama pekat mendung
Tinggal menunggu segar raga, hujan deras mengguyur.
Kota Delta , 9 Nov 25.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan