Titin Kusminarsih

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ambisi yang kepeleset Cermin (1.851)T.352

Ambisi yang Kepeleset Cermin (1.851)T.352

Karya: Tin Faza

Ada langkah-langkah yang ingin melesat

secepat kilat menembus langit,

bahkan sebelum tanah menyentuh jejak

atau pengalaman sempat bertanya:

“Sudahkah kau belajar berjalan?”

//

Ada ambisi yang gemetar,

seperti roket kardus yang memaksa terbang,

menendang kanan-kiri,

menabur drama di setiap tikungan waktu—

seolah dunia adalah panggung

dan ia pemeran utama tanpa latihan.

//

Lalu terdengarlah bisikan besar:

“Lihat aku!

Aku luar biasa!”

Kalimat itu bergaung keras

namun sayang,

gaungnya hanya memantul pada dinding ego

dan jatuh kembali—

lebih sunyi dari detak jam rusak.

//

Semut-semut kecil pun tertawa pelan,

bukan menghina,

tapi heran:

“Mengapa manusia suka berlari

sementara pijakan belum kuat?”

Ia hanya menggeleng—

mungkin karena tahu,

puncak bukan soal cepat,

tapi soal layak.

//

Ah… validasi.

Sebuah candu yang tampak berkilau,

namun hambar ketika akhirnya ditelan.

Kau mencari tepuk tangan,

atau dirimu sendiri yang hilang

di balik topeng ambisi?

//

Maka berjalanlah perlahan,

di rel yang sabar,

dengan langkah yang tahu arah.

Karena pelangi tak pernah lahir

dari badai yang memaksa,

melainkan dari hujan yang rela

dan cahaya yang tiba pada waktunya.

Kota Delta, 17 Des 2025.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post