Kok Gelap Pawonnya, Mbak ? (1.882)T.18
Kok Gelapnya Pawonnya , Mbak ? ( 1.882)T. 18
Karya: Tin Faza
Perjalanan ke Jogja dari kota Sidoarjo tiba di lokasi, saat acara purna tugas dan pisah kenang 4 Kepala Sekolah di Kecamatan Candi. Perjalanan diawali ke UMKM di Kecamatan Borobudur. Kita harus naik Jeep kecil yang rendah dengan bukaan atas yang bisa dibuka , atau di tutup saat hujan .
Semua peserta wajib memakai properti baik topi indah lebar , kaca mata hitam atau coklat yang dapat dibeli sebelum naik Jeep . Sopir Jeep sediakan topi petani dari sesek. Tujuannya untuk action saat berfoto ria di atas Jeep nanti dan diambil video.
Awal tiba di UMKM pembuatan rengginang secara tradisional . Kami masuk di rumah yang di setting rumah khas Jogja dengan pintu masuk joglo , dinding dari anyaman bambu yang di pernis, kursi - kursi duduk sangat kuno sangat bagus untuk spot foto . Saat masuk ruang tamu ada display rengginang raksasa yang diawetkan , yang menunjukkan disitu produksi aneka macam rengginang. Kami masuk dipersilahkan minum teh panas dengan cangkir - cangkir seng jaman dulu dan duduk di kursi - kursi tamu yang tersedia banyak. Di meja di suguhi aneka macam rengginang , ada rengginang bulat- bulat kecil rasa terasi ada seperti Alen- Alen bahan dasar ketan rasa udang . Dan. Dijual beberapa aneka kerupuk dari singkong berasa seperti blinjo manis serta carang mas bulat - bulat juga. Di sana ada outlet untuk penjualan kering di atas. Teman-teman KS semua beli oleh - oleh. Oh ya lupa di depan outlet , ditengah - tengah ruang tamu ada beberapa pegawai UMKM , orang desa situ memperagakan cara membuat rengginang yang di cetak dengan kayu kecil - kecil. Caranya di olesi minyak dulu , satu persatu rengginang dicetak dengan sabar. Teman - teman KS memperhatikan dengan seksama dan tidak lupa abadikan memori saat di UMKM dengan berfoto ria. Baik di sudut- sudut tradisional ruang dan berfoto dengan sang pencetak rengginang yang berjumlah 4 orang.
Saya sendiri berputar - putar di seputar ruang - ruang UMKM incipi teh panas dan jajan kering yang di jual di toples meja tamu. Saya dengan kenakan kacamata hitam. Yang saya beli saat sebelum naik Jeep rendah tadi menuju Pawon (dapur) sangat tradisional, ingatkan saya dapur ibu saya tahun 80-90 , dapur tinggi lebar . Di sanalah proses penggorengan rengginang yang kering yang siap digoreng dan. Dikemas dijual di outlet. Saat akan masuk. Saya celetuk. Loo mbak. Pawonnya kok. Gelap ? Tanya Saya. Teman KS yang melintas sekitar Pawon. Nyeletuk juga la wong kacamata jenengan belum di lepas Bu.. ya Alloh. Oh y lupa. Akhirnya Saya lepas kacamata saya , ternyata Pawon walau sederhana sangat terang, sehingga mbak sang penggoreng rengginang jelas melakukan tugasnya. Saya jadi ikut- ikutan action menggoreng rengginang dan minta di foto teman TU. Korwil . Alhamdulillah hari ini kunjungan pertama di UMKM lancar ,sebelum naik Jeep lagi menuju persawahan seputar kec Borobudur menuju lapangan Alas randu di bawah bukit Meunureh , saya beli rambutan Binjai yang dijual warga kampung yang baru dipetik dari pohonnya. Diatas jeep parkir terdapat pohon rambutan lebat buahnya..senangnya hidup di desa yang dingin, tenang banyak aneka pepohonan buah ada rambutan, durian pepaya, sirsak dan sebagainya. Akhirnya kami bersuka ria lanjutkan perjalanan naik Jeep, setiap jeep berisi 4 peserta tour.
( Memori Jogja , 9-10 Jan 26)
Kota Delta , 18 Jan 26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
