Tukang Gerobak Sampah Halangi Langkah, Terhindarlah dari Maut (1.873)T.8
Tukang Gerobak Sampah Halangi Langkah, Terhindarlah dari Maut (1.873)T.8
Karya: Tin Faza
Hari itu hari Senin , tanggal 5 Januari 2026. Walau hari masuk sekolah usai libur panjang semester 1, harusnya senang tetapi hari pikiran saya ruwet . Hari itu saya harus lari-lari pagi harus tiba di SD kecil dulu karena janji untuk keterlaksaan upacara di SD kecil. Pembina upacara sudah siap, laksanakan upacara dengan baik. Dilanjutkan dengan acara gerak senam ceria dan senam dengan lagu hari baru ciptaan Mendikdasmen .
Saya hampir tak bisa ikut upacara karena tiba - tiba ada wali siswa yang urus mutasi masuk kelas 4, memberi penjelasan dan sebagainya.
Saat senam ceria dapat ikut dampingi siswa dari kelas 1-6. Semua siswa gembira, tetapi saya hati kecil masih banyak yang harus diurus, Hari ini usai di SD kecil sebentar nanti harus sampai koperasi ambil uang pinjaman yang harus di serahkan uang ke bendahara tabungan SD besar, kemudian lanjut. Rapat dewan guru fixkan Arkas , penambahan guru yang membantu mengajar ektra dan semua yang urgent yang harus dibahas. Rapat siang nanti usai siswa pulang sekolah.
Nah sudah dari SD kecil Saya ke SD besar membawa piala , piagam dan 5 dus biolysin untuk 5 siswa pemenang lomba tari di Mall Ramayana .
Setelah itu Saya pamit ke guru - guru untuk urus pinjaman uang 10 juta ke koperasi untuk menggantikan uang bendahara tabungan SD besar , yang saya pinjam untuk lunasi vendor seragam SD kecil . Ke koperasi juga untuk ambil belanja wajib bulan Januari beras dan sabun cuci. Semua itu agar segera selesai urusan karena siang nanti harus rapat di SD. Besar. Hari ini harus selesai rapat, besoknya baru lanjut rapat di SD kecil.
Saat berangkat ke koperasi naik sepeda Saya ambil jalan pintas yang cepet melewati jalan melintasi rel tapi tanpa palang pintu. Palang pintu ada tapi agak Utara lnya yaitu tembus pasar larangan . Kali ini saya lewati rel kereta yang di desa Tenggulunan tepat timur lapangan desa yang jejer dengan SD saya PLT SDN Tenggulunan .
Nah saat itu, tidak tahu sebelum saya melintasi rel, kok saya dihalangi tukang gerobak sampah sambil bawa sampahnya nyebrang jalan ke selatan ke arah tanah kosong , tepat depan saya ,otomatis saya rem sepeda, saya jalan pelan-pelan, sambil ia di tukang sampah bilang. .. awas buk . Ada sepor .
Saat bilang seperti itu saya baru sadar saya teruskan mau menuju rel. Baru saya dengar kan ada suara sirene sepor di palang yang dekat pasar larangan memang berbunyi. Saya kemudian urunkan niat untuk lintasi rel . Sepeda pelan - pelan saya jalan kan mundur . Lebih baik saya lewat paving menuju pasar . Terus belok kiri , nyebrang perum lanjut arah pasar larangan. Saat di paving sebelah rel . Betul adanya kereta minyak yang lewat bergerbong-gerbong melintas dari arah selatan .
Ya Alloh ternyata tukang gerobak sampah itu selamatkan nyawa saya dari maut.
Karena itu di jalan kita harus lebih hati - hati lebih baik memutar jalan yang penting aman, bukan jalan pintas tapi sangat berbahaya. Itulah pengalaman hari itu di saat pikiran ruwet mempengaruhi konsentrasi , Sehingga nyawa bisa terancam . Alhamdulillah ya Alloh melalui tukang gerobak sampah saya diperingatkan untuk hati-hati.
Coretan tgl 5 Jan 26
Kota Delta, 8 Jan 26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan