Ketika Asa Dilangitkan, Dorongan Pudar, H. 2.002, T. 148
Ketika Asa Dilangitkan, Dorongan Pudar, H.2.002, T.148
Karya: Tin Faza
Ketika jejak langkah dikuatkan
Asa selalu dilangitkan tanpa batas
Tiba- tiba dorongan pergi pudar
Terus apa yang dicari, jika hanya cibiran sesakkan dada.
//
Betapa sulit mencari cinta sejati
Semangat yang tulus tanpa pamrih
Tersenyum jika sobatnya tersenyum
Tidak malah dendam jika sobatnya tertawa.
//
Air mata ini tak akan habis
Betapa pilunya diri bersandar pada orang yang salah
Terasa pahit gelombang kehidupan ini
Betapa pahit untuk melesat meroket.
//
Cobaan tak ada habis
Iri dengki mengintai diri
Kemana harus mencari titik terang
Yang tulus tanpa syarat
Jika diri melesat tak ada yang cemburu.
//
Perjalanan masih panjang
Selama jejak ini dapat melangkah
Selama tangan dapat goreskan karya di kanvas
Aku tak akan menyerah
Walau cibiran itu mengintai
Tak akan kembali ke titik Nol.
//
Biarlah waktu yang menjawab
Yang salah kelihatan salah
Yang benar di jalan yang benar
Pelangi akan mengukir kisah kebenaran.
Kota Delta, 30 Mei 26.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan