Haruskah Berhenti Mencoret, H.1.986, T.132
Haruskah Berhenti Mencoret, 1.986,T.132
Karya:Tin Faza
Luka terlalu mencabik-cabik hati
Merajam sukma terlalu perih Haruskah berhenti mencoret karya
Tak lagi dapat merangkai kata.
//
Hanya bias- bias rindu menusuk
Menjadi pernik tak indah lagi
Hanya termangu pandangi langit gelap
Seakan keluh berkata, tangan lunglai.
//
Desir angin malam semakin kencang
Menghempas seluruh harapan indah
Harapan yang dikalungkan setiap waktu
Kini terburai karena luka rindu.
//
Kadang langkah kaki terhenti
Bibir keluh merangkai kata
Tangan lunglai tuk mencoret
Teringat memorika rindu yang kini terhempas.
//
Dermaga harapan selalu memanggil
Masih banyak tangan dingin penolong
Berjalan beriring mencoret karya
Hempaskan patah arang
Tetap peluk senyum indah
Coretan di kanvas tetap terekam
Kota Delta, 14 Mei 26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan