Elegi Tak Pernah Usai, 2.064, T.210
Elegi Tak Pernah Usai, H.2.064,T.210
Karya: Tin Faza
Keramaian menghampiri di sekitar jiwa
Tapi kesedihan merajam hati
Bak elegi tak pernah usai
Harmoni rindu mencarut- marutkan jiwa raga.
//
Kesabaran sudah diuntai
Menyatu dalam waktu yang terus berputar
Tapi memori rindu kini Terus menghantui jiwa tak pernah usai.
//
Mentari pagi bersinar hangat
Berharap hari ini raga ini dihangatkan
Dalam pelukan kehangatan sapaan rindu
Rindu yang bersalung indah.
//
Kujejakkan langkah pagi walau gontai
Tak terasa sesak merancu dada
Tetes air mata mengalir basahi pipi
Rasa di hati tak dapat dibohongi
Walau keramaian menyapa, tapi masih ada titik sedih di rongga dada.
//
Kota Delta, 30 Juli 26.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan