Menatap Hari Sendiri, H. 2.115, T.265
Menatap Hari Sendiri, H.2.115, T. 265
Karya: Tin Faza
Lelah mendekap sunyi sendiri
Raga terasa lunglai tak berdaya
Menatap hari tak berona
Hembusan angin tiada arti.
//
Gelap mata memandang ke depan
Lorong panjang kembali dilalui
Dalam derai air mata
Terasa senyap memeluk hari.
//
Mentari hangat menyapa tersenyum
Tapi duka hati tak dapat hilang
Pernik rindu terus menghantui
Kenangan tak bisa dilupakan.
//
Kini harus berjalan sendiri tanpa rindu
Rasa itu kini membatu
Dawai rindu menjadi sumbang
Hanya amarah membuncah jiwa.
//
Kota Delta, 23 Sept 26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan