Berjalan di Lorong Sepi, H.2.133, T.273
Berjalan di Lorong Sepi, H. 2.133,T.273
Karya: Tin Faza
Mentari menyeruak dari balik bukit
Hangatnya sinarnya menyentuh lembut di kulit
Kehangatan mentari tak sehangat jiwa hadapi hidup
Kembali menyusuri lorong titian sepi.
//
Kehidupan terus bergulir cepat
Harapan-harapan masih banyak belum terengkuh
Bias rindu sudah luruh menghilang
Kembali sendiri susuri terjal kehidupan.
//
Kadang raga lelah, resah ragu menyelimuti
Tapi terjal kehidupan harus dipijak
Hingga pernik cita terengkuh walau tak sempurna
Mengais cita sendiri tanpa tepuk tangan.
//
Berjalan susuri cita perlahan
Hingga raga tegap menatap pelangi cita
Walau hati hancur-lebur
Kau buang diri bagai seonggok sampah.
Kota Delta, 11 Okt 26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan