Titin Kusminarsih

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Rindu yang Harus Disimpan dalam Laci, H. 2.145, T. 285

Rindu yang Harus Disimpan dalam Laci, H.2.145,T.285

Karya: Tin Faza

Namamu selalu hadir dalam jiwa

Tapi nama itu perlahan menjauh

Sisakan luka tiada ujung

Nama itu harus disimpan rapat dalam laci.

//

Tak perlu disuarakan lagi

Tak perlu mengeluh atas luka perih

Pahit kehidupan kusimpan rapat

Walau senyum terurai tapi hati menangis.

//

Suatu ketika sapaan indah datang lagi

Sapaan yang kuharapkan penuh harapan

Tak ada kepura-puraan

Seperti sesungguhnya senyum sejati.

//

Kini biarlah luka sebagai obat hati

Semoga kau rasakan lukaku di sini

Harapan dulu bukan hanya janji

Tapi keyakinan yang dapat mengukir masa depan.

//

Kota Delta, 23 Okt 26

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post