umi hasanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Salah Membawa Berkah

Salah Membawa Berkah

Salah Membawa Berkah

Ahad pagi, aku belanja ke pasar untuk keperluan beberapa hari. Ada sayuran, bumbu dapur, labu kuning, dan pisang buah favorit ibu. Tetanggaku yang berjualan daging menawarkan dagangannya yang tampak sudah hampir habis. Aku menghampiri dan membeli setengah kilo daging. Malah beliau memberi bonus balungan, katanya untuk sedep-sedepan. Alhamdulillah. Rencananya, pingin masak soto untuk makan sahur.

Aku baru bisa mresto daging selepas solat Isyak. Namun, karena badanku rasanya capek, aku tidak jadi masak. Akhirnya, kami putuskan membeli lauk untuk makan sahur. Masak sotonya besok saja untuk berbuka puasa.

Pulang sekolah sudah sore. setelah ganti baju, aku rebahan. tiba-tiba teringat mau masak soto untuk berbuka. Aku segera beranjak ke dapur, meracik bumbu. Aku siapkan bawang merah, bawang putih, kemiri, lada, ketumbar, jahe, kunyit, serai, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam. Tidak lupa ada tambahan irisan tomat, daun bawang, daun sledri, dan bawang goreng.

Sebelum memasukkan santan, aku tambahkan bumbu soto kemasan. Bumbu soto merek bamboo. Dengan agak tergesa, aku buka bungkusnya dan memasukkan ke dalam panci. Pas memasukkan bumbu, tanpa sengaja aku membaca bungkus kemasan, “Bumbu Soto Ayam.” Hah! Aku terkaget sesaat, tetapi apa daya, sudah terlanjur masuk, sekalian aku bersihkan sisanya.

Hampir jam lima, masak sotonya selesai. Tinggal koreksi rasa, soto daging ala aku sudah siap. Aku membawa kuah soto sesendok kecil untuk dicicipi suami. Setelah dirasa pas asin dan sedapnya, aku aduk dan tunggu hingga benar-benar matang.

Azan maghrib berkumandang. Betapa lega rasanya setelah berhasil menyiapkan hidangan berbuka. Aku dan suami menikmati berbuka dengan menu soto daging bumbu ayam. Aku sangat bersyukur melihat suami makan dengan lahap. Selesai makan, suami bilang, “Dek, besok masak seperti ini lagi ya, untuk makan sahur.”

“Hah!" Aku kaget, tetapi dalam hati senang.

“Siap,” jawabku dengan semangat.

“Masakanku, enak ya?” tanyaku ragu.

“Enak, asin dan sedepnya pas. Terus dagingnya empuk banget, jadi gigiku kuat ngunyahnya.” Jelasnya.

Untung suamiku tidak tahu kalau aku salah masukkan bumbu tambahan. Alhamdulillah. Ternyata meski bumbunya salah, tetap membawa berkah. Batinku lega.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post