umi hasanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hikmah Iduladha

Hikmah Iduladha

Hari Raya Iduladha telah mengingatkan kita pada kisah keteladanan tentang ketaatan seorang anak kepada orang tua dan hamba kepada Tuhannya. Adalah Ismail, anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh Nabi Ibrahim a.s. dan juga istrinya, Hajar.

Nabi Ibrahim a.s. senantiasa berdoa agar diberikan anak yang saleh. Allah pun mengabulkan doa beliau. Istrinya melahirkan anak laki-laki yang sehat. Keduanya sangat bersyukur dan memberinya nama Ismail. Ismail mendapat pendidikan terbaik dari kedua orang tuanya.

Hingga suatu saat Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan untuk menyembelih putra yang sangat disayanginya. Kemudian, beliau pun menyampaikan mimpi tersebut kepada putranya, Ismail.

Ismail adalah seorang anak yang saleh dan taat kepada Allah. Dengan berserah diri kepada Allah, tanpa ragu Ismail berkata kepada ayahnya.

"Wahai ayahku! kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Namun, sebelum perintah itu dilaksanakan, Ismail menyampaikan beberapa permintaan kepada Ayahnya. Pertama, Ia meminta untuk diikat dengan tali agar tidak meronta. Kedua, agar pisau yang digunakan diasah dengan tajam agar ia tidak merasa kesakitan. Ketiga, Ia juga meminta agar pakaian yang dikenakannya saat itu diberikan kepada ibunda tercinta, Ibu Hajar sebagai kenang-kenangan. Ibrahim pun bersiap menyembelih Ismail dengan membaringkannya. Namun, Allah Swt. mengganti Ismail dengan seekor kambing.

Sebagaimana firman Allah dalam surat As-Saffat 104-107. "'Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Demikianlah Alloh membalas kesabaran dan ketaatan keduanya seketika itu juga."

Kisah tersebut memberi teladan kepada kita dengan cara menghidupkan sunah berkurban. Memberi contoh nyata untuk melatih keikhlasan memberikan sebagian 'hak milik' kepada sebenar-benarnya Pemilik. Bersedekah dengan harta yang kita cintai atau kita sayangi. Jadi, bukan berkurban dengan sesuatu yang tidak kita sukai. Maka dari itu, ibadah kurban disyariatkan untuk kita umat Nabi Muhammad saw.

Berkurban adalah sunah muakad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, untuk kita yang diberi kecukupan harta. Apabila belum bisa berkurban satu kambing setiap orang dalam keluarga, bisa berkurban satu kambing satu orang dalam satu tahun. Tahun berikutnya satu kambing untuk anggota keluarga lainnya. Begitu seterusnya. Insyaallah, Allah akan menambah rezeki kita. Jadi jangan menunggu harus bisa beli sapi untuk satu keluarga. Sebab, kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Jangan tunda lagi berkurban selagi kita mampu membeli satu ekor kambing. Karena hal itu adalah bentuk rasa syukur kita. Selama kita berniat, rezeki akan didapat. Insyaallah.Semangat berkurban!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post