umi hasanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MBG
Membaca bagi pikiran seperti olahraga bagi tubuh.

MBG

MBG

Suasana ramai di area Car Free Day (CFD) mewarnai pagi ini. Bersama tim literasi sekolah, kami menggelar karpet, menata buku berbagai genre. Saya membayangkan anak-anak merengek minta dibacakan dongeng, para remaja asyik dengan novel, hingga lansia yang meluangkan waktu menikmati bacaan di tengah riuhnya suasana pagi.

Namun, realita di lapangan bicara lain. Lautan manusia berlalu-lalang dengan aneka busana mereka. Sebagian besar hanya melirik sekilas ke arah deretan buku kami, menatapnya sebentar, lalu kembali melangkah tanpa henti.

Membuka lapak Membaca Buku Gratis (MBG) ternyata tak semudah membagikan makanan bergizi gratis. Kalau ada pembagian makan bergizi gratis, orang-orang pasti langsung berbondong-bondong mengantre dengan mata berbinar. Perut kenyang memberikan kepuasan instan yang bisa langsung dirasakan saat itu juga. Sementara membaca buku tidak demikian.

Faktanya, bagi sebagian besar pengunjung CFD, membaca buku gratis jelas tidak semenyenangkan mendapatkan makan bergizi gratis. Bahkan, seorang pengunjung yang lewat bersama kawannya sempat berseloroh santai, "Hari gini baca buku? Mendingan scroll TikTok, lah!"

Ucapan itu jujur sempat menyentil dada. Di era visual yang serba cepat ini, membawa buku fisik ke tengah keramaian CFD memang ibarat menantang arus. Makanan mengisi perut yang lapar dalam hitungan menit, TikTok memberi kepuasan otak dalam hitungan detik, sedangkan buku menuntut waktu dan kesabaran yang makin langka di zaman sekarang.

Namun demikian, tawa dan seloroh itu sama sekali tidak memadamkan semangat kami. Ini bukan soal penolakan, melainkan tantangan. Mengubah kebiasaan masyarakat tidak bisa dilakukan dalam sehari. Kalau mereka belum merasakan "nikmatnya" membaca seperti nikmatnya suapan makanan, maka kami yang harus mencari cara menyingkirkannya dari rasa bosan.

Saya sadar, membuka ruang baca tak cukup hanya dengan menggelar buku; kami harus menciptakan "menu" baru yang tak kalah menggugah selera. Entah itu dengan menyediakan buku-buku bergambar yang selesai dibaca dalam lima menit, mengemas lapak menjadi tempat rehat yang ramah, atau membuat gim interaktif yang memicu rasa penasaran.

Perjalanan tim literasi ini baru saja dimulai. Biarpun mereka hanya mampir membaca satu halaman atau sekadar membaca judul buku, bagi kami itu sudah sebuah kemenangan kecil. Kami tidak akan berhenti bergerak dan berinovasi!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post