YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

PENDIDIKKAN KARAKTER DI ZAMAN PENDEMI ( H.16)

Hidup dan kehidupan kita siapa yang mengetahuinya, apakah masa depan kita baik atau tidak tentu yang maha kuasa yang lebih tau. sebagai permasalahan kita hari ini tak ada yang menduga bahwa guru yang tidak punya murid belajar maksudnya belajar jarak jauh. Kisah dan kenytaan sudah banyak kita baca di tulisan baik di buku, di sosial media online bahkan ada yang mengelurkan pendapat secara langsung, bahwa mendidik anak hari ini susah sekal. Dulu kita dengar guru yang menceritakan nasibnya sekarang orang tuanya sendiri merasakan apa yang dirasakan oleh guru di sekolah. Pembelajaran tetap berjalan hari ini walaupun tidak tatap muka, persoalannya apakah bisa kita mengajarkan karakter yang tidak kelihatan siswanya. Bagi seorang pendidik tetap optimis bahwa walaupun siswanya tidak kelihatan pembelajaran bisa jalan berarti pembelajaran karakter bisa kita ajarkan, ada yang mengatakan yang penting kita sudah mencontohkan yang terbaik kepada peserta didik berarti kita sudah mengajarkan karakter ke siswa.

Dalam pembelajaran daring kita memang tidak dituntut seperti pembelajaran biasa yang kita laksanakan, seperti jika peserta didik tidak membuat tugas kita guru hanya dapat memberikan pesan singkat kepada peserta didik jika tidak juga di hubungi orang tuanya sampai disini seorang guru sudah berusaha walaupun ada sebagian sekolah melihat kondisi kerumah peserta didik itupun tidak selalu banyak.memberikan informasi lewat telpon baik menghubungi peserta didik atau menghubungi orang tua peserta didik sudah dikataka pendidikan karakter? ini yang harus kita jawab secara bersama. jika kita melihat pengertian pendidik karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. disini ada kalimat tindakan yang mendidik, memberitahu kepada peserta didik yang tidak membuat tugas lewat media elktronik atau telpon apakah ini bisa disebut tindakkan yang mendidik. kita sebagian guru mengatakan bisa disebut sebagai tindakan mendidik sebab membawa kepada kebaikan, mungkin juga sebagian mengatakan tidak sebab tidak ada contoh yang dilihat oleh peserta didik. karean tujuan pendidikkan karakter tersebut adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. bisakah pendidikkan karakter terlaksana tanpa untuk mencapai tujuan pendidikkan karakter tersebut.

pembelajaran di masa pendemi ini seorang guru sangat dituntut bagaimana peserta didiknya dapat belajar dengan baik, artinya membuat tugas sesuai yang telah ditentuakan memberikan tugas dan mengambil absensi tentang ketercapain kurikulum belum sempurna bisa dilaksanakan. bahkan kurikulum kita berbeda disat pendemi ini baik dari ketercapain materi maupun materi itu sendiri. proses pembelajaran tidak sama dengan proses pembelajaran yang biasa sehingga semuanya berbeda di masa pendemi ini. namun kita seorang guru jangan menyerah dan menyatakan pembelajaran di masa pendemi ini tidak ada gunanya. ingat satu kalimat saja kita ajarkan kepada peserta didik lalu diamalkan, pahala yang didapat oleh peserta didik akan ada imabalannya oleh yang maha kuasa.......bagaimanapun kondisi pembelajaran di masa pendemi ini kita sebagai pendidik jangan mengatakan kami mengajar hanya sia sia saja.....

Lima Kaum september 2020

BY

Yonnedi. M

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post