DIA PERGI DI BULAN SUCI ( H.8 )
Lima hari baru melaksanakan ibadah puasa tahun 2020, bertepatan hari jumat tanggal 1 mai 2020. aku bersama keluarga tetap melaksanakan ibadah tarwih di rumah saja karena kondisi pendemi virus corona. seperti biasa aku bersama istri dan dua orang anak sholat isa dan tarwih yang imamnya bergantian dengan anakku yang laki laki, jika aku imam isa dia imam tarwih dan sebaliknya, baiasanya juga diadakan santapan rohani secara bergantian. malam jumat itu anakku yang laki laki menjadi imam isa dan memberikan santapan rohani. dalam santapan rohani saat itu dia beri judul keutmaan mengbdi kepada kedua orang tua, dia mahir menyampaikan kepada jamaahnya. aku berdoa semoga bisa dia amalkan.
Setelah sholat tarwih dan makan sisa babukoan yang tertinggal tadi kami sekeluarga istirahat, namun dalam istirahat malam tepat jam 23.45 hp ku berbunyi aku lihat yang menelpon ibuku langsung ku angkat dia mengatakan apaku sakit setelah sholat tarwih jamaah bersama teangga tadi , setiap malam apaku tetap sholat tarwih berjamaah di rumah dia yang jadi imamnya. biasanya sholat tarawih di mushalah banyak jamaah nya tapi tahun ini apaku sholat tarwih di rumah yang jamaahnya tetangga sekitar. Tadi orang sudah pulang semua tinggal kami lagi papaku sakit perutnya mau ke wc sudah pulang dari wc dekat pintu akan masuk pas dekat rak piring dia mau tidur disitu tangannya berbegang dengan rak piring dia ngotot mau tidur disitu sambil mengatakan disini enak tidur sambil melihat keatas dan semua isi rumah dilihatnya kami bawah dia ketempat tidur kata ibuku dalam telpon. aku ingin pergi kekampung malam itu namun ibuku melarangku sebab jarak kampungku dari tempat tinggalku 30 kilo meter. Aku tidak tidur lagi tetap mencek gimana kondisi nya, dapat informasi dia diam dan melihat keliling mengulurkan tangannya aku mengatakan maafkan dia tolong bacakan yasin, aku mendengar di telpon keponakan yang laki laki tetap membacakan yasin terdengar di hpku. aku juga membacakan yasin. aku tetap memantau di hp satu kali 30 menit aku telpon tetap informasihnya dia tidak apa cuman dia tidak mau bicara semua kelurga yang ada dirumah sudah tidur mengililngi nya ibuku 2 orang keponakan 2 orang cucunya dalam satu kamar itu. Aku tetap bacakan yasin dan berdoa semoga orang tua sehat dan di mudahkan urusannya.
Semuanya mendoakan supaya papaku sehat dan dimudahkan urusan nya sebab melihat kondisinya semangkin lemah. jam 2 malam aku telpon kembali semua orang di samping papaku membaca quran dan berdoa terdengar di hpku, aku juga melanjutkan bacaan yasin kembali. disaat aku membcakan yasin ke tiga kalinya dipertengahan surat yasin hpku berbunyi aku mengangkatnya dengan gemetar sambil aku kuatkan tangan dan diriku untuk mengangkat hp lansung saja keponakanku mengatakan papku sudah pergi meninggal kita sambil menangis aku jawab dengan ucpan inalilah wainailahi rajiun aku berpesan perbaiki tangan nya dan luruskan badanya. Aku mengatakan jangan menagis keras cukup sekedar bersedih saja sambil membaca yasin. jam pada waktu itu 2.45 menit. Aku dan keluarga mendapatkan informasi ini termenung dan saling menceritakan kebaikan papa.
Setelah makan sahur dan sholat subuh aku langsung ke kampungku di atar kecmatan padang ganting sedangkan istri dan anakku pergi menyusul karena menunggu dunsanak istriku dari batipuh yang akan ikut juga kerumah duka. Aku pergi tergesa gesa ingin bertemu melihat wajah papaku sehingga di jalan dilihat minyak honda sudah hidup lampu merahnya bertanda minyak tinggal sedikit lagi, aku lihat warung dan tokoh tidah ada yang buka maklum kebanyakan orang tidur setelah sahur. Aku tetap juga jalan terus sambil was was jika minya habis. Sudah masuk kampungku ada warung buka dan dia menjual bensin langsung aku berhenti di tetangga jorongku. orang warung bertanya kok pagi benar pak aku menjawab orang tua ku meninggal langsung orang warung itu menjawab o malin Bonsu di taratak XII yo, aku jawab iya pak dalam hatiku berita meninggal papapku cepat bersebar maklum papaku orangnya banyak bergaul dengan masyarakat baik bidang agama maupun sosial.
Pagi hari sebelum mata hari terbit aku sudah sampai di rumah tempat papaku menghembuskan napasnya terakhir. Aku melihat walaupun pagi orang sudah banyak yang datang maklum papaku tidak sakit para atau tanda tanda akan meninggal maka banyak tetangga dan masyarakat yang datang pagi itu, aku lihat semua orang dalam kesedihan aku langsung ke tempat papaku aku buka kain penutup wajahnya seakan akan aku tak percaya melihat wajahnya yang tersenyum, itulah kebiasan papaku setiap bertemu denganku dia tersenyum dan mengatakan sudah lama datang. seakan akan kata itu yang dilontarkan oleh papaku kepadaku. Aku langsung duduk bersimpuh disampingnya sambil baca surat yasin bersama sama dengan masyarakat yang datang, bertepatan 6 hari menjalankan ibadah puasa pada tanggal 2 mai 2020 papaku berpisah dengan ku. di bulan suci dia meninggalkan ku...
bersambung......
lima kaum 6 september 2020
by
Yonnedi. M
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan