ILMU TAK MENJAMIN (H.18 )
Petatah mengatakan ilmu bagaikan jembatan hidup manusia, dalam arti kata jika ilmu orang tersebut tinggi berarti dia akan menghadapi kehidupan yang baik. Begitu juga sebaliknya jika ilmunya tidak ada maka sudah di anggap dia tidak akan baik menghadapi kehidupannya. orang kaya pasti dengan ilmunya orang pintar dengan ilmunya orang berpangkat dengan ilmunya orang hebat dengan ilmunya segala sesuatu dengan ilmu bahkan kejelekana juga dengan ilimu. coba seorang yang mencopet tidak punya ilmu tidak bisa dia beraksi dengan baik. penulis masih ingat waktu masih kuliah dipadang dulu kebetulan tukang copet tersebut dekat temapat tinggalnya dengan penulis. kebetulana teman ada yang kena copet di pasar raya padang, kata teman tersebut bukan persolan uang dan barang yang berharga dalamnya tapi persolan surat surat dan kartu yang berharga lainnya, sebelumnya penulis pernah bicara juga dengan teman tukang copet ini dia mengatakan jika ada teman yang kena copet di pasar raya padang cepat lapor sama abang ya, teringat pesan abang tu waktu teman kena copet. langsung malam itu penulis pergi kerumah abang ini langsung mengatakan bang teman saya kena copet di pasar raya langsung dia menjawab jam berapa penulis jawab jam 11 siang. dengan cepat dan dia mengetahui siapa yang bertugas hari itu dan jam itu. akhirnya semua barang yang di copet tersebut di kembalikan malam itu juga oleh tukang copet ini. disini ilmu juga yang harus kita punya mana mungkin bisa kita menduga barang yang hilang kena copet kembali utuh seperti biasa. ternyata ilmunya gampang kata nya yaitu sebelum 24 jam uang hasil copet belum boleh dibuka kecuali dikumpulkan satu tempat, sekarang penulis tidak mengetahui bagaimana organisasi copet sekarang..
ilmu tanpa kekuatan juga tak berdaya, dulu ulama kita berkoar koar mari kita pasang jilbab mari tutup aurat mari berpakain muslim tapi kekuasan tidak ada hasilnya nihil. kekuasaan hanya sekedar mentruksikan seluruh siswa SD,SLTP Dan SLTA wajib berakain muslim maka besok pagi semuanya bisa dillhat dan dibuktikan intruksi tersebut. seandainya seluruh muslim diwajibkan juga sholat berjamaah dengan kekuasaan mungkin juga bisa terlaksana, begitu kuatnya kekuasaan tersebut dari ilmu. hebat seorang dengan ilmunya jika tanpa kekuasaan tidak akan bisa jalan, tapi sebaliknya kekuasaan tanpa ilmu juga tidak akan bisa berjalan dengan baik. maksudnya kita bukan memisahkan kekutan ilmu dan kekuasaan. menyatukan kekuatan yang dua ini memang susah sebab kekuasaan butuh kekuatan sedangkan imu butuh kebenaran. jika kekutan dan kebenaran sudah bersatu akan datang kemakmuran dan kesenangan bersama.
Ilmu tidak bisa berjalan sendiri walaupun ilmu itu benar menurut pemikiran kita bahkan sudah benar menurut alquran dan hadist. sebuah contoh yang menarik penulis ceritakan, menurut ilmu agama yang benar untuk penyelengaraan jenazah cukup dengan memandikan mengapani menyolatkan dan menguburkan sedangkan yang lain itu adalah merupakan sunnah tidak wajib bahkan tidak juga berdosa jika tidak diperbuat ini alasan yang benar dan sesui dengan alquran dan hadist. suatu hari ada yang meninggal di malaysia dia sudah puluhan tahun tudak pulang cuman sekedar informasihnyan bahwa dia masih sehat bersama kelurga di malaysia hubungan baik tetap dijaga anatara keluarga di indonesia dan malaysia cuman sekedar informasih saja persoalan keuangan boleh dikatakan tidak pernah dikirimkan ke kampung karena kondisi ekonominya di malaysia. Kabar berita datang dari sanak saudarnya di malaysia bahwa dia sudah meninggal maka dia akan diselamatkan dimalaysia oleh anak dan istrinya, di kampung kebiasaan jika ada orang meninggal harus mengadakan mendoa dan mengulangi oleh salah satu malin walaupun kondisi ekonomi tidak mencukupi. Inilah yang penulis bantah denga dasar dasr ilmu agama dan hadist nabi setiap rapat keluarga dismapaikan ternyata tidak mampan tetap juga ilmu penulis kalah. maka penulis mengambil suatu kesimpulan singkat ilmu tidak bisa dilakasanakan jika tidaka ada kekuatan, sehingga ilmu yang kita meliki belum bisa di amalkan oleh orang lain atau masyrakat umum sebelum ada kekuatan bersama kearah yang lebih baik tersebut....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan