KEJUTAN DAN PERPISAHAN ( H.13 )
Waktu dia kecil sering aku menjaganya karena orang tua kami satu ayah dan satu ibu. dia sekolah di kampung sampai tamat SLTA aku sekolah hanya Sekolah dasar saja di kampung. dia pergi merantau mengadu nasibnya di kampung orang aku pergi ke sekolah mendidik anak bangsa. susah dan bahagia dia rasakan di perantaun terkadang dia pulang di hari raya terkadang tidak. di saat dia pulang kampung dia selalu mendatangi ku baik di kampung maupun di rumah ku di tempat aku tinggal. nasibnya yang berbeda dengan yang lain dia dapat jodoh di cepu jawa tengah dua bualn sebelum pernikahan berlangsung dia memberikan informasi kepadaku bahwa dia akan memilih beristri orang jawa waktu itu aku jawab orang kampung sajalah dengan ketawa dia jawab orang kampung ndak mau sama awak da.
Kehidupan di pearantaunya terkadang susah terkadang bahagia, dia selalau memberikan informasi jika disaat dia mendapatkan kesusahan dan kebahagian. satu ketika dia pernah mengatakan suatu kesusahan yang sangat sulit pada waktu itu yaitu dia memerlukan uang yang banyak untuk mebuka ushanya lebih maju lagi. Dia mengatakan kita tak akan maju da jika kita tak berani membuka usaha dengan berutang besar dan keberanian untuk berutang, aku jawab waktu itu keberanian tidak bisa juga di pegang jika tidak ada kelihatan untuk membayar utang. Dalam diskusi saat itu dia nekat untuk meminjam uang ke bank demi kelancaran ushanya. sebab uang yang di kampung tidak ada. keberaniannya membuktikan bahwa usaha fhoto copinya berkembang pesat bahkan dia membuka beberapa cabang serta alat alat sablon yang bagus. sudah beberapa tahun dia tidak pulang setelah menikah, dengan kehendak dia sendiri sudah mempunyai dua orang anak dia pulang kampung. sangat berbeda sebelum punya anak dulu disaat pulang kampung bersama keluarga dia sudah mempunyai kekayaan yang mencukupi sehungga orang mengatakan dia sudah berhasil. keberhasilannya memang kelihatan semua karib kerabatnya diberikan THR ada yang samapi satu juta satu orang. bahkan dia mengeluarkan zakat hartanya, masyarakat dan keluarga senang melihat keberhasilannya di kampung. tidak sampai satu bulan dia di kampung dia kembali lagi ke jawa melanjutkan perjuangan kehidupannya sebagai pengusaha dengan 5 cabang perusahaan dan 45 orang karyawaanya. dia sudah berhasil aku bangga melihatnya.
Aku kemalangan orang tua ku meninggal, dia juga mengaggap orang tua juga sebab kami dididik waktu kecil sama sama memanggil papa. dia menelpon ku bahwa dia juga akan pulang. dengan kondisi corona dan perlengkapan pulang baru dia samapi di rumah 15 hari kepergian orang tua kami, dia pulang bersama kelurganya beserta anaknya dan satu orang sopirnya. waktu pertama ketemu aku melihatnya sudah ada perbedaan karena kelihatan dia sedang sakit, aku bertanya kenapa kondisi sekarang dia menceritakan perusahaan nya tutup tapi gaji karyawaan tetap dibayar tapi sekarang sudah ada yang buka. lima hari dia pulang berbeda diwaktu dia pulang sebelumnya sekarang dia pergi mengeliling sumbar dari bukittinggi sampai ke pesisir selatan. dalam perjalan pulang dia juga berhenti ditemapat kelurga untuk bersilaturrahmi.
Inforamsi dia sudah sampai di cepu jawa tengah dia memberikan informasi kepada ku, aku jawab alhamdulilah. satu minggu tiba di jawa tengah aku dapat informasi bahwa dia sakit. malamnya aku telpon memang dia sakit dia mengtalkan panas dan batuk aku menduganya penyakit corona dia menjawab tidak karena sudah tes. 15 menit aku menelpon dapat satu kesimpulan bahwa besok paginya pergi kerumah sakit setelah sehat pulang kampung atau jika dapat izin dari dokter maka pulang dia mengatakan bahwa dia akan berobat di kampung. kakaku yang di bandung juga sudah sampai ke solo sebab dia berobat di rumah sakit solo. tiga hari dirumah sakit bersama keluarganya dan kakaku yang di bandung. bertepatan jam 6 pagi tangal 8 september 2020 bertepatan juga dengan kedatangan bapak kanwil sumbar ke pp thawlib tanjung limau hpku berbunyi memberikan informasi bahwa dia sudah pergi meninggalkan kita aku jawb dengan inalillah wainailaihi rajiun....dia pergi pergi untuk selamanya dan dia pergi dalam kejutan....
Lima Kaum september
BY
Yonnedi. M
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan