KULIAH SAMBIL JADI GARIN MUSHALLA
Zaid tamat kls akhir tidak langsung melanjutkan kuliah di perguruan tinggi walaupun Zaid termasuk salah seorang siswa undangan di perguruan tinggi negeri. Zaid menamatkan pembelajaran di pondok pesantren untuk mendapatkan gelar tuangku sesuai dengan sistem pendidikan di pondok pesantren tersebut.
Satu tahun telah berlalu di pondok maka Zaid mendaftar lagi keperguruan tinggi negeri IAIN Padang dengan jurusan pilihan utama Nya Syariah. Pergi mendaftar dan ujian sendirian ke Padang, dalam ujiannya Zaid menjawab semua pernyataan yang diberikan. Untuk pulang' kampung hari tersebut tidak bisa karena jarak kampung Zaid Dengan Padang jauh maka Zaid tidur di tempat temannya yang kuliah sambil fhoto copy. Temannya sekampung dengan Zaid dan kuliah tahun akhir. Sambil istirahat malam Zaid di nasehati usahakan sambil kuliah ada kegiatan untuk membantu orang tua. Kata Zaid benar tu apalagi kehidupan orang tua kita petani di kampung. Zaid d tawarkan tinggal di mushala karena ada kawan nya yang tamat tahun ini dan tidak tinggal lagi d mushalla tersebut. Zaid yang pertama kali pergi ke Padang mengatakan saya mau tinggal di mushalla, jika kamu mau besok baru mulai kuliah langsung pergi ke musholla tersebut dsn akan di beri tahukan ke pengurus bahwa pengganti temannya sudah ada. Kesenangan hati Zaid saat itu sangat berlebihan karena tinggal di mushalla tentu tidak akan membayar uang kost dan kegiatan di pondok pesantren seperti imam mengaji dan wirid bisa di lanjutkan di mushalla tersebut.
Pagi hari sebelum pulang kampung Zaid di bawa melihat mushalla yang akan di tempati jika sudah mulai kuliah nanti. Zaid melihat mushalla seperti biasa saja tidak mewah seperti MUSHALLA di kota maklum mushalla tersebut letaknya d kampung dan bertetangga Dengan komplek perumahan. Kami berdua melihat lokasi sambil berkenalan dengan masyarakat nya yang dekat tinggal di sekeliling mushalla. Sampai kami lihat juga bisa jalan kaki ke kampus dan juga bisa Dengan mobil. Zaid juga bangga melihat masyarakat nya masih seperti di kampung nya karena dilihat masyarakat nya juga petani dan berdagang. Sambil bicara dengan orang yang tinggal di sekitar mushalla dan mengatakan insya dia akan tinggal di mushalla ini kata teman yg mengantarkan ke lokasi mushalla tersebut maka di jawab dengan senang hati oleh masyarakat baik nak sudah satu tahun anak tidak mengaji di mushalla ini gara gara GARIN nya sibuk dan pengurus tidak juga mau lagi tapi kabar bulan besok mulai di aktifkan mengaji di mushalla ini. SAMBIL bicara dengan masyarakat lewat pk RT dan pengurus MUSHALLA yang baru d Lantik langsung di panggil oleh masyarakat tadi pk anak ini mau tinggal di mushalla ini, dengan senang hati pk RT dan pengurus MUSHALLA mengatakan Alhamdulillah kami memang mencari anak kuliah yang mau tinggal di mushalla ini kalau dapat mahasiswa IAIN. Kata Zaid sambil mengatakan saya di IAIN pak dan tamat d pondok pesantren. Dengan bangga pk RT dan pengurus MUSHALLA mengatakan langsung kita terima anak ini jadi Garin di mushalla kita kalau bisa malam ini, Kata Zaid belum bisa pak sebab orang belum mulai kuliah. Rasanya percakapan kami sudah akrab seperti orang tua Dan anak memang orang nya ramah dua jam lebih kami berbicara dengan pk RT dan pengurus MUSHALLA yang tidak di rencanakan itu. Dapat kesepakatan jika sudah mulai kuliah Zaid mulai tinggal di mushala jadi Garin...... bersambung....
Lima kaum September 2020
By
Yonnedi. M
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
