YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MELAWAN TRADISI ATAU DIAM ( H. 14 )

Dari tahun 1992 aku berangkat menuntut ilmu meninggalkan kampung halaman, di tingkat madrasah stnawiyah aku pulang satu kali semester dulu satu kali dalam tiga bulan. tingkat aliyah aku juga mondok di pondok pesantren aku juga pulang satu kali dalam 5 bulan di saat kuliah aku pulang satu kali dalam 6 bulan.itulah kegiatan masa lalu aku menuntut ilmu tapi aku tidak pernah membantah adat dan kebiasaan yang dilaksanakan oleh masyarakat kampungku. sehingga aku melihat saja apa yang dilaksanakan di masyarakat aku ikuti tanpa keraguan. sekarang aku juga tidak tinggal di kampung ku tapi berjarak 30 kilo meter dari tempat tinggalku tapi aku di angkat juga oleh kaumku pengulu dalam adat orang yang tau dengan agama sehingga keminakan ku memanggilku mak ongku.

Begitu banyak kegiatan kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat aku ikuti tanpa ada keraguan. dalam tulisan ini kita ambil satu tradisi saja yaitu kegiatan yang dilaksanakan waktu ada kematian. Setiap orang islam yang meninggal kita berkewajiban untuk memandikan mengapani mennyolatkan dan menguburkan. kegiatan sepeti ini dilakukan di kampungku, mulai dari memandikan cuman perbedaanya tentu ada dengan alasan adat kebiasaan kita dulu aku biarkan saja sekarang terjadi dikeluarga ku papaku meninggal. pagi itu orang sudah banyak yang datang tapi ada beberapa orang yang belum datang menurut adat kebiasaan di kampung belum bisa dimulai proses pelaksanaan jenazah sebelum diizinkan oleh seseorang di kampungku diistilahkan malin. sudah jam 10 dia juga belum datang, ada ulama kampungku mengatakan sebenarnya oleh anaknya selesai persolan penyelengaraan jenazah ini kok masih menunggu malin lagi. namun peraturan adat di kampung kita tetap menunggu saja. aku mengalah lagi akan ku keraskan untuk penyelenggaraan jenazah nati ndak enak dengan peraturan adat di kampungku, setelah dia datang aku ambil alih biar kami yang memandikan kami juga bisa aku langsung menjadi memimpin memandikan papaku orang lain diam saja kami bersama sama memandikan. Kebiasaan nya tetap dia berikan ada yang dari anak ada yang dari adik ada yang dari bako ada yang dari pihak malin tersebut untuk memadikan akhirnya banyaklah yang memandikan papaku. sebab di selesai acara memandikan orang tersebut diberikan satu kain sarung atau yang setimpal sebenarnya ini tidak sesuai dengan pemikiranku kok diberikan upah kepada yang memandikan tapi aku tak bisa bicara banyak. setelah memandikan mengapani ada juga orang yang akan mengapani.aku tetap juga masuk untuk ikut mengapani.

Untuk menyolatkan biasanya ada juga imam yang ditentukan oleh malin tersebut tapi aku mengatakan kita menyolatkan 2 kali di rumah ini dan di mushalah dekat dengan kuburan papaku dan lagi pula mushala tersebut papaku juga yang jadi pimpinan nya, semua orang terdiam tidak ada yang membanta, sampai aku mengatakan walaupun satu kali ini di buat disini bahwa melawati tempat pemakaman, sebab musllah tersebut melewati tempat kuburan papaku menurut kebiasaan di masyarakat tidak boleh mayat tersebut melewati tempat kuburannya. aku mengatakan jangan ini dijadikan persoalan kita tetap dua kali nanti menyolatkan. alhamdulillah di rumah di sholatkan juga di mushallah di sholatkan juga tidak ada orang yang membantah, ada seorang ulama mengatakan karena anaknya yang minta sesuai juga dengan ilmunya kita tidak bisa menolaknya walaupun melanggar tradisi adat kita.Ada juga yang mengatakan baru kali ini bisa di langgar adat kebiasaan yang kita buat memang hebat anaknya. tidak ada juga orang adat tersebut menemui aku kenapa di langgar kebiasaan tersebut. menurutku jika ada ilmu dan bisa kita bantah orang akan diam saja sebab ini orang tuaku aku tak bisa juga melakukan ini kesemua orang dikampungku tapi setidaknya menjadi rujukan bagi orang kenapa bisa dilanggar adat kebiasaan saat mayat bisa melalui tempat kuburannya dan di sholatkan dua kali.

Untuk mendoakan tardisi di kampungku mulai dari 2 hari kematian sampai 15 hari orang setiap malam datang kerumah untuk berdoa bersama terkadang banyak yang hadir menurt kebiasaan tidak kurang dari 20 orang apalagi tuan rumah membuat yasinan bersama sama. waktu 15 hari semua masyarakat datang membawa rantang yang kaum ibunya dan akum babaknya bawah uang lima ribu atau sepuluh ribuan. waktu 3 hari kaum ibu juga membwa telur, minyak, kue, beras dan lain lain. ini kelihatan saling tolong menolong. ada seorang siak di pilih untuk mengulangi istilahnya dia lah yang setiap malam datang selama 15 hari dan setiap 20,30,40,50,60,70,80,90. dan 100 hari nanti bersama berdoa dengan memberikan sedekah kepada yang mengulangi tersebut dulu di belikan seperti kasur, alat alat dapur dan kain sarung sekarang sudah di tukar dengan amlop ada yang satu juta ada juga yang lima ratus ribu. waktu 100 hari juga memberikan satu dulang besar dan satu rantang besar yang isinya lengkap sambal dan kue tak kurang juga dananya 600 ribuan. orang yang membawa rantang tadi diberikan juga kain lap tangan ada juga yang memberikan kain sarung satu per rantang tersebut sesuai dengan kemampuan tuan rumah. aku berkeinginan membatalkan semua acara mengulangi ini sebab memberatkan tuan rumah namun aku tak berdaya maka sebab itu aku diam....yang tidak mau mamak dan datuk ku alasannya ini sudah adat kebaisaan kami disini yang akan malu kami disini jangankan orang dirumah ini orang jawa atau orang manapun jika meninggal disini akan tetap kami doakan sesuai tradisi kami...aku sedang berusaha akan berbicara di KAN ( Kantor Kerapatan Adat ) untuk merubah kebiasaan ini... tidak saat nya untuk diam...mohon doa kita bersama...

bersambung

Lima Kaum September 2020

BY

Yonnedi.M

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post