TEPI DANAU MENJADI SAKSI BISU
Zaid tinggal di sebuah desa yang damai dan tenram, kehidupan masyarakatnya yang masih mendukung adat istiadat yang berlaku di desa tersebut. zaid besar dan berkembang serta bermain dalam lingkungan masyrakat desa yang tergolong biasa saja, sehingga zaid jarang pergi keluar atau kekota. masa anak anak zaid habiskan di desanya dengan menggembala setelah pulang sekolah dasar dan malam harinya pergi kesurau yang tidak jauh letaknya dari rumah zaid. masa di sekolah dasar zaid tergolong anak pintar sebab dari kelas satu sampai kls 6 zaid selalu mendapat juara 1 dan 3 dalam kelasnya. disaat pemberian rapor orang tua zaid selalu hadir kedepan karena kebiasaan waktu itu anak yang juara orang tuanya di panggil kedepan. zaid bersaudara 4 orang zaid mempunyai 1 adik dan 2 orang kakak. orang tua zaid termasuk juga orang yang trehormat di tengah tengah masyarakat dari segi keaagamaan sehingga orang tua zaid disebut malin sebauh gelar keagamaan ditengah masyarakat, kehidupan orang tua zaid petani biasa saja. di surau zaid juga termasuk orang yang dipercaya oleh guru suraunya sehingga jika ada mengaji kematian di kampung zaid tetap dibawah untuk mewakili teman teman nya. untuk disekolah dasr zaid juga tidak ketingalan pada saat itu ada guru olahraga dan guru kesenian yang tinggal di kampung zaid, kedekatan guru tersebut dengan zaid sering zaid tidur bersama di rumah guru setelah zaid pulang mengaji di surau terkadang dijemput olah guru tersebut. sehingga guru olahraga tersebut meminjamkan bola kaki ke zaid untuk bermain di lapangan sawah sambil gembala bersama sama teman teman. banyaknya teman zaid untuk bermain bersama sama baik di surau maupun di sekolah itulah yang dilakukan zaid setiap hari sambil membantu orang tua zahid. bermain layang layang bermain rambo bermain kejar kejaran bermain gala dan segala permain zaid lakukan bersama dengan teman sebayanya dengan penuh keakrapan dan persehabatan. jika ada musim durian atau musim buah lainnya zaid juga tidur bersama kakaknya di rumah kecil di tempat kebun zajid.
Setiap tanggal 17 agustus disekolah zaid tetap mengadakan perlombaan antar sekolah dasr tinggkat kecamatan baik perlombaan olah raga, PBB, dan keagamaan yang paling mengasikkan disaat penutupan acara semua sekolah dasr berkumpul dikecamatan sambil menampilkan main perang perangan ada yang jadi belanda ada juga yang jadi rakyat biasa ada juga yang jadi tentara dan sebagianya, waktu itu zaid menjadi masyarakat kampung sehingga mata mata melihat belanda kelihatan belanda lari ketempat masyarakat sehinga terjadi perperangan dalam certia itu masyarakat menang dengan bambu runcingnya. ceritanya mengingatkan kita begitu masyarakat indonesia merebut kemerdekaan di tangan penjajahan. setiap sekolah dasar menampilkan dramanya masing masing. sehingga penonton yang datang terhibur melihat aksi anaka anak dengan berpakain tentara dan compang camping. kami waktu itu hanya mendapatkan penampilan terbaik peringkat tiga. zaid ini juga mendapatkan bingkisan setiap tahun dari pemerintah karena zaid lahir tanggal 17 agustus berupa alat tulis dan ada juga baju sekolah sebagai penghargaan dari negara karena lahir 17 agustus.
perpisahan untuk kelas 6 sudah dekat bersamaan juga dengan perpisahan khatam quran di surau tempat zaid belajar, persiapan untuk di surau harus hafal 30 ayat pendek harus bisa baca quran yang baik harus bisa sholat jenazah. zaid dan teman temannya berpacuh untuk menjadi yang terbaik dari 50 pesrta teman yang lainnya. diperyaan khatam quran semua masyarakat hadir melihat penampilan anaknya membaca quran dan hafalan ayatnya. zaid hanya sanggup peringkat ketiga dari 50 peserta khatam quran waktu itu. di seklah dasar juga diadakan perpishan sebelum perpisahan zaid dan teman temannya melaksanakan ujian ebtanas kesekolah dasar yang dekat dengan kecamatan, sehingga zaid dan teman temannya pergi satu mobil setiap paginya selama 4 hari untuk mengikuti ujian ebtanas tersebut. setelah ujain perpisahan di sekolah dasar juga diadakan semua anak kls 6 mengadakan juga pertunjukan baik drama maupun nyanyi dan silat sesui dengan bakat sendiri sendiri, hari terakhir bertemu dengan teman sebab untuk kesekolah tidak ada lagi karena sudah melaksanakan perpisahan. selama libur sekolah dasar teman teman zaid banyak yang menginginkan sekolah melanjutkan ke kecematan tingkat SLTP baik kecematan tetangga atau kecamatan sndiri. sebagian ada juga yang tidak melanjutkan pendidikkan nya.
Zaid memutuskan melanjutkan ke tingkat MTsN yang jaraknya 20 kilo meter dari kampung sehingga zaid harus tinggal di dekat MTsN tersebut. hanya satu minggu berada di sekolah mts tersbut waktu pembelajaran P4 zaid tidak merasa nyaman sekoalah di sana karena kakak zaid juga melanjutkan ketingkat aliyah di tepi danau singkarak, zaid ingun juga pindah ke tepi danau singkarak tersebut yang berjarak 50 kilo meter dari kampung zaid. semua persyaratan pindah sudah diurus cuman sekoalah ditepi danau tersebut adalah swasta sampai 6 tahun, banyak masyarakat yang melarang zaid pindah dari negeri ke swasta tersebut, namun zaid tetap memutuskan pindah dengan alasan dapat mengaji malam harinya karena sekolah di tepi danau tersebut ada mengaji malamnya sama dengan pondok pesantren sekarang. dengan tekad dan semangat baru pindah zaid ke sekolah di tepi danau tersebut.... bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan