ANAK KUNCI KEBAHAGIAN
Seorang mau masuk kesebuah ruangan baik berupa rumah dan gedung, orang tersebut tak akan nyaman masuk jika tidak melalui pintu rumah atau ruang tersebut, boleh jadi dia tidak bisa masuk lewat pintu karena tertutup atau dia tidak bisa bukanya baik karena dia tidak punya kunci atau dia tidak bisa bukanya walaupun dia punya kunci. Setiap orang yang masuk tidak ditempatnya pasti tidak merasa nyaman walaupun dia bisa masuk kerumah atau gedung tersebut. orang yang punya kunci tetapi tidak pandai membuka pintu juga tidak masuk kerumah tersebut. jadi baik kita punya kunci atau tidak punya kunci masuk kerumah atau ke gedung yang tidak sesuai ketentuan tetap juga tidak bisa masuk kerumah tersebut. lebih malang rasanya kita punya kunci tapi tidak bisa membuka pintu rumah tersebut.
Begitu lah kehidupan seseorang yang merasa rugi jika dia tidak menikmati kehidupan di dunia ini, dicontohkan ibarat sebuah rumah yang tidak bisa dia memasukinya, walaupun dia memaksa masuk namun ketenangan dan kenyaman dalam rumah tersebut tidak dia rasakan. sebuah contoh dia bisa masuk rumah tanpa melewati pintu dengan kehebatan dia bisa lewat jendela namun orang yang melewati jendela masuk rumah pasti dikatakan maling oleh orang lain maksudnya izin masuk tidak ada. Bagaimanapun kita memasuki sesuatu tidak baik akan menimbulkan ketidak nyamanan dalam lokasi tersebut.
Kebahagian di dunia ini diibaratkan juga seperti kita memasuki rumah, terkadang kita tidak bisa masuk kerumah karena tidak punya anak kunci rumah tersebut. terkadang kita mau masuk rumah walaupun kita tidak punya anak kunci cuman lewat jendela tetapi itu juga tidak merasa nyaman. kebahagian di dunia ini juga seperti itu. jika kita tidak mempunyai anak kunci kebahagian maka kebahagian itu tidak pernah kita rasakan walaupun sudah berusaha mati matian untuk mendapatkan kebahagian tersebut. bagaimana caranya kita mendapatkan anak kunci kebahagian tersebut. banyak tawaran dari ulama dan orang yang faham dengan kebahagian tersebut, ada yang mengatakan banyak berzikir ada yang mengatakan banyak berbuat baik ada yang mengatakan banyak bersedekah ada juga yang mengatakan banyak beribadah dan lain sebagainya, ternyata banyak juga ditemui orang yang banyak ibadah banyak sedekah banyak berbuat baik tetap juga dia tidak merasakan kebahagian tersebut. apa penyebabnya, tentu kita berfikir dan merenungkan kenapa kebahagian tersebut tidak bisa dibeli dan dicari atau di imbalkan dengan ibadah. jika ibadah yang membuat kita bahagia mungkin orang yang tidak pernah ibadah tidak akan merasakan kebahagian jika orang yang bersedekah kita katakan bahagia bagaimana dengan orang yang tidak bersedekah atau lain sebagainya.
Anak kunci bahagia tersebut amat mudah sekali tidak perlu kita mencarinya kemana mana apalagi kepada orang pintar atau orang yang kita anggap luar biasa, cuman cukup kita fahami hadist rasulullah yang mengatakan :
Berkata Anas Bin Malik r.a.
" saya telah menjadi khadam Rasulullah SAW 10 tahun lamanya. maka tidak pernah beliau berkata atas barang yang saya kerjakan. " mengapa engkau kerjakan?" dan pada barang yang tidak saya kerjakan mengapa tidak engkau kerjakan?" tidak pernah juga beliau berkata pada barang yang tidak ada cuman beliau mengatakan alangkah baiknya kalau barang itu ada. Kalau pada satu ketika terjadi perselisihan saya dengan ahlinya dia berkata kepada ahlinya itu " biarlah, sebab apa yang telah ditakdirkan Allah mesti terjadi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
