YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BUKAN JILBABNYA

BUKAN JILBABNYA

Pakaian merupakan perhiasan bagi manusia, jika pakaian untuk menutup aurat tentu semua orang-orang akan berpakaian seperti waktu sholat. Wanita akan berpakaian seperti dalam kondisi sholat yang boleh kelihatan wajah dan telapak tangan begitu juga kaum pria mungkin dia memakai menutup Antara pusat dan lutut saja. Sehingga pakaian berfungsi sebagi menutup aurat Juga berfungsi sebagai perhiasan bagi kita. Jika ada orang yang menginginkan berpakaian lebih daripada menutup aurat contohnya dia pakai sorban penutup tangan dan kaki sehingga seorang laki laki hanya kelihatan wajahnya saja yang lain tertutup oleh kain sorban dan kaus kaki dan tangan. Jika sekarang tentu yang kelihatan dagu dan kening sebab dia pakai masker. Ini tidak JADI permasalahan karena dia menutup bagian yang dia sukai dan tidak menyalai aturan agama. Begitu juga seorang wanita yang menutup seluruh tubuh nya sampai yang kelihatan mata nya.

Disini kita tidak memperdebatkan hukumnya boleh atau tidak cuman kita melihat dan melihat di lapangan yang kita jumpai. Menurut adat kebiasaan tidak menyalai orang yang berpakaian seperti itu, karena dia menjaga kebersihan kulit dan menutup aurat dan menutup dari cahaya matahari. Sehingga tidak perlu kita cari kelemahan dan kekurangan Nya, jika nyaman dia berpakaian tersebut tidak apa, berbeda dia tidak berpakaian menutup aurat.

Persoalannya waktu akan menikah pasangan nya belum melihat wajahnya, apakah dia punya Gigi punya hidung dan yang lain yang biasa kelihatan. Nanti jangan menyesal waktu sudah menikah kelihatan dia tidak sempurna, maka ada sebagian mengatakan lebih baik pakai cadar setelah menikah atau sudah punya suami. Alasan ini juga tidak bisa di jadikan sebab memakai jilbab juga tidak melihat telinga dan rambut Nya, apakah memakai jilbab sudah menikah juga tentu tidak. Kita tidak akan memperdebatkan boleh di lihat dulu oleh teman dekatnya sehingga teman dekatnya menyampaikan kepada calon suami Nya, yang Kita kwatirkan teman dekat nya tidak amanah juga.

Menikahi orang yang punya cadar memang tidak gampang sebab dia orang yang tidak kelihatan wajahnya sebab kecantikan seorang wanita bisa di lihat di wajah dan telapak tangan nya, sekarang wajahnya tidak kelihatan telapak tangan juga tidak kelihatan, gimana lagi menentukan dia cantik dan lainnya. Apakah kita bernasib nasibkan Semoga waktu pertama setelah menikah di buka cadarnya muka nya cantik giginya bagus dagunya baik hidung nya mancung Dan yang belum dilihat semuanya baik dan cantik berarti kita dapat beruntung. Jika sebaliknya setelah membuka cadar dan boleh dilihat setelah menikah hidung nya pesek giginya keluar dua dagunya tidak bagus pipinya tidak baik seperti yang kita ingin kan. Sebenernya ini juga tidak bisa kita jadikan alasan sebab kita menikahi nya bukan karena gigi dan hidung nya tapi kita menikahi nya karena agamanya, sebab menikahi perempuan itu lihat kecantikan, keturunan, kekayaan dan agama, yang utama agama nya... jadi kalau kurang satu boleh tapi yang agama harus nomor satu. Jika dia tidak cantik tidak apa asalkan agamanya mantap, yang berbahaya jika dia pakai cadar menutupi kejelekan wajahnya bukan datang dari lubuk hatinya. Maka merugi lah kita mendapat kan seorang wanita yang tidak kuat agamanya karena agamanya menjadi syarat utama bagi kehidupan berkeluarga.

Apa alasan orang mau menikahi orang yang bercadar, kita mengetahui tentu kita tanya Satu persatu orang yang menikahi orang yang bercadar tersebut. Penulis menanyakan kepada salah seorang yang akan menikahi perempuan yang bercadar. Keberuntungan menikahi orang yang bercadar tersebut banyak saya contohkan lihat pakaian yang di jual di toko pekain yang letak Nya di luar boleh di lihat boleh d pegang namun tidak di beli orang tapi pakaian yang tertutup rapi dan tersimpan jauh sehingga tidak kelihatan bungkusannya juga bagus sebenarnya itulah pakaian yang mahal di tokoh tersebut semangkin tertutup semangkin jauh semangkin mahal pakaian tersebut, sama juga dengan calon istri semangkin tidak kelihatan aurat nya semangkin kuat agamanya. Alhamdulillah kami mendoakan Ananda mendapatkan yang terbaik. Dengan spontan alasan dia katakan karena memilih yang bercadar dulu ada uztd nya yang dikagumi dia hafal Qur'an di jodohkan oleh orang- tuanya perempuan kebetulan anaknya Pakai cadar tidak lama berfikir cuman sholat sunah setelah sholat Sunnah saya terima anak ibu jadi suami saya, ternyata wanita yang di nikahi nya sempurna tidak kekurangan apalagi agamanya..... semoga ananda juga seperti itu dapat yang terbaik di pulihkan oleh Allah aamiin....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post