HIDUP INI MENGAJAR DAN BELAJAR
Sebagian besar masyarakat Sumatra barat kenal dengan pondok pesantren Nurul Yaqin ringan ringan pakandangan Padang Pariaman. Pondok pesantren tersebut sampai kini masih berkembang bahkan sudah membuka beberapa cabang di Sumatra. Pembelajaran yang terkenal adalah membaca kitab gundul atau kitab Kuning. Pondok pesantren tersebut didirikan oleh syekh muda H Ali Imran Hasan. Penulis akan mengingatkan kembali masa di pondok pesantren tersebut selama lima tahun disana, dalam tulisan ini penulis akan menuliskan kharismatik seorang Buya SYEKH muda Ali Imran Hasan. Tulisan ini adalah seingat penulis waktu menjadi santri di pondok pesantren Nurul Yaqin ringan ringan.
Abuya mengajar Pagi di kelas VII setiap hari kecuali hari Jumat, anak kelas bawah boleh juga masuk kelas VII tersebut untuk pembelajaran tafsir. Abuya datang semua santri berdiri rumah Abuya berdampingan dengan kls VII tersebut. Santri berebutan menjemput kitab yang di bawah Abuya, sampai di tempat duduk santri bersalaman sambil mencium tangan Abuya punggung tangan dan telapak tangan. Dalam lokal tersebut tidak ada lagi pembicara sebelum Abuya yang memulai pembicaraan. Semua santri tidak di absen cuman yang akan membaca baru di lihat buka Abuya giliran siapa yang membaca. Pembicaraan terpokus pada pembelajaran jangankan keluar masuk suara saja saja tidak kedengaran kecuali ssntri yang mendapat giliran membaca. Abuya tidak ada membuat peraturan siapa yang terlambat di hukum atau siapa yang cabut dan lain sebagainya cuman nasehat dan kisah kisah yang banyak di sampaikan oleh Abuya jika ada santri yang melanggar aturan. Pagi hari Abuya tidak mau diganggu jika sudah masuk lokal datang tamu kerumah Abuya tetap melanjutkan pembelajaran. Pernah terjadi waktu itu penulis juga dalam lokal sekitar jam 8 Pagi Abuya sudah mulai membaca kita tafsir sedang proses pembelajaran datang tamu dari kabupaten dari kantor bupati tamu tersebut ingin bertemu dengan Abuya namun Abuya tetap berada di lokal seperti biasa waktu istirahat setelah selesai pembelajaran tafsir baru' Abuya pergi ke rumah terkadang cepat terkadang lambat melihat pertanyaan dan kisah yang di sampaikan Abuya. Waktu itu sudah hampir jam 10 baru selesai terpaksa Tamu tadi menunggu 2 jam di rumah Abuya.
Banyak lagi kharismatik Abuya yang penulis lihat. Pernah penulis menemani Abuya untuk potong rambut Abuya ke lubuk Alung. Kami pergi berdua dengan mobil umum yaitu angkot sebelum sampai di luar kami berjalan berdua lebih kurang 500 meter sambil berjalan Abuya bawah tongkat penulis mengikuti dari samping berjalan bersama sambil bercerita. Setiba di tempat motong rambut semua orang berdiri dan bersalaman dengan Abuya sama juga di atas mobil juga seperti itu sehingga tidak ada orang yang tidak bersalaman cuman ada yang bersalaman cium tangan ada juga yang tidak. Penulis heran pas waktu sampai di tempat potong rambut kursinya kosong Abuya tidak langsung duduk di kursi tersebut Abuya duduk di kursi biasa, orang yang datang akan motong rambut juga tidak berani juga duduk di kursi potong rambut. Penulis bertanya kepada orang kenapa tidak langsung katanya Abuya istirahat dulu dan orang lain tidak mau mendahului Abuya ternyata orang sangat menghormati Abuya. Banyak lagi kharismatik yang penulis lihat dari Abuya.
Setiap hari Rabu sore Abuya mengadakan kaji cukuuik khusus bagi santri yang sudah kelas VII dan guru yang tidak mengajar sore beserta masyarakat di sekitar pondok dan luar pondok. Sebelum mengaji Abuya membaca wirid rutin seperti pagi di kelas VII. Waktu mengaji juga tenang dan pertanyaan jamaah di jawab oleh Abuya dengan baik. Maklum jamaah banyak yang sudah tua tua sering Abuya bercanda awak lah tuo Ndak Baa do sekuasa kita ( kita sudah tua tidak apa sekuasa kita ) Abuya tidak mau memarahi jamaah nya walaupun sudah berulang ulang di ajarkan belum juga hafal oleh sebagian jamaah yang sudah tua. Pembelajaran waktu Rabu tersebut adalah pembelajaran terikat.
Pesan yang paling berkesan bagi kami dari Abuya syekh muda Ali Imran Hasan adalah.
HIDUP KITA BELAJAR DAN MENGAJAR
artinya dunia ini kita dua saja kalau tidak pandai mengajar, maka kita belajar....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
