JANGAN DUSTAI DAN SAKITI DIA
Pembeli adalah raja, berarti penjual adalah anak buah raja. Jika raja tidak mau maka anak buah tidak bisa memaksa, jika raja mau anak buah tidak bisa menolak. Apakah benar slogan ini kita praktekkan sebagai pembeli dan penjual? Sebagian kita mungkin bangga dengan slogan ini jika kita sebagai pembeli tapi jika kita sebagai penjual mungkin kita kurang mau menerima slogan ini. Hidup dalam perdagangan tidak selamanya kita pembeli terkadang kita ada juga penjual. Untuk merasakan enaknya pembeli maka cobalah menjadi pembeli juga sebaliknya jika ingin merasakan susah nya sebagai penjual maka cobalah sebagai penjual. Ada beberapa percakapan yang kita temui di pasar seperti ini...
A. Seorang penjual dia tabah dan sabar menunggu orang yang akan membeli barang nya. Terkadang ada orang bertanya saja berapa ini satu di jawab oleh sipenjual 5000 karena sipembeli tidak mau atau tau berapa harga biasanya dia tidak menawar dan pergi saja dengan tidak menawar dan mengucapkan apa apa ke sipenjual. Dengan suara yang rendah sipenjual mengatakan tawar lah buk berapa ibuk mau karena sipembeli merasa raja dia diam dan pergi begitu saja...ini kita harus hati hati dengan sikap pembeli seperti ini, sebab sipembeli sudah menyakiti hati penjual karena tidak menawar dan mengatakan sesuatu kepada penjual. Padahal hak penjual sudah di katakan berapa harganya jika kita memang tidak bisa menawarnya katakan dengan kalimat sopan maaf ya buk jika harga seperti itu tidak bisa aku tawar terimakasih ya buk, kata seperti ini menyenangkan penjual. Ingat jangan DUSTAI dia dengan menyakiti hati penjual.
B. Seorang pembeli berjalan dengan tergesa gesa untuk masuk ke dalam pasar, sebelum masuk ke pasar ada penjual buah sayuran dan hasil pertanian nya sendiri di pinggiran jalan yang beralasan plastik dan beratap kain apa adanya, karena tempat berdagang nya sering kena rahasia oleh penjaga pasar karena tempat berjualan hanya bersifat sementara atau beberapa waktu saja.kita sipembeli lewat didepan Nya sambil menyapa sipenjual kepada yang lewat tadi Bu belilah pisang atau sayur saya ini bu terkadang dengan santai ibu menjawab ya pk nanti ya saya kedalam dulu. Hati sipenjual tadi sudah ada harapan nanti ibu ini akan membeli pisang atau sayur saya. Penjual tadi menunggu kedatangan kita yang sudah berjanji, namun terkadang memang kita keluar pasar kelihatan oleh kita sipenjual tadi tapi kita sengaja menjauh dari penglihatan penjual supaya kita jangan kelihatan, jangan DUSTAI dia sebab dia penjual menunggu dengan sabar....
C. Tempat penjualan sayur dan alat makan harian di pasar bisa di pilih sesuka kemauan pembeli karena banyak Nya berderetan. Si pembeli bebas memilih nya, terkadang kita yang membeli sudah hampir membeli sayuran yang kita tawar ternyata di samping nya kelihatan lebih bagus lagi dan kita sipembeli bertukar arah saja ke tempat penjual yang satu lagi... ingat jangan sakiti hati penjual pertama karena kita masih belum selesai urusan pembelian nya.... terkadang ini banyak kejadian seperti ini, itulah nasehat Rasulullah jangan kamu tawar barang yang belum selesai orang yang pertama untuk membelinya...
D. Harga di pasar terkadang murah dan terkadang mahal sesuai dengan kondisi pasar. Jika barang langka kebutuhan orang' banyak barang tersebut naik harganya, juga begitu sebaliknya jika barang barang banyak di tambah kebutuhan kurang maka harga akan murah. Terkadang pembeli baru tiba di pasar langsung di tawar satu barang karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang dia beli maka di tawar lebih separo dari harga tawaran... jangan sakiti hatinya terkadang modalnya memang mahal maka dia menjual mahal juga....
Banyak lagi yang lain kita jumpai di pasar yang menyakiti dan mendustai penjual. Untuk itu berhati hatilah kita sebagai pembeli walaupun kita di juluki sebagai raja...
Batusangkar September 2020
By
Yonnedi. M
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
