KENANGAN DI MASA SANTRI
Sambungan dari
KENANGAN DI MASA SANTRI
1992
Acara rutin khutbahtul iftitah di pondok pesantren Nurul Yaqin di laksanakan setiap tahun. Sebelum pelaksanaan acara osip ( organisasi santri intra pesantren ) menentukan siapa panitia. Persyaratan panitia adalah santri yang telah melaksanakan khutbahtul iftitah di pondok pesantren Nurul Yaqin, di utamakan santri yang terbaik tahun' sebelumnya. Sebanyak 20 orang panitia termasuk anggota osip didalamnya. Penulis terpilih sebagai panitia karena tahun sebelumnya menjadi peserta terbaik. Osip mengumumkan bahwa panitia khutbahtul iftitah mengadakan rapat malam Minggu di kantor osip. Pada malam Minggu tersebut kami mengadakan rapat pertama untuk menentukan pembagian tanggung jawab. Maka penulis wajty itu di amanah kan di lapangan yaitu sebagai komandan pleton. Kami terpilih 4 orang pa dan 5 orang Pi sebagian teman ada yang sama belajar di man lubuk Alung. Sebab kami waktu itu ada yang belajar siang' di man lubuk Alung. Tugas kami di lapangan sebagai melatih berbasis dan gerak jalan dengan berpakaian tentara seperti gambar di atas.
Pada malam perkenalan untuk mengambil kartu peserta kami yang 9 orang tersebut bertugas untuk menguji mental peserta. Dalam ruang tersebut di buat seperti jalan menuju pengambilan kartu melewati satu persatu yang berpakaian preman dan tentara. Berbagai pertanyaan dan menghardik peserta bahkan memukul meja supaya peserta tersebut kuat mental nya. Penulis masih ingat ada peserta ini sudah menangis sebelum pemeriksaan sebelumnya saat itu penulis bertanya dengan nada rendah tidak menghardik nya, kenapa menangis di jawab oleh peserta saya belum pernah di hardik dan di bentak bentak oleh orang tua Dan kakak saya di sini lah saya di bentak Dan di hardik di pukul meja, penulis jawab wsjtuy itu ini cuman latihan mental sebenarnya kakak itu baik semua lanjutkan ya banyak lagi kakak yang akan di lewati. Penulis memberikan semangat kepada peserta supaya jangan patah semangat atau menduga yang tidak baik dalam acara tersebut. Padahal tujuan acara pengambilan nomor tersebut adalah untuk menguji mental dan kedisiplinan peserta santri baru. Ada juga yang melawan waktu itu dia sudah kelas 4 dia masuk baru di pondok dia merasa sudah besar di perlakukan seperti anak anak dia tidak terima. Ditanya oleh panitia dia menjawab saya kesini bukan untuk di uji mental nya tapi mengaji dengan Buya, terjadi keributan Dengan panitia sehingga di bawah lah peserta tadi untuk di amankan di ruang panitia. Banyak kejadian nya malam itu ada yang takut tidak mau ikut masuk keruang pengambilan nomor peserta, ada juga yang ketawa kecil karena dia tau bahwa ini acara biasa saja.
Dalam satu pleton tersebut ada Penanggung jawab nya 2 orang', penulis bisa siang melatih peserta sebab penulis pagi belajar di man lubuk Alung. Siang penulis menemui peserta di lapangan penulis berpakaian tentara semua peserta sudah bersiap menunggu aba aba dari komandan pleton. Terbayang oleh penulis setahun yang lalu kepala pleton menyiapkan barisan siapa yang salah di hukum' tapi penulis tidak akan balas dendam. Kami berlatih berbaris dan gerak jalan, santri di kelompok kami memang kecil kecil semua nya baru tamat sekolah dasar sehingga susah juga melatihnya. Yang paling berkesan adalah dia tidak bisa jalan tegab tangan nya tidak terbiasa sehingga dia berjalan tegab itu tidak seimbang orang biasa nya kaki kiri di depan tangan kanan di depan dia tidak bisa sering dia dapat hukuman tapi dia mau di hukum. Banyak lah kenangan menjadi ketua pleton di grup tersebut. Sore harinya semua pleton berkumpul untuk menampilkan bakat masing masing peserta di kelompok kami ada yang mahir pantonim ada juga yang hebat' dakwah dan ada juga nyanyi. Semua bakat di tampil kan' kakak senior melihat penampilan peserta untuk di nilai dijadikan peserta terbaik.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
