KENANGAN DI MASA SANTRI
Bertahun tahun jadi santri tentu banyak kisah dan kasih yang di lewati di masa jadi Santri. Seorang santri masuk ke pondok pesantren mempunyai kenangan yang tak pernah terlupakan. Kisah santri yang sekarang sangat berbeda dengan ssntri tahun 90 an. Sekarang santri masuk ke pondok pesantren sama saja dengan masuk ke sekolah biasa karena tidak mengadakan ujian mental, mungkin sebagian pondok pesantren ada juga mengadakan acara perkenalan cuman sekedar berkumpul Dan acara biasa. Sebab dengan keluarnya peraturan tidak boleh mengadakan acara berlebihan untuk santri baru' seperti perpeloncoan dan kekerasan. Maka banyak acara di buat seperti dialog acara Goro bersama nyanyi bersama dan acara gembira lainnya.
Penulis akan menulis kan pengalaman waktu masuk pertama di PPNY pondok pesantren Nurul Yaqin ringan ringan pakandangan Padang Pariaman. Sebelum pembelajaran di mulai di pondok tersebut di adakan acara khutbahtul iftitah untuk anak baru. Kejadian ini dari tahun 1991 sampai 1995. Dari penulis sebagai peserta sampai menjadi ketua osip di pondok pesantren tersebut. Penulis khusus menulis kan tentang acara khutbahtul iftitah setiap tahunnya. Penulis menuliskan sesuai ingatan penulis saja dan pengalaman yang penulis rasakan.
Tahun ajaran 1991/1992
Penulis menjadi peserta untuk khutbahtul iftitah pada malam pertama diadakan acara uji mental dalam lokal panitia menanyakan asal dan pertanyaan yang lain sambil menghardik dan menggertak peserta, bahkan disirami Dengan air bahkan ada Juga di pukuli meja seperti marah' marah. Acara uji mental ini banyak peserta yang menangis tujuan nya mendapat kan nomor peserta dari panitia. Di pagi harinya di buat pleton masing masing ada kakak yang berpakaian tentara. Kakak tersebut mengajarkan baris berbaris jika kita salah langsung di hukum baik dengan mengulangi sendiri atau dengan memukul tapi tidak keras. Sore hari nya berkumpul bersama baik yang santriwan dan santriwati untuk mencari bakat dan minat. Ada yang menampilkan nyanyi ada yang menampilkan pantonim dan lain sebagainya. Malam hari minta tanda tangan sama kakak senior, meminta tanda tangan tersebut banyak permintaan kakak senior tersebut mendapat kan satu tanda tangan senior susah sekali. Nanti siapa yang terbanyak mendapatkan tanda tangan akan diberikan hadiah oleh panitia. Acara khutbahtul iftitah tersebut di laksanakan 3 hari tiga malam. Acara baris berbaris, mencari bakat dan pendekatan dengan senior dan Acara penutupan di malam hari. Sebelum acara penutupan di sore di adakan acara tiarapan di sungai yang kecil, seluruh peserta di masukan ke sungai kecil yang ada airnya peserta di tiarapan sambil merayap di lumpur tersebut. Setelah berlumpur di masukan ke sungai yang bersih. Dalam kondisi basah di bawah ketempat yg kering dan berputar putar di atas rumput. Acara tersebut mengasikkan dan melatih mental, jika sekarang dilakukan ke santri baru mungkin pesantren nya langsung di tutup pemerintah.
Malam penutupan ada ratu ada raja, ada juga drama dari peserta. Yang raja di ambil dari yang terbaik dari peserta laki laki ratu dari peserta yang terbaik dari perempuan, juga ayah dsn ibu sekaligus. Penulis terpilih jadi raja dan ayah. Malam penutupan tersebut semua panitia di kumpulkan baik panitia inti maupun panitia biasa, malam tersebut raja Dan ratu menjadikan panitia sebagai rakyat nya. Maka raja memberikan itruksi ke rakyat nya . masih ingat penulis waktu itu raja memerintahkan keseluruhan panita tersebut untuk bertiarap, membariskan PBB jika salah panitia di hukum' juga, raja dsn ratu menghukum panitia pada malam penutupan tersebut. Bukan balas dendam cuman melihat kan kepada yg terbaik dalam acara khutbahtul iftitah untuk menghukum panitia. Setelah Acara drama raja vdan ratu, ayah dan ibu untuk menghukum panitia, maka acara di tutup malam itu dengan api unggun bersama dengan lantunan ayat suci dan puisi bagaimana nasib orang tua d kampung gunanya untuk menyadari bahwa tujuan kita ke pondok pesantren hanya menutut ilmu. Sebelum subuh kami bersalaman seluruh nya baik peserta panitia dan kakak kakak senior.
Bersambung.....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
