KISAH BATU HAMPARAN DI MAKAM SYEKH BURHANUDDIN ULAKAN
Kisah ini dapat oleh penulis dari salah seorang guru penulis waktu menjadi santri pondok pesantren Nurul Yaqin ringan ringan pakandangan Padang Pariaman pada tahun 1994
Oleh
Yonnedi.M
Sore itu hujan sangat derasnya sampai berkilau kilau petir dan kilat sayut sambung menyambung, dengan keadaan seperti itu membuat penjaga kuburan tiga orang yaitu ramli 45 tahun sidi nali 45 tahun dan nazar 42 tahun ketiganya mendingin dan ketakutan di sore hari itu. beliau bertiga ini ketakutan sambil merapat ke pagar kuburan sekali kali dia lihat ke atas kelihatan petir dan awan hitam di sekitar kuburan syekh burhanuddin. biasanya hujan dan kilat seperti biasa tapi pada sore itu luar biasa tidak pernah dia menyaksikan petir dan kilat seperti itu sehingga dia ketiganya menggil kedingan dan ketakutan sampai dia menganggap akan ada kejadian sesuatu pada kuburan syekh burhanuddin. ternyata benar kejadian nya mereka bertiga di kejutkan oleh suara petir yang sangat keras dan diiringi oleh cahaya putih yang sangat bersih dari arah barat dengan kecepatan yang luar biasa cahaya itu bergerak kepada mereka bertiga sehingga mereka memperhatikan cahaya tersebut akhirnya cahaya putih tersebut terhenti di depan kuburan syekh burhanuddin dan berkoncang sekiling kuburan seperti gemba suasana kuburan terang benderang sesaat dan hujan sudah mulai berhenti. Kejadian tersebut membuat ketiga orang ini terkejut dan menduga ada kejadian yang aneh di kuburan tersebut sambil mengucapakan syahdat dan istiqfar. mereka bertiga memutuskan tidak masuk ke lokasi kuburan magrib itu karena hari sudah malam mereka memutuskan besok pagi akan melihat ada apa di sekitar kuburan tersebut.
Pagi hari baru mereka lihat kejadian yang menimpa kuburan syekh burhanuddin tersebut memastikan barang apa yang terjatuh di bawah oleh cahaya dan suara petir yang dahsyat tersebut. setelah dilihat dan diperikasa ternyata terlihat sebelum makam kelihatan batu sebesar batu penggiling lado (Cabe) berbentuk pipih seperti meja kecil seolah olah diletakkan baik baik oleh manusia. kejadian seperti ini dilaporkan kepada kepada tuanku lunak bustamar salah seorang keturunan chatib idris orang yang setia dengan syekh burhanuddin, namun tuanku lunak bustamar tersebut mendapatkan berita dari yang bertiga tadi dia tersenyum dan dia berkata sebelum ini saya sudah mendapatkan isyarat melalui mimpi yaitu bahwa akan datang sebuah batu kemakam ini batu itu merupakan bukti nyata kesungguhan syekh burhanuddin dalam memerangi hawa nafsu keduniannya ketika memperdalam ilmu agamanya di aceh dengan syekh abdul rauf. Dia menceritakan kisah batu yang datang tadi sore tersebut.
beberapa ratus tahun yang lalu syekh burhanuddin baru menamatkan pelajaran agama dengan syekh madinah untuk memperdalam ilmu agamanya maka syekh burhanuddin ke aceh menemui abdul rauf sesuai dengan pesan syekh madinah, sebelum bertemu dengan syekh abdul rauf, syekh abdul rauf sudah mendapatkan firasat akan datang seorang pemuda yang ingin mempelajari ilmu agama. Dengan ketekunana dan kepintaran syekh burhanuddin sehingga dia terkenal dengan baik hati dan penyayang baik kepada teman apalagi keada grunya. Sehingga banyak orang tua ingin mengambil syekh burhanuddin menjadi minantu namun ditolak dengan baik oleh syekh burhanuddin. Melihat kondisi ketaatan dan kesolehan syekh burhanuddin maka ada niat dari gurunya untuk menguji keimanan syekh burhanuddin tersebut.
pada suatu malam yang gelap gulita syekh abdul rauf meninggalkan syekh burhanuddin dengan anaknya bernama halimah, halimah seorang anak gadis dewasa setelah diberikan informasi untuk menggoda syekh burhanuddin malam itu. padahal syekh abdul rauf tidak pergi jauh dalam rumah tersebut dilihatnya syekh burhanuddin tidur di bawah tempat tidur anaknya sehingga rambut halimah panjang dan sikap halimah manja sebagai seorang penggoda halimah sudah diajarkan bersipat baik dan sopan saja, namun karena berduan dengan perempuan di malam hari satu kamar dan tidur berdekatan di saat itu timbul nafsu syekh burhanuddin namun dia lari ke halaman meninggalkan halimah setiba diluar rumah dia mengambil batu tanpa berfikir panjang di ambil batu tersebut langsung memukulkan kepada alat pitalnya tersebut pada saat itu juga syekh burhanuddin pingsan berdarah darah baru datang gurunya syekh abdul rauf mendoakan supaya sehat sehat saja. namun tidak berfungsi lagi untuk keturunan sebagaimana mestinya, lebih kurang 5 tahun yang lalu batu sejarah ini yang bersipat gaib dan didatangkan dari aceh sebagai bukti doa gurunya menguji syekh burhanuddin berhasil lolos dari ujian yang diberikan oleh gurunya tersebut. maka batu tersebut lah yang sampai kedepan kuburan syekh burhanuddin. maka disebut batu itu sekarang denga batu hamparan karena membunuh hawa nafsu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
