PEMIMPIN DIMATA ORANG SUFI
Pemimpin adalah seorang yang mempunyai kebijakkan dengan kebijakkan tersebut bisa menjadi baik dan bisa juga menjadi tidak baik. seorang pemimpin berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi yang dipimpinya. bermacam gaya kepemimipin yang dipunyai oleh seorang pemimpin tujuan adalah supaya apa yang dipimpinnya berhasil. Orang sufi adalah orang yang sangat mengutamakan ibadah dan jauh dari kehidupan dunia. dalam tulisan ini penulis akan menceriatakan pendapat seorang sufi tentang seorang pemimipin.
Orang sufi menkiyaskan (Umpamakan) seorang pemimpin dengan perumpamaan seekor onta yang dibawah oleh seorang ayah bersama dengan anaknya yang melewati padang pasir, di padang pasir yang panas tersebut akan terjadi beberapa hal baik untuk ayah, anak dan onta tersebut. semua yang dilakukan oleh ayah dan anak tersebut terhadap onta orang melihatnya menyalahkan. perumpmaan tersebut adalah :
1. Jika ayah dan anaknya berjalan sama dengan onta di padang pasir yang panas tersebut , orang melihat akan mengatakan kenapa bodohnya orang tersebut ontanya ada kok dia berjalan kaki bersama dengan ontanya.
Seorang sufi mengatakan jika keputusan apa saja yang diputuskan oleh pemimpin tidak akan menyenagkan semua pihak. jika keputusan menguntungkan temannya dia akan dikatakan pemimpin mengutamakan temanya. seorang pemimipin akan memutuskan satu permasalahan pasti mengadakan rapat bersama denga yang lain, namun keputusan yang di ambil tersebut akan mengakibatkan kepada diri pemimpin tersebut. walaupun pemimipin tersebut mengorbankan diri dan keluarganya untuk mengambil resiko yang diputuskan namun tetap ada orang mengatakan tidak suka dengan keputusan tersebut. betapa banyak pemimpin mengorbankan anak dan istrinya untuk kemanjuan satu organisasi yang dipimpinya, sebutkan saja waktu untuk anak dan istri tidak banyak lagi. namun pengorbanan tersebut tidak akan dilihat dan dijadikan alasan oleh orang lain untuk mengikuti semua kebijakkan kita. kebijakan memang tidak akan menyenangkan semua pihak, ini adalah resiko seorang pemimpin. jangan berharap semua senang dengan kebijakkan kita. sidirian seorang sufi tersebut walaupun pengorbanan seorang pemimpin untuk keluarga dekatnya namun tidak akan menyebabkan orang lain kasihan dan mengikuti kebijakkannya.
2. Jika ayah dan anaknya menaiki onta di padang pasir yang panas, orang melihat mengatakan alangkah tidak kasihan orang tersebut jelas hari panas dia naik di atas punggung onta.
Seorang sufi memberikan sindirian kepada pemimpin, apasaja yang kita katakan tidak akan menyenangkan semua orang, apalagi yang kita katakan tersebut tidak benar atau tidak sesuai dengan kenyataan yang telah kita perbuat. namun yang jelas apa saja yang dikatakan dan ditulis oleh seeorang pemimpin tidak akan menyenangkan semua pihak. seorang pemimpin berhak mengtakan apa saja sesuai dengan pemikiran dan kesimpulan bersama atau secara pribadi, namun ingat kata kata dan tulisan seorang pemimpin tidak akan menyenagkan semua orang. sebuah contoh yang jelas saja sudah di sepakati bersama bahwa kita besok ada acara dan kita berkewajiban untuk hadir. perkataan pemimpin yang sekecil ini tidak menyenangkan semua orang yang hadir baik alasan keluarga maupun alasan usulan mereka tidak diterima. apalagi membicarakan sesuatu yang tidak diputuskan secara bersama. perkataan bersama dan kesepakatan yang disampaikan oleh pemimpin tidak akan menyenangkan semua orang. maka diibaratkan oleh seorang sufi kita naiki onta di padang pasir yang panas. semoga apapun yang pemimpin katakan sehingga tidak menyenangkan semua pihak jangan menjadi hambatan untuk memimpin sebab ini memang sudah suratan pemimpin tidak semua orang senang dengan perkataan pemimpin tersebut.
3. Jika ayah menaiki anaknya keatas punggung onta di padang pasir yang panas, orang melihat akan mengatakan anaknya tidak kasihan kepada ayah nya yang berjalan kaki dan tidak kasihan kepada onta yang panas di naiki oleh anknya.
sindirian seorang sufi kepada pemimpin adalah walaupun pemimpin tersebut mundur satu langkah demi kemajuan organisasi, seorang pemimpin mengorbankan dirinya untuk memajukan yang dipimpinya namun orang tetap mengatakan mencarai kelemahan dan kekurangan apa yang telah dipimpinnya dengan perbandingan sebelumnya. untuk itu jangan lah bangga seorang pemimpin dalam keberhasilan yang telah dia perbuat, sebanyak apapun keberhasilan nya namun itu tidak akan dipandang berhasil oleh semua orang pasti ada yang mengatakan tidak ada perubahan dari yang dulu bahkan ada yang mengatakan dia tidak berbuat apa apa. kebanggan seorang pemimpin tidak bernilai bagi semua orang walaupun dia sudah ada perubahan dari bidang yang lain namun tidak semua orang menilai kerhasilan seorang pemimpin tersebut. Pengorbanan seorang pemimpin tidak akan bernilai oleh sebagian orang. inilah sindirian seorang sufi diibaratkan anaknya dinaiki dipunggung onta dalam perjalan di padang pasir. Seorang pemimpin tidak boleh patah semangat mimpin jika ada orang mengatakan belum berbuat apa apa sebab dari dulu memang sudah di kisahkan oleh seorang sufi jika jadi pemimpin harus siap menerima ketidak senangan sebagian orang kepada pemimpin tersebut.
4. Jika ayah menaiki punggung onta sementara anaknya dibiarkan berjalan di padang pasir, maka orang akan mengatakan ayahnya tidak punya otak sudah jelas hari panas anak berjalan kaki dan ayahnya naik di punggung onta.
Seorang sufi memberikan sindirian kepada pemimpin sebaik apapun akhlak dan sikap kita di masyarakat tetapi jika ada kesalahan satu kali orang akan sering mengingat kesalahan yang sedikit tersebut. seorang pemimpin akan di lihat oleh orang banyak baik perkataan sikap dan bahkan ibadahnya. jika semaunya baik orang akan berusaha mencari kesalahan seorang pemimpin walaupun sedikit. pemimpin juga manusia tidak akan luput dari kesalahan namun pemimpin yang bersalah akan lebih berat hukumannya di tengah masyarakat bahkan akan berlaku hukum ketidak percayaan kepada pemimpin tersebut. jika kepercayaan sudah hilang kepada seorang pemimpin akan menimbulkan kemunduran dalam organisasi tersebut. untuk itu berhati hatilah seorang pemimpin untuk bersikap dan beribadah untuk menkaga kepercayaan masyrakat. pemimpin yang tidak salah akan dicarikan oleh orang lain kesalahannya apalagi jika pemimpin tersebut benar benar melakukan keslahan.
Orang ahli tasauf yang dikatakan dengan sufi memberikan peringatan kepada pemimpin dengan sindirian yang diumpamakan seekor onta dan beserta ayah dan anaknya di padang pasir. ini menjadi pemahaman yang mendalam bagi kita bahwa mejadi pemimpin tersebut amat berat sekali. kita akui pemimpin tersebut amat berat karena pemimpin mempunyai kewajiban melaksnakan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat kepadanya. memang tidak enak jadi pemimpin di akhirat juga bertambah tanggung jawab kita seorang pemimpin yaitu kemana amanah masyarakat didunia kita berikan. Semua kita sebenarnya pemimpin dalam keluarga pemimpin jika belum keluarga pemimpin untuk diri sendiri. janganlah bercita cita jadi pemimpin jika tidak sanggup mendengarkan hinaan dan sindirian orang, kita lihat dan kita dengar hari ini berapa banyak pemimpin kita di hina di caci maki bahkan dikatakan pemipin tidak punya otak dan lain sebagianya. resiko jadi pemimpin memang berat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan