SENYUMANNYA KEBAHAGIAN KITA
Banyak anak yang sukses terlahir dari petani dan pedagang. Seorang petani mencari uang dengan keringat nya tanpa bisa memikirkan di mana bisa dia korupsi. Setiap harinya dia pergi bertani baik di sawah maupun di ladangnya. Dia tidak banyak bicara soal indahnya mall bagusnya tempat wisata apalagi enaknya tidur di hotel. Hari hari Nya di habiskan untuk menyelesaikan kebun atau sawahnya. Dia berusaha menjaga bibit yang di tanam nya supaya jangan di ganggu oleh hama bahkan dia mau tidur di ladang atau di sawah nya demi menjaga hama yang akan mengganggu kebunnya. Yang paling menyedihkan hasil kebun belum bisa menghasilkan namun anak sekolah atau kuliah minta uang untuk keperluan sekolah atau kuliah. Orang tua kita yang petani tidak habis akal dia berusaha mengutang uang untuk keperluan anaknya. Walaupun hasil ladang atau sawahnya setelah di jual nanti habis untuk membayar hutang. Dia mengutamakan uang keperluan anaknya tercukupi biarlah dia makan apa adanya. Terkadang anaknya pulang dari kuliah satu kali dalam satu bulan dia jarang juga membawa anaknya ke kebun sering dia mengatakan biar ibu dan bapak saja ke ladang kamu di rumah saja. Mereka tidak memberatkan anaknya biar dia mengerjakan pekerjaan yang berat asalkan anaknya sukses dalam menuntut ilmu. Bahkan dia sering berdusta demi anaknya, seperti dia Belum beli baju dan belum beli apa apa dia mengutamakan anaknya. Begitu seorang orang tua petani membahagiakan anaknya.
Seorang pedagang dia lelah menunggu pembeli bahkan hujan dan panas dia tetap tabah dan sabar menunggu. Terkadang bahan dagangannya dia sendiri yang menanam dan memelihara bersama di keluarga terkadang suaminya yang memelihara hasil ladang nya istri yang menjual di pasar. Seorang pedagang merasa bahagia jika sore harinya nya semua yang dijualnya habis dan membawa uang sekedar untuk makan keluarga serta biaya anak sekolah nya. Tetapi di saat-saat penjual kurang dagang nya tidak terjual apalagi dagangan nya sayur dan buah buahan yang cepat rusak, namun di saat itu datang surat dari anak sekolah atau kuliah untuk minta uang kuliah atau uang sekolah ibu pedagang tersebut mengusahakan uang keperluan anaknya tersebut.
Apapun pekerjaan orang tua kita pasti mempunyai resiko namun dalam resiko tersebut jika anaknya minta uang keperluan sekolah maka orang tua kita tetap mengusahakan nya. Kita tidak akan membedakan prosesi orang tua masing masing. Tapi yang jelas keberhasilan kita hari ini tidak terlepas dari pengorbanan orang tua kita masing masing.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
