20 TAHUN' MENJADI GURU
OLEH
YONNEDI. M, S.Ag, M.Pd
Menjadi guru bukan mudah, sebab menjadi guru datang dari hati nurani seseorang. Walaupun latar belakang kita tidak seorang guru dalam pendidikan, sebagai tamatan non pendidikan. Seperti penulis latar belakang nya fakultas syari'ah yang berbeda dengan fakultas tarbiyah. namun dengan semangat ingin mendidik anak bangsa pada tahun 2000 tamat dari kuliah langsung mengajar di kampung halaman. mengajar pertama sampai terakhir sekarang adalah, dimulai di smp 2 atar, SD 2 padang ganting, MA PP thawalib tanjung Limau, Mts Thawalib Tanjung Limau dan MA PP alharbi pabalutan. penulis akan menuliskan kisah dengan murid dari setiap yangmengajar di lokasi tersebut di mulai dari lokasi yang pertama, insya allah akan berlanjut lokasi mengajar berikutnya. dalam tulisan ini penulis akan menceritakan beberapa murid yang pernah belajar dengan penulis. mohon maaf kepada murid yang lain jika tidak tersebut dalam tulisan ini, sebab semua murid hari ini sudah menjadi sukses semua. penulis bukan membedakan murid namun yang teringat dan supaya pokus dalam penulisan ini. maka penulis mengabil satu atau dua orang dalam tingKatan tempat mengajar.
1. SMP 2 ATAR
SMP 2 atar tempat pertama penulis menjadi guru setelah di wisuda di fakultas syariah IAIN imam bonjol Padang yang sekarang sudah menjadi UIN padang. pertama berdiri di depan murid memang agak grogi berbeda berdiri didepan jamaah, walaupun kita bisa bercerita panjang didepan jamaah pengajian namun didepan murid berbeda kita di hadapkan dengan materi yang akan disampaikan dan akan dituntaskan. penulis mengajarkan sejarah, geografi dan ekonomi yang berbeda dengan latar belakang penulis yaitu syariah dan agama. setiap pembelajaran penulis terus menerangkan seperti didepan jamaah sehingga murid banyak juga yang suka dan ada juga yang kurang suka dengan sistim menerangkan berupa ceramah tersebut. tiga hari dalam satu minggu tetap pergi ke smp 2 atar dengan niat untuk mencerdaskan anak bangsa. begitu banyak siswa di smp 2 atar semuanya berbeda beda untuk menuntut ilmu ada yang berkeinginkan sekedar belajar saja karena kekuatan himbaun batinnya untuk pergi merantau. ada yang sampai tamat kelas tiga di smp tersebut ada juga yang tiga minggu di smp dan pergi merantau. pagi hari berjumpa dengan siswa sangat mengasyikkan karena siswa tersebut berkeinginan menjadi sukses kejenjang selanjutnya. keinginana siswa yang ingin berhasil dengan yang tidak mungkin sangat banyak yang ingin berhasil daripada tidak berhasil, dalam artian masih banyak keinginan belajar daripada keinginan pergi merantau.
Seorang siswa yang akan berhasil sudah kelihatan disaat dalam pembelajaran berlangsung di lokal. ada seorang siswa yang bernama DS, siswa ini sangat rajin sekali baik dalam membuat tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Ds ini siswa yang biasa saja dari perekonomian orang tuanya tidak orang kaya dan tidak juga orang miskin namun dikatagorikan siswa yang kurang mampu orang tuanya dalam pendataan di sekolah. dalam pembelajaran giografi sejarah dan ekonomi siswa DS ini sangat pendiam dia tidak suka bertanya namun dia suka mencatat dan menulis kedepan. di saat diskusi dia sering menulis soal saja dan yang menjawab adalah teman teman yang lainnya. waktu ujian dia tidak suka juga melihat temannya dia menjawab sendiri jika ada teman yang mau mencontohnya dia tidakjuga melarangnya. siswa DS ini lebih sopan dari siswa yang lain walaupun dia tidak mendapatkan nilai tertingi di lokal itu tetapi akhlaknya sangat baik sekali. pada suatu hari DS sedang bermain di luar lokal disaat istirahat penulis lewat disaat lewat tersebut DS sendirian yang menyalami yang lain diam saja, disini kelihatan akhlak Ds ini. setiap bertemu dengan gurunya dia selalu tersenyum dan menyapa gurunya, sehingga guru waktu rapat majlis guru mengatakan DS ini siswa yang baik dan sopan.
DS ini juga terpilih untuk mewakili sekolahnya untuk pertandingan pidato agama antar sekolah di kecamatan, kebetulan penulis yang melatihnya. setiap puylang sekolah DS berlatih dengan penulis dari mukadimah sampai kepada isi pidatonya. masih teringat oleh penulis dia memasukan kata kata dia yang mengusulkan tambahan teks pidatonya dengan "" waktu sore sambil menunggu berbuka pusa sambil menonton televisi kita baca quran dan bersyikir sambil menunggu berbuka puasa''' kata kata ini tetap penulis masukkan dalam teks pidatonya. kelas tujuh sampai kelas 9 DS tetapmelanjutkan pembelajaran di smp 2 atar waaupun sebagian temannya sudah ada yang pergi merantau ke jawa, pernah satu kali penulis menayakan kepada DS, apakah kamu ingin juga meranatu seperti teman teman yang sudah banyak pergi di jawab oleh DS sekarang belum lagi besok mungkin ia" penulis menesehati DS tamat kan sekolah dulu kapan perlu kuliah nanti ya jawab DS dengan penuh senyuman insya Allah pak.
Banyak kisah yang lain di smp 2 atar ini selain dari DS ada juga NC, seorang siswa yang pintar dia selalu dapat juara umum darikelas satu sampai kelas tiga di smp 2 atar ini. NC orangnya memang pintar dia sibuk belajar dan termasuk juga orang tuanya menengah keatas. dalam kelas NC ini memang siswa yang aktif dalam pembelajaran sejarah, ekonomi dan geografi. setipa pembelajaran NC ini selalu bertanya baik dalam diskusi maupun dalam pribadi bertanya kepada gurunya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
