YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
20 TAHUN MENJADI GURU ( MA PP ALHARBI PABALUTAN )

20 TAHUN MENJADI GURU ( MA PP ALHARBI PABALUTAN )

Oleh

Yonnedi. M, S.Ag.,M.Pd

MA PP modern Al harbi salah satu tempat penulis mengajar lebih kurang 8 tahun mulai dari awal berdirinya. Banyak kisah dan kenangan di MA PP modern Alharbi pabalutan, sengaja penulis tampilkan gambar mesjid di alharbi karena masjid tersebut dibangun di saat penulis menjadi guru di MA alharbi tersebut. ceritanya mesjid ini dinamakan esjkd hamba Allah tiga tingkat jika dari temapat wuduknya di bawah empat tingkat berdiri dengan mewah dan bentuk mesjid di mekah, sekarang mesjid tersebut sudah selesai dibangun. bentuk mesjidnya sama dengan mesjid di arab. penyebab nama mesjid ini hamba Allah karena yang membangun mesjid ini satu orang saja sehingga tidak mau disebutkan namanya. mesjid hamba alllah ini temapat aktifitas santri MA PP alharbi sekarang. MA alharbi ini sebuah pondok pesantren yang terdiri dari MI,MTs dan MA dalamnya, penulis menyebiutkan MA karena penulis mengajar di MA saja. maka masyrakat banyak yamg mengenal degan sebutan Pondok Pesantren Alharbi Pabalutan. penulis juga mengadakn penelitian tesis di pondok Pesantren Alharbi ini.

Kisah berdirinya masjid hamba Allah ini, disini penulis tulisan sedikit karena pernah penulis bertanya dengan orang yang bertanggung jawab tentang berdirinya masjid hamba allah ini beliau orang bukit tinggi sudah lama tinggal di arab. waktu bicara sama dengan beliau waktu itu dia menceritan latar belakang berdirinya masjid itu, pertama dia orang arab tersebiut ingin membangun mesjid yang akan dipergunakan oleh santri dan yang berada di pelosok sehingga masjid tersebut nanti akan di pergunakan oleh masyarakat dan santri. dalam pembicarannya waktu itu dia menawarkan tempatnya di batusangkar waktu itu ada tanah wakaf di sini yang sedang mendirikan pondok pesantren. pembicaraan dengan beliau dia mau untuk membangun masjid disini dengan syarat seluruh biaya dan model masjid beliau yang menanggung dan menentukan. sehingga semua baiya berapa saja dia yang mengirimkan dari arab, bentuk masjid juga dia yang menentukan sehingga masjid yang berdiri sekarang hampir sama dengan masjid yang berada di mekah. ini sedikit pengetahun penulis tentang masjid hamba allah yang berada di pondok pesantren alharbi. mesjid tersebut sangat membantu proses pendidikan di pondok pesantren tersebut di lantai pertama untuk beribadah lantai dua untk kantor dan lantai tiga untuk kegiatan lainnya. semoga hamba allah yang membangun masjid tersebut di berikan kelapangan rezki oleh allah dan diterima semua amal jahariyahnya aamiin.

Penulis mulai mengajar di MA alharbi belum seperti sekarang kami mengadakan proses pembelajafran masih di ruang bambu dan beratap rombiyo. jika hari hujan kami dan santri mencari temapat duduk yang tidak kena hujan sebab atap rombiyo sudah bocor bocor. kami satu lokal tidak banyak hanya 10 orang bahkan ada yang 5 orang, namun semnagta santri sangat luar biasa. mata pelajaran waktu itu adalah ilmu kalam dan aqidah akhlak. berbeda dengan siswa SD dan SMP di MA ini santri sudah bisa kita berikan materi dan dibiarkan mereka diskusi, sehungga pembelajaran sangat asyik dalam lokal. yang masihb teringat oleh penulis waktu pe,mbahasan taqdir baik dan jahat, ada seorang santri bertanya ' bertanya satu pak jika sudah ada takdir ini untui apa gunanya kita berusaha jika saya sudah ditakdirkan bodoh ya akan tetap bodoh walauun bagaimana saya belajar" penulis mencoba melemparkan keteman penaya yang lain, jawaban mereka ' betul kita sudah ada taqdir tapi kita kan diberikan akal maka akal kita ini yang akan memikirkan mana yang baik dan mana buruk. ada juga teman satu lagi menjawab pendapat saya pak ' takdir tersebut kita yang menentukan jika kita maun kaya ya bekerja jika kita mau miskin ya kita tidak mau bekerja sama seperti belajar sekarang jika kita ingin pandai ya kita rajin tapi jika kita ingin bodoh ya malas lah. perdebatan demi perdebatan berlangsung di lokal yang kecil itu sehunga penanya belum juga fahan dengan jawaban dari teman temannya. sehingga penulkis menjelaskan kepada santri semua sehingga mereka memahami nay dengan baik.

Siswa yang pernah belajar di MA alharbi sekarang sudah banyak yang berhasil mulai dari menjadi ASN sampai kepada menjadi uztad dan kaligrafi yang handal, kebanyakkan mereka adalah menjadi guru dan sebagian ada juga yang sudah menjadi pengusha yang sukses. santri MA PP alharbi banyak yang berasal darim luar daerah seperti bukittinggi dan damsraya. yang masih ingat penulis ada seorang santri AN yang sangat pintar dan satu lagi FS kedua santri ini memang pintar ini terbukti dia menjadi hebat di perguruan tinggi dan sekarang sudah sukses menjadi ASn sebagia guru dan satu lagi sukses dengan kaliqrafi. kedua santri ini satu lokal disaat diskusi berjalan berdua ini harus dipisahkan karena mereka berdua selalu mencari permasalahan sehungga permaslahan tersebut bisa diselesaikan secara bersamaan, sebab metode pembelajaran kami waktun itu membuat makalah asesui dengan materi, sehingga satu materi satu oeang yang akan menampilkan materinya sehungga mereka bersiap siap untuk bertanya kepada teman yang tampil untuk materi tersebut. metode pembelajaran seperti ini sangat membantu mereka waktu kuliah, pernah penukis bertemu dengan santri yang sudah tamat di alharbi di kampus mereka rata rata mengucapkan terima kasih karena berkat diskusi yang bapak berikan kepada kami waktu pembelajaran ilmu kalam sangat membantu kami di kampus ini pak' terima kasih pak. sebab waktu iti penulis juga sedang mengambil s.2 di kampus yang sama. yang paling hebat juga santri FS ini juga menlanjutkan ke S.2 namun tidak satu lokal kkarena FS tamat s.1 langsung ke s.2. kami di kampus saring juga saling membantu baik tugas dan keperluan untuk madrasah. yang satu lokal ada juga santri dengan penulis yanitu santri yang pernah belajar di MA PP thawalib tanjung limau kami satu lokal, enak juga seorang santri yang pernah kita mengajarnya sekarang satu lokal untuk jenjang s.2. alhamdulilah kami berdua termasuk mahasiswa s.2 yang tamat 16 bulan atau satu setengah tahun, ini salah satu bukti juga santri dan gurunya sama sama bisa tepat waktu menyelesaikan kulah tepat waktu. banyak kisah dan pengalaman penulis di MA PP alharbi pabalutan ini dari yang senang sampai juga kepada yang susah, semua kenangan tersebut semoga menjadi amal ibadah bagi kami aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post