YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
5 POIN UNTUK MENGGAPAI KEBERHASILAN SANTRI

5 POIN UNTUK MENGGAPAI KEBERHASILAN SANTRI

Setiap tahun tempat pendidikkan berlomba lomba untuk mempromosikan tempat pendidikkannya yang lebih baik dan menjanjikan. ada yang menawarkan biaya begitu banyak dengan program yang banyak juga, ada yang menawarkan pasilitas elit dan bangunan yang mewah ada juga menawarkan biaya murah dengan pasilitas memadai. bermacam macam program di brosur ditawarkan mulai dari keberhasilan santrinya sampai kepada kehebatan guru dan pasilitas yang serba lengkap. semua tempat pendidikkan berlomba lomba untuk mndapatkan santri yang banyak, sehingga menjadi kebanggan bagi lembaga pendidikan jika dia mendapatkan santri yang banyak, mungkin akan berpeangaruh dengan dana bos atau keungan lainnya. ada juga yang menerima santri padahal lokalnya belum tersedia yang penting diterima dan soal berapa banyak dalam satu lokal tidak dipermasalakan. terkadang tempat pendidikkan yang lain lokalnya banyak kosong karena santrinya kurang mendaftar ke tempatnya. menjadi kebanggaan oleh lembaga pendidikkan jika santri banyak mendaftar ketemaptnya, namun kita belum mengetahui keberhasilan santri oleh kemewahan bangunan atau kecukupan pasilitas. banyak hasil survai mengatakan bahwa keberhasilan santri tidak terkantung kepada kemewahan dan pasilitas yang mewah. banyak juga yang mengatakan bahwa sedikit santri yang di didik akan menghasilkan santri yang berhasil karena guru mendidik mereka sering bertemu dan lagi pula bakat santri akan kelihatan karena mereka sedikit. apakah keberhasilan santri tergantung kepada kemewahan tempat atau karena banyak nya santri atau karena pasilitas mewah atau karena gedung yang mewah, ternyata semua itu hanyalah penunujang saja yang sangat penting adalah 5 poin yang harus dimiliki oleh santri tersebut 5 poin tersebut adalah :

1. KEIKHLASAN

Keiklasan disini terpokus kepada seorang santri yang sudah memilih untuk tempat menimba ilmu, jika sudah dipilih satu tempat janganlah di bandingkan dengan tempat lain baik kemewahan gedung pasilitas dan lain sebaginya. itu sebabnya pertama santri pergi kesuatu temapat harus nyaman dulu mau menuntut ilmu ditempat tersebut bukan karena sesuatu yang lain. santri datang bukan karena terpaksa atau karena di paksa baik karena keungan yang murah atau kerana pasilitas mewah atau karena lokasi nya yang dekat dan lain sebagianya. keiklasan akan membutikan keberhasilan santri beberapa bulan saja karena dalam beberapa bulan akan timbul kebosanan baik karena pembelajaran atau karena tidak enak pergaulan dengan teman atau karena tempat teman mendapatkan informasi bahwa sekolah atau mondok di sana enak, godaan yang banyak ini tidak akan mampu menggoda santri yang ikhlas sudah memilih tempat pendidikkan atau mondok. Bagaimana pun godaan dari luar santri akan tetap memilih pilihan yang sudah diputuskan pertama. keiklasan ini datang dari hati santri sendiri bukan karena paksaan dari pihak manapun, sehingga santri tersebt menikmati keindahan bersaudara dan bermain di pondok tersebut dia tidak akan meras mengeluh dan merasa kekurangan dari apapun. santri tersebut juga membagakan tempat pendidikan atau pondoknya.

2. FOKUS UNTUK KEMAJUAN

Seorang santri akan mendapatkan tantangan yang kuat di pondok pesantren, baik dari segi perpisahan dengan orang tua maupun dengan pasilitas yang berbeda di rumah dangan pondok pesantren. disinilah dituntut seorang santri untuk fokus menyesuikan dengan lingkungan asrama dan pondok, sehingga dia tidak membandingkan tempat tidur dirumah dengan diasrama dia tidak akan memandingkan tempat mandi yang bagus di rumah dengan tempat mandi di asrama dia juga tidak akan membandingkan enaknya masakan orang tua dengan masakan orang dapur di asrama dan lain sebagainya. sebagai contoh begitu ributnya orang disuatu tempat orang yang fokus tidak akan terganggu dan tidak akan menghiraukan godaan yang datang tersebut sehingga dia tidak akan mendengar suara dan hiruk pikuk tersebut. sama halnya seorang santri yang di perintahkan oleh uztadnya untuk berkeliling di sebuah tempat keramain santri tersebut di perintahkan untuk membawa satu gelas air yang hampir melimpah sedikit saja lengah air akan tumpah sehingga santri tersebut fokus ke air yang dalam gelas supaya tidak tumpah dia berhati hati berjalan dan mata santri hanya kejalan dan air tersebut sehingga dia berkeliling di tempat tersebut. sampai santri tersebut ke tempat uztadnya langsung ditanya apa yang kamu dengar di sekeliling lokasi tadi santri tentu akan menjawab '"saya tidak mendengar apa apa,' sebab dia fokus kejalan dan ke air dalam gelas supaya jangan tertumpah. begitu juga kiasan seorang santri yang fokus di pondok pesantren dia tidak akan mendengarkan godaan dari rumah dan lingkungan lainnya. apapun kemewaan yang datang dari luar santri tidak akan terpengaruh karena sudah fokus untuk menikmati keindahan dan kesenangan bersama sama dengan temannya di pondok pesantren.

3. RAJIN

Setelah niat yang ikhlas dan fokus maka yang ketiga akan muncul rajin. santri yang rajin pasti dilatar belakangi oleh karena kesenangan dan tanpa keterpaksaan di pondok pesantren. santri yang rajin idaman semua uztad dan uztazah. baik keterpaksaan seperti santri harus hafal quran satu juz satu bulan atau harus hafal doa harian bahsa dengan bahsa arab atau inggris semua ini harus ada keterpaksaan di pondok pesantren namun bagi santri yang rajin akan menjadi terdepan. temannya bermain main santri yang rajin ini akan membagi waktu dengan baik, sebab di podok pesantren waktu begitu sibuk mulai dari pembelajaran asrama pembelajaran madrasah dan pembelajaran ektra curiculer dan acara lainnya. santri yang rajin akan pandai membagi waktu dai akan mengikuti semua aturan jika ada aturan harus hafal satu minggu dia usahkan satu minggu hafal atau harus hafal satu bulan dia berusaha tepat waktu sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh uztad dan uztazahnya. santri yang rajin pasti dia tidak akan banyak melanggar aturan di asrama dan madrasah sebab dia mengetahui bahwa itu semua kewajibannya. dia tidak akan mendapatkan hukuman baik terlamabat menyetor hafalan atau terlambat piket dan lain sebagainya. santri ini akan berbuat sesui aturan yang berlaku dan akan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sehingga uztd dan uztazahnya menjadi senang kepada nya. santri yang rajin banyak sukses di pondok pesantren walaupun dia tidak pintar sebab pendidikan di pondok pesantren mengutamakan pembelajaran rutinitas. seorang santri yang rajin akan melakukan apa yang telah menjadi keinginannya untuk tinggal di pondok pesantren bukan kerajinannya menjadi keterpaksaan lagi. pertama memang berat namun setelah terbiasa akan menjadi nkmat inilah moto santri yang rajin di pondok pesantren.

4. IBADAH

Seorang santri akan menjaga ibadahnya setelah memahami pembelajaran dimpondok pesantren, namun tidak semua santri sebagian ada juga yang langsung memelhara ibadhnya karena sudah pernah mondok atau karena didikan orang tua dirumah. sebagian santria ada juga yang baru terbiasa biasa ibadah yang rutinitas dipondok pesntren baik sholat tepatb waktu atau berjamaah dan baca quran sholat duha sholat tahajjud dan lain sebagianya. semua ini akan menjadi baru bagi sebagian santri. santri yang baik ibadahnya pasti dilatar belakangi dengan keinginan yang kuat untukmeberhasilan di pondok pesntren, rata rata santri yang berhasil adalah santri yang memelihara ibadahnya dengan baik. santri tersebut tidak mau ketinggalan sholat jamaahnya tidak mau ketinggalan sholat duhanya bukan dia takut membayar denda atau hukuman namun sudah menjadi makanan rohaninya. ilmu yang santri dapat di pondok pesantren dia praktekkan dalam ibadah seperti hafalan qurannya sering dibaca dalam sholat tahajjud dan sholat duha sehingga dia menikmati hafalan ayatnya. cara berwuduk yang baik dia praktekkan juga pendeknya semua ilmunyang dia peroleh dia praktekkan dalam ibadah. bahkan ada yang pusa sunah ada juga sholat hajad dan sholat tahujjud dia ingin mempraktekkan ilmu yang dia peroleh dari uztznya. Seorang santri yang sukses tersebut sudah dilihat dari segi dia beribadah dan melaksanakan kewajibannya dipondok pesantren. semangkin rajin dia beribadah seamangkin kuat untuk menjadi sukses dan berhasil.

5. BERAKHLAK MULIA

Yang terakhir ini kunci keberhasilan santri di pondok pesantren, terutama akhlak santri terhadap uztaz dan uztazahnya. seorang santri yang hebat ibadahnya dan hebat hapalannya hebat rajin nya hebat semuanya namun tidak punya akhlak maka santri ini belum berhasil, sebab ujung keberhasilan santri adalah dari ahklak yang baik. sama denga sepatang pohon yang rimbun dan baik namun tidak berbuah tidak ada gunanya cuman untuk tempat berteduh saja bagi orang yang berteduh di bawah pohon tersebut. berakhklak yang mulia tujuan inti seorang santri bukan kepintaran, banyak orang pintar tidak punya akhlak ini tidak akan bertemu di pondok pesantren sebab akhlak yang mulia menjadi unggulan utama di pondok pesantren.

semoga anak anak kita yang sedang belajar di pondok pesantren manapun di negeri yang tercinta ini menjadikan yang lima ini untuk bahan renungan mereka, semoga dapat mereka amalkan demi kemajuan untuk masa depan mereka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post