YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CUKUP SHOLAT SAJA YANG KHUSYUK

CUKUP SHOLAT SAJA YANG KHUSYUK

OLEH

YONNEDI. M, S.Ag.M.Pd

Ibadah yang di perintah oleh sang khalik kepada makluknya gunanya tak lain dan tak bukan untuk kebaikan makluknya. sang khalik tidak akan berkurang sedikitpun jika makhluknya tidak beribadah kepadaNYA. keperluan ibadah tidak akan mempengaruhi sang khalik. seandainya se indonesia ini makluk tidak beribadah kepada sangkhalik ini tidak akan mempengaruhi dan memperhentikan sangkhalik jadi temapat ibadah. pengaruh ibadah akan kembali kepada makluk itu sendiri, sebuah contoh dia bersedekah kebaikan sedekah tersebut akan kembali dirasakan oleh makhluk tersebut. semua amal yang baik yang dikerjakan oleh makluk akan kembali kebaikannya kepada makluk itu sendiri, mulai dari dunia sampai keakhirat nanti.

Ibadah ini macamnya ada dua yaitu makhdah dan airu makhdah. yang makhdah sudah ada ketentuan dari sangkhalik dan rasulnya seperti sholat zakat haji dan lain sebaginya. ibadah airu makhdah yang tidak ada ketentuan yang tertulis dari ksangkhaloiq dan rasulNYA seperti menghubungi silaturrahim dan kebaikan di tengah masyarakat. ibadah ibadah yang telah ditentukan oleh sangkhaliq dan rasulnya jika kita tidak buat seperti itu akan berakibat fatal atau akan ditolak seperti sholat kita tidak sesui dengan ketentuaNYA maka sholat kita akan di tolak. contoh sholat subuh kita buat 3 rakaat sedangkan aturannya yang di buat oleh sang khaliq dan rasulnya 2 rakaat maka perbuatan sholat subuh 3 rakaat akan ditolak. juga seperti haji, dalam ketentuan haji tersebut di tentukan bulannya dan ditentukan temapatnya, jika orang pergi ke mekah di luar bulan yang dtentukan maka dia tidak dinamakan ibadah haji juga dia pergi di bukan yang ditentukan tapi tidak pergi ke mekah maka ibadah hainya juga di tolak. ketentuan ibadah ibadah seperti ini tidak bisa dibantah dan diskusikan bersama sama sebab ini sudah ketentuan sang khaliq. jangan juga kita fikirkan kenapa sholat subuh dua rakaat sebab waktu subuh tersebut masih pagi dan masih segar kok ndak 4 rakaat ya seperti zuhur. juga sholat zuhur kenapa 4 rakaat ya padahal waktu zuhur tersebut waktu lelah dan sudah bekerja kenapa tidak 2 rakaat ya seperti subuh. ini sudah ketentuan sang khaliq dan rasulnya tidak bisa diganggu gugat apalagi di bawah kealam fikiran dan alam kebiasaan seperti waktu zuhur dengan lelah dan waktu subuh masih segar dan kuat. tidak bisa penukaran banyak rakaat sholat dengan kelelahan dan kesegaran.

Ikut serta dalam kanca politik juga termasuk ibadah karena ini merupakan kegiatan yang akan memberikan kebaikan untuk umat, tidak ada lagi sekarang orang mengatakan kami ikuti saja yang penting kami memilih. sekarang berloba lomba masuk untuk mensukseskan jagoaanya masing masing. ada dengan cara terang terangan ada juga dengan cara sembunyi bunyi karena takut dengan atasan atau aturan yang berlaku. dulu ulama jarang mengatakan secara terbuka mengatakan pilihannya karena dia tidak mau mmemasuki ranah itu, masih teringat oleh penulis waktu di pondok pesantren nurul yaqin ringan ringan, waktu itu banyak kepala daerah yang datang baik tingkat propinsi dan kabupaten minta dukungan kepada abuya untuk dinyatakan secra terang terangan pemilihan dan mendukung beliau saat itu abuya mendukung semua nay tidak memilih dan menentukan pilihan mulai dari partai sampai kemendukung salah seorang calon, sebab waktu dulu masih memilih partai pendukung untuk memlih anggota dewan yang banyak. sekarang ulama banyak yang sudah berani menentukan suaranya kepada pribadi tertentu, kenapa hal ini terjadi apakah ulama akan ikut bertempur juga di ranah politik. ulama hari ini sudah berbeda kondisinya dia ditunggu masyrakat dia juga menjadi panutan masyarakat jika dia tidak ikut tentu dia akan berada ditempat seperti biasa saja namun jika dia ikut ternyata kalah akan menjadi tidak baik ditengah masyarakat. baik dengan omongan maupun dengan harga diri. yang jelas ulama berani berbuat dsn berani juga bertangung jawab. dalam artian jika dia sudah masuk keranah politik resiko ditanggung juga. dalam kondisi hari ini sudah lebih 50% ulama yang ikut bertempur dalam berpolitikan baik tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Masuk politik ulama akan juga di permasalahan tidak masuk politik akan menerima yang tidak disukainya pemimipin yang terpilih nanti, maka ulama seperti makan simala kama jika masuk kedalam politik dalam artian mendukung satu paslon ataupun dia sendiri yang menjadi paslon. dia akan menanggung resiko baik menang maupun kalah jika menang akan mempertanggung jawabkan apa yang dia janjikan kepada rakyatnya atau program yang telah di tawarkan, jika tidak terpilih dia akan menjadi omongan di tengah masyarakat dengan kata dia tidak diterima masyarakat karena dia tidak mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan kepala daerah atau kepala propinsi. jika ulama tidak masuk kedalam ranah perpoloitikan dia dikatakan tidak memberikan suara kepada dan tidak ikut memberikan motivasi keadaan umat akan bertanya mana pemimpin yang baik akan kami pilih. kebimbangan dalam hal ini ulama harus menjawabnya kepada umat, baik karena dia ikut langsung maupun dia tidak ikut langsung dengan ada nya suara ulama kepada umatnya maka umat akan memahami kondisi ulamanya.

Ulama adalah manusia biasa dia punya akal dan dia juga punya nafsu dia punya anak anak dia punya keluarga dia punya tanggung jawab. untuk ulama memang dari dulu banyak tidak ikut berpolitik. alasan mereka yang dulu tidak ikut berpolitil mungkin belum kelihatan untuk siapa yang akan dipilih sekarang kondisinya berbeda, orang sudah jelas dan siapa yang menang akan menjadi pemimpin kita. ulama sekarang dengan yang dulu sudah berbeda kondisi. untuk itu ikuti saja politik jangan khusuk dalam berpolitik cukup sholat saja yang khusyuk. waktu sholat sangat di butuhkan kekhusyukan sehingga dia tidak melihat siapa siapa sekan akan dia melihat allah yang di sembah saja. jika dalam politik jangan di pakai sifat khusyuk dalam sholat. sekarang jika kita tidak ikut akan ketinggalan saja tidak ada kata untuk menunggu siapa yang lebih tau dan lebih faham dan lengkap bahannya lanjut jika ketinggalan tidak ada waktu untuk menunggu begitu zaman sekarang. kita tidak mau ulama ketinggalan dalam segi apapun sebab ulama juga berhak bersuara dan memberikan suara di negri ini. jangan takut dan merasa malu masuk kedalam kancah perpolitikan, tidak ada lagi kata kata ulama hanya untuk umat saja untuk menetramkan umat untuk membawa umat kedalam sorga, cuman satu kita harus faham setelah selesai pertarungan yang menang kita ikuti bersama kita ulama kita menjaga nama baik ulama. namaun kata kata ini harus kita fahami bersama .. CUKUP SHOLAT YANG KHUSYUK BERPOLITIK JANGAN DIJADIKAN KHUSYUK SEPEERTI SHOLAT....

Wasalam

batusangkar 28 november 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post