YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JODOH MENCARI KITA ATAU KITA MENCARI JODOH

JODOH MENCARI KITA ATAU KITA MENCARI JODOH

Seorang santri sudah 5 tahun menjalani kehidupan di sebuah pondok pesantren. sebutkan saja namanya zaid, dia sudah belajar berbagai bidang disiplin ilmu di pondok pesantren tersebut. zaid mempelajari setiap ilmu tersebut biasa biasa saja, namun sudah kelas 5 ada satu mata pelajaran yang membuat zaid ada perbedaan dengan pembelajaran lainnya. dalam pembelajaran tersebut membahas tentang hal hal yang gaib. setiap minggu zaid menunggu pembelajaran tersebut dengan penuh harapan semoga uztd yang mengajarkan masuk setiap minggu. dalam pembelajaran tersebut ada pembahasan tauhid dan ilmu kalam. satu bulan zaid belajar dengan uztad dalam pembelajaran tauhid dan ilmu kalam ada perasaan yang kurang puas karean setiap zaid bertanya di jawab oleh uztd tersebut jangan dipikirkan benar ini adalah ilmu kalam. zaid tidak puas dengan jawaban seperti itu namun zaid tetap juga mengikuti pembelajaran setiap minggunya.

pembelajaran ilmu kalam adalah pembelajaran tentang aliran dalam islam mulai dari qadariyah, jabariyah, muktazilah,khawarij,murjiah,maturidiyah dan lainnya. setiap pembahsaan zaid merasa tidak puas karena bertentangan dengan ilmu yang zaid terima, sebab setiap aliran tersebut mempunyai dasar alquran dan hadist. setiap uztd memberikan pembelajaran tentang aliran zaid selalu memberikan pertanyaan kepada uztad setiap pertnyaan di jawab oleh uztd namun jika sudah terdesak uztd menjawab dengan alasan nanti kita pelajari diperguruan tinggi yang lebih dalamnya, sehingga zaid merasa ingin memperdalami ilmu tersebut.

Proses pembelajaran di pondok pesantren seperti biasa di bagi jadwalnya kebetulan pembelajaran ilmu kalam ini ada dua kali dalam satu minggu, setiap pembelajaran zaid tetap hadir. zaid seorang murid yang sering bertanya dalam pembelajaran ini. pada suatu hari materi pembelajaran aliran qadariyah, uztad menjelaskan apa itu qadariyah siapa pendirinya dan dalil dalil dalam quran. uztad mengatakan aliran qadariyah ini mengutamakan sebab sesuatu tersebut tidak akan datang begitu saja musti kita berusaha dan berdoa. rezeki tidak akan datang begitu saja seperti embun turun diwaktu pagi, berusaha dan berdoa intinya jika tidak berusaha mungkin tidak akan dapat. dalam diskusi zaid bertanya kepada uztd ' ya uztd saya mau bertanya maaf sebelumnya uztd' bagaimana dengan jodoh kita nanti semua santri lain ketawa dan ada juga tersenyum sebab zaid bertanya tentang jodoh. sebab kata zaid dia pernah membaca bahwa jodoh ini sudah ditetapkan oleh Allah kita tidak perlu lagi mencari jodoh tersebut. sesuai dengan kebiasaan diskusi sebelum uztad yang menjawab di persilahkan dulu kepada santri yang lain dulu menjawab. ada seorang santriwati menjawab saya coba menjawabnya uztd' " menurut qadariyah yang di contohkan oleh uztad tadi bahwa jodoh tersebut harus di cari karena kita harus berusaha setelah berusaha kita berdoa, dicontohkan oleh santri wati tersebut mana bisa kita berjodoh dengan orang yang belum kita kenal. uztad masih melemparkan kepada santri yang lain, ada juga yang mengatakan coba saya uztd" jodoh, langkah, rezki, pertemuan dan maut sudah ditentukan oleh Allah, sebab siapa jodoh kita mau kemana kita apa rezki kita bertemu dengan siapa kita kapan mati kita sudah tercatat di luh mahfuzh. ada juga yang memberikan jawaban menurut saya uztd, ' jodoh tersebut sebelum kita lahir sudah di tentukan oleh Allah tinggal lagi kita mengikutinya itu gunanya tidak perlu pacaran semua santri mengatakan haaawww,' di lanjutkan oleh santri yang bertanya tadi coba kita lihat uztd bertapa banyak orang pacaran bertahun tahun cuman dia tidak jadi nikah ada juga satu minggu bertemu langsung nikah jika sudah jodoh tidak ada hambatan lagi. ada satu orang santri mengatakan ya uztd, ' yang benar yang mana?.. uztad menjelaskan dengan baik sesui dengan aliran qadariyah, uztd menjawab dengan alasan kita mempelajari aliran qadariyah maka kita sesuikan dengan jawabannya dengan aliran tersebut yaitu tentu kita berusaha mencari jodoh sebab jodoh tersebut tak datang begitu saja, cuman cara mencarinya tidak selalu dengan berpacaran, boleh jadi kita berkenalan. zaid belum puas dengan jawaban uztd loncing istirahat berbunyi sehinga waktu pembelajaran sudah habis, uztd memberikan informasih minggu besok kita mempelajari jabariyah.

Satu minggu zaid menunggu pembelajran ilmu kalam untuk menyambung pembelajaran nya, pada waktu uztd sudah datang dan masuk lokal seperti biasa proses pembelajaran, salam dan menceritan pembelajaran yang sebelumnya setelah absensi. maka uztd juga menjelaskan tentang aliran jabariyah mulai dari pendirinya, dalil dalinya, tokoh dan ayat serta hadist pendukungnya. kesimpulan aliran ini kata uztd adalah kita sudah ditentukan oleh Allah seperti kapas diterbangkan angin kemana arah angin kesana kertas tersebutterbang sama juga dengan wayang yang sudah di mainkan oleh dalang. sehingga dalam kehidupan kita ini hanyalah menjalani saja lagi. mendengarkan penjelasan uztd tersebut berlawanan dengan aliran kemaren ya uztd, dengan sopan uztd menjawab ia ini adalah aliran tentu mereka mempunyai dalil. zaid jadi kebingungan teringat olehnya pertnyaan dia kemarena bahwa betul jodoh tersebut sudah di tetapkan oleh Allah. namun perdebatan dalam diskusi sangat terbuka lebar maklum siswa belum mahasiswa mereka saling berbantahan dengan argumen mereka masing masing. ada yang mengtakan yang ini benar uztd sebab jodoh itu masaalah goib yang tau tentu Allah, ada juga yang mengtakan yang kemaren yang benar sebab kita tidak berusaha tak mungkin datang sendiri. perdebatan dalam diskusi sangat banyak usulan usulan santri walaupun mereka baru kali ini mempelajari ilmu kalam. Zaid yang pertama sekali memberikan pertnyaan dalam diskusi menanyakan,' jika jodoh sudah dicari lalu tidak dapat juga siapa yang salah? apakah manusia nya atau Allah Yang salah, uztd memberikan untuk menjawab teman teman zaid dulu, ' saya coba menjawab pertnyaan zaid uztd,' jika sudah di cari jodoh oleh seseorang juga tidak dapat maka orang tersebut sudah ditakdirkan tidak berjodoh., menurut saya jika dia sudah mencarari jodoh namun tidak berdoa maka manusia tersebut yang salah karena dia tidak berdoa sebab jodoh tidak datang dari langit seperti datang embun diwaktu pagi. uztd mengatakan dengan kata kata....

APAKAH JODOH MENCARI KITA ATAU KITA MENCARI JODOH ?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post