YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PESAN MORAL

PESAN MORAL

Kehidupan di Dunia ini hanya tinggal Untuk di lakoni oleh masing-masing manusia, sebagiannya ada yang senang dan sebagian ada juga yang susah. Usaha dan doa hanya sebagai ikhtiar manusia. Jika dia kaya dan hidup serba cukup apakah karena usaha dan doanya atau jika dia miskin dan serba kekurangan apakah karena dia tidak berusaha dan berdoa. Kita harus melihat kehidupan Dengan penuh pembelajaran, betapa banyak orang yang mati Matian berusaha namun dia tetap juga miskin di pandangan manusia. Sebagian manusia dia biasa biasa saja berusaha namun dia kaya raya. Terlepas dari kekayaan rohani. Jika Kita harus jujur kekayaan rohani tidak mungkin terjadi jika kita malas berusaha dan berdoa. Beribadah saja kita perlu perlengkapan untuk melaksanakan ibadah tersebut. Mana mungkin orang' yang sholat tidak menutup aurat sedangkan menutup aurat mempunyai dana untuk membelinya. Waktu untuk beribadah Juga kita harus sediakan semaksimal mungkin, mustahil kita beribadah di tempat yang kotor atau tidak suci. Kekayaan dan kekurangan memang tidak mungkin bersatu' jika dia kaya tentu dia tidak kekurangan begitu juga sebaliknya jika dia miskin' tentu dia banyak kekurangan. Kita tidak akan membahas kekayaan jiwa dan kekayaan harta. Orang yang kaya jiwa belum tentu miskin harta juga orang yang kaya harta belum tentu miskin jiwa. Untuk mengetahui lebih dalam kita ikuti cerita singkat di bawah ini.

Seorang ibu rumah tangga ikut membantu mencari nafkah keluarga demi menghidupi keluarga yang mereka bina bersama dengan suaminya. Ada yang menjadi pedagang ada juga yang menjadi pembantu dan lain sebagainya. Ibu ini memilih untuk berdagang di jalan kota propinsi karena di tempat tersebut banyak orang lewat. Ibu ini menjual alat kebersihan yang di buat oleh suaminya yaitu sapu lidi. Ibu ini tidak membawa yang lain cuman sapu lidi itu pun tidak banyak hanya sekemampuan yang bisa dia angkat. Ibu ini berangkat dari kampung nya menuju pusat ibukota propinsi selama 2 jam. Ibu ini naik mobil umum menuju pusat kota propinsi. Setiba di ibukota propinsi dia berhenti di jalan yang sudah biasa dia duduk menunggu pembelinya. Kebiasaan yang berlalu sebelum minum pagi di tempat dia menjual sapu lidinya sudah ada yang membeli sapunya tersebut. Namun hari ini berbeda sudah minum pagi bahkan sudah makan siang belum Juga terjual sapu lidinya. Orang lewat di tempat ibu ini Sudah banyak bahkan ada yang 3 kali lewat di tempat ibu menjual sapu ini. Orang nomor dua di provinsi ini sudah lewat dan melihat ibu tersebut duduk sambil menunggu pembeli, waktu dia lewat pertama dia melihat ibu dan sapu Nya seperti itu lewat kedua kali Juga seperti itu untuk ketiga kalinya sudah makan siang dia lewat di tempat ibu penjual sapu tetap dia lihat sapu ibu itu belum terjual. Untuk yang ketiga kali ini orang nomor dua berusaha untuk berhenti menghampiri ibu tukang sapu tersebut bahkan duduk di samping ibu penjual sapu tersebut. Di tanya ibu ini oleh orang nomor dua , , belum terjual sapu ibu lagi" Belum pak kok bapak tau, ," saya sudah tiga kali lewat di sini seharian saya melihat belum ada terjual " o ya pk. Sudah banyak perbincangan dengan ibu tersebut maka di beli sapu ibu ini oleh bapak tersebut.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post