SANTRI TANGGUH
Oleh
Yonnedi. M
Peserta didik di pondok pesantren berbeda dengan peserta didik di luar pondok pesantren, sebab peserta didik di pondok pesantren tinggal di asrama. sedangkan peserta didik yang tidak di pondok pesantren tidak tinggal di asrama. santri yang masuk ke pondok pesantrenjuga berbeda beda ada yang betul betul keinginan santri dan orang tua sendiri, ada juga paksaan orang tuanya ada juga keinginan orang tua tidak mau cuman karena anaknya ingin jadi santri. bahkan ada yang beranggapan santri banyak yang sudah tidak bisa didik dirumah lagi oleh orang tuanya maka dia di masukkan di pondok pesantren. mendidik santri di pondok pesantren tidak semudah mendidik santri di sekolah unggul, sebab santri tersebut banyak dilatar belakangi oleh kondisi orang tua dan lingkungan sendiri. dengan berbagai kondisi santri tersebut maka banyak juga santri ini yang berhasil. keberhasilan santri di pondok pesantren bukan dilatar belakangi oleh kekayaan seorang santri atau kepintarannya namun dibelatar belakangi oleh ketekunan santri tersebut. ada sebuah kisah yang sangat menyentuh kita terjadi disebuah pondok pesantren, yang mana anak seorang kaya yang menjadi santri di sebuah pondok pesantren.
Pada suatu acara wisuda tahfiz di pondok pesantren tersebut, acara ini menjadi acara rutinitas di pondok pesantren itu. sebelum acara wisuda tahfiz diadakan acara penampilan bakat dari santri yang belum diwisuda.semua wisuda sudah bersiap siap untuk berkumpul di halaman pondok pesantren tersebut. orang tua sudah duduk ditempat yang sudah disediakan, santri yang belum diwisuda juga sudah duduk ditempat yang disediakan. kebiasaan acara wisuda sebelum acara di mulai diadakan kata kata sambutan dari panitia dan tamu undangan yang di undang. setelah acara seremonial selesai maka sebelum acara wisuda dilaksanakan diberiakan kesempatan pada santri yang belum wisuda untuk menapilkan bakatnya masing masing, namun tidak semua santri yang mendapatkan tampilkan kedepan cuman perwakilan lokal saja. mulai dari lokal yang tertinggi yaitu kelas 12, santri kelas 12 menampilkan nyanyi dan drama sesui dengan yang telah disipkan oleh lokalnya. satu persatu santri menampilkan bakatnya keatas pentas sesui dengan susunan acara yang telah disusun oleh panitia. ada yang menampilkan tarian ada juga nyanyian ada juga silat dan ada juga lawak bersama. ada yang beregu ada juga yang sendirian. semua orang gembira melihat penampilan santri satu persatu lebih lebih lagi orang tua santri yang tampil kedepan maklum orang tua datang dari berbagai daerah di indonesia.
Seorang ayah yang tidak pernah datang kepondok pesantren tersebut dengan kesibukkan bisnisnya, biasanya jika ada panggilan dari pondok pesantren yang datang adalah ibunya terrus baik untuk mengantarkan bekal atau untuk acara rapat dan lain sebagainya. namun dalam acara wisuda tahfiz kali ini ayah nya tidak bisa tidak hadir karena ibunya ada acara yang tidak bisa diwakili. setiba ayahnya di pondok pesantren begitu besar hati seorang anak baru yang masuk pesantren ini sebab selama ini ayahnya belum pernah datang ke pondok pesantren tersebut. maka anaknya yang akan tampil diatas pentas sudah bersiap siap, setelah di panggil nama anak seorang kaya tadi maka anak tersebut pergi di atas pentas dengan penuh percaya diri, setiba di atas pentas berbeda dengan santri yang lain dia ingin memanggil guru tahfisnya, maka gurunya bertanya kenapa dengan guru tahfiz santri itu menjawab saya ingin menapilkan hafalan saya selama baru 5 bulan di pondok pesantren ini. maka di panggil guru tahfiz nya. berdualah santri tersebut dengan guru tahfiznya di atas pentas. santri tersebut menginginkan mengulang hafalanya selama ini di atas pentas tersebut. dengan suara yang bagus dan tanpa ada kesalahan semua penonton terdiam dan mendengarkan suara yang merdu dari santri ini yang lebih mengesankan lagi santri ini tidak salah dalam hafalan yang di baca di atas pentas tersebut. sebelum turun diatas pentas santri itu ditanya oleh guru tahfiznya kenapa kamu tampilkan hafalan tahfiz padahal teman teman yang lain menapilkan nyanyi dan drama, dengan suara yang tegas dijawab oleh santri ini saya ingin menjadi hafiz 30 juz sebab saya akan bercita cita akan memberikan mahkota kepada kedua orang tua saya besok di akhirat semua penonton terdiam, ayah santri tersebut langsung naik keatas pentas sambil memeluk anaknya.....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
