YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BIJI YANG KITA PUNYA JANGAN DI TUKAR
Biji yang ditanam

BIJI YANG KITA PUNYA JANGAN DI TUKAR

OLEH

YONNEDI. M. S.Ag. M.Pd

Seorang guru yang ingin menaikkan tingkat ketasaufan seorang muridnya tidak perlu mengadakan ujian baginya, biasanya jika ada kenaikan kelas diadakan ujian tulis atau ujian langsung. Bahkan di adakan praktek lapangan baik praktek bacaan atau gerakan dan lainnya. Sehingga Dalam ujian tersebut akan di Lihat dan di jumlah kan nilainya jika memenuhi kebutuhan guru tersebut dia akan meluluskan anak nya jika tidak terpaksa anak tersebut tidak naik kelas. Namun seorang syekh tersebut tidak mengadakan ujian seperti itu cuman dia memberikan biji yang akan di tanam kepada seluruh muridnya masing-masing murid mendapatkan satu biji tidak lebih dan tidak kurang. Di kumpulkan seluruh muridnya di tanah lapangan tempat biasa muridnya berolah raga. Setelah berkumpul semuanya syekh nya memberikan informasi, yang SYEKH nya memberikan instruksi kepada muridnya'" untk ujian ketasaufan kalian semua tidak seperti biasa ujian nya, biasa nya kita ujian tulis atau hafalan atau pun praktek namun untuk ujian tasawuf ini cukup di berikan biji biji kepada kalian semua satu biji satu orang. Di bagikan secara merata biji nya sama tidak ada perbedaan. Setelah di bagikan syekh tersebut memberikan instruksi bahwa biji yang ada di tangan kalian jangan di tukar dengan biji teman atau biji apapun jika kedapatan di tukar ujian kalian gagal dalam artian ujian ketasaufan tidak dapat. Yang kedua kalian rawat biji itu dengan baik selama satu bulan, cara menanam dan merawat nya di serahkan sepenuhnya kepada kalian. Untuk yang di nyatakan lulus adalah bagi siapa YANG tumbuh subur biji nya dengan hasil rawatan sendiri maka itulah yang lulus ketasaufan nya. Cuman dua itu soalnya silahkan pergi dan ingat satu bulan kumpulkan.

Semua muridnya membawa biji yang di berikan oleh syekh nya setiba di tempat tinggal nya di tanam biji dengan baik baik di beri nya pupuk di tanam di tempat yang sejuk di sirami dan di rawat setiap hari. Satu dua hari bahkan satu Minggu biji tersebut tidak kelihatan untuk tumbuh, sebagian membiarkan saja namun sebagian yang lain karena teringat kata-kata gurunya harus di bawah biji yang subur. Sebagian biji tersebut dia tukar dengan biji yang lain karena dia sudah Yaqin biji tersebut tidak akan tumbuh karena sudah satu Minggu. Ternyata benar bagi teman teman yang menukar biji nya tumbuh subur setelah lima belas hari, maka kelihatan murid yang biji nya subur tumbuh berbahagia karena syarat untuk ketasaufan kata gurunya adalah biji yang tumbuh subur. Sudah satu bulan semua murid di kumpulkan dengan membawa tempat menanam biji yang di beri kan oleh syekh nya dulu. Bagi yang membawa biji tumbuh dengan subur sudah gembira sedang kan bagi yang tidak tumbuh dia juga tidak malu tetap di bawah tempat biji yang di tanamnya walaupun tidak tumbuh.

Syekh melihat bahwa biji yang diberikan banyak yang tumbuh dari pada yang tidak tumbuh, syekh nya bertanya kepada yang tidak tumbuh, "" kamu kenapa tidak tumbuh biji yang di berikan di jawab oleh murid nya " maaf Syekh saya sudah berusaha memupuk nya dan merawatnya setiap pagi dan sore namun biji ini tidak tumbuh. Ada Juga yang menjawab saya sudah berusaha namun memang biji ini tidak mau tumbuh. Syekh nya bertanya kepada murid yang subur tumbuh biji yang di berikan oleh syekh nya kamu kok subur biji yang aku berikan di jawab oleh murid nya" kami memberikan pupuk yang banyak dan kami merawat nya Dengan baik setiap hari kami lihat dan rawat seperti merawat diri kami sendiri maka dari itu tumbuh subur biji yang syekh berikan dulu. Waktu itu lebih banyak biji yang diberikan oleh syekh nya tumbuh subur oleh murid nya namun sedikit yang tidak subur. Sesuai dengan perjanjian Syekh nya yaitu bagi yang subur akan mendapatkan ketasaufan. Namun syekh nya berkata Dengan mengejutkan semua muridnya "" wahai murid ku biji yang ku berikan semuanya sama yaitu biji yang telah ku rebus semuanya mana mungkin biji yang sudah di rebus akan tumbuh "'maka Untuk itu yang membawa biji yang subur tumbuhnya hari ini kalian sudah berdusta, bagi yang membawa biji yang tidak tumbuh dia tidak berdusta maka di putus kan bagi yang berdusta belum bisa di berikan ketasaufan kepadanya sedang kan yang tidak berdusta di berikan ijazah ketasaufan.....

Kisah di atas di ibaratkan oleh orang sufi dengan pekerjaan yang kita tekuni setiap hari. Ibarat biji yang kita terima jangan di tukar Dan di paksakan untuk tumbuh subur. Sebagian kita di berikan biji untuk menjadi petani ada sebagian biji pedagang ada juga pengajar ada juga pengusaha. Berjuang lah dengan bagian kita masing masing karena bagian tersebut mempunyai aturan mainnya. Bagian pedagang harus jujur, berusaha sekuat tenaga untuk mencari pelanggan dan lain sebagainya. Bagian petani juga begitu dan bagian pengajar juga ada syarat nya harus sesuai usahanya dengan hasil yang kita terima. Jangan kita bangga usaha sedikit tapi hasil nya banyak. Yang paling gawat seorang pengajar berpikiran untuk menjadi pengusaha Atau seorang petani berfikir untuk jadi pengajar. Yang baik nya apa yang telah kita tekuni lanjutkan ibarat biji kita pupuk dan rawat Dengan baik jika tidak tumbuh jangan dakshkan siapa sebab Tumbuh tidak tumbuh urusan yang memberikan biji. Maksud nya jika kita tidak kaya atau tidak berhasil dengan pekerjaan yang kita tekuni jangan salah kan siapa siapa sebab biji yang kita tanam belum tumbuh. Yang perlu kita ketahui tekuni pekerjaan kita sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan oleh sang pencipta maka percayalah satu saatnya kita akan bahagia.. walaupun kita tidak kaya dengan pekerjaan proporsi kita jika kita tekuni sesuai kehendak Allah satu saat kita akan mendapatkan kebahagiaan, seperti biji yang tidak tumbuh tadi mendapatkan kenaikan kelas karena kejujuran nya.....

BERJUANG LAH DENGAN USAHA YANG KITA TEKUNI SAAT INI SESUAI DENGAN KETENTUAN ALLAH.......

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post