YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KENANGAN TIGA BELAS TAHUN
PP tawalib Tanjung limau simabur batusangkar

KENANGAN TIGA BELAS TAHUN

oleh

Yonnedi. M,S.Ag.M.Pd

Tiga belas tahun sudah berlalu bersama sama di pondok ini, ada kebahagian tersendiri selama itu. mulai masuk sampai sekarang masih di tempat ini. pertama mengajar di pondok ini adalah pembelajaran ilmu kalam. pada tahun 2007 bulan juli tahun ajaran baru penulis mulai mengajar 6 jam 4 jam mata pelajaran ilmu kalam dan 4 jam mata pelajaran 2 jam fiqih. 6 jam satu minggu hanya datang 2 hari ke pondok. dengan lokal yang sama yaitu kelas 12 dan 11 dengan siswa nya kelas 12 hanya 6 orang dan kelas 11 hanya 4 orang. kami belajar dua kali pertemuan baik pembelajaran ilmu kalam dan figih. sebab jika hari pertama figih hari kedua nya ilmu kalam, sebab jam ilmu kalam 3 jam dan jam figih 2 jam. saat itu penulis hanya mengajar di pondok ini belum mengajar di tempat lain. pengalaman selama satu semester di pondok ini sangat banyak sekali. mulai dari bulan juli sampai bulan desember.

Penulis masih ingat dalam pembelajaran ilmu kalam dengan memakai buku teks dengan bahasa arab di baca bergantian dengan mengartian kepada bahasa indonesia,untuk mengartikan saja santri sudah susah apalagi memahaminya. kami tetap belajar dengan kitab tersebut, penulis sedikit ada bekal pembelajaran dipondok pesantren dulu dengan menterjemahkan interlek saja. santri waktu itu tidak banyak persoalan walaupun ada yang tinggal di asrama dan belum di masakan oleh ibu dapur yang disebut dengan cetring. santri masih masak sendiri sendiri dan membawah perlengapan dari rumah seperti kompor dan beras serta alat alat yang lainnya. kami guru juga tidak banyak sesui dengan kondisi murid jika murid sedikit guru juga sedikit. namun santri yang sedikit lebih tekun belajar lagi walaupun kedisiplinan belum dilaksanakan seperti madrasah lain baik dari segi pakain dan yang lainya, untuk pakain madrasah memang sudah ada seperti madrasah lain. 6 buan pertama penulis mengajar seperti biasa sama dengan guru yang lain. setiap 2 hari selama satu minggu penulis berada di pondok pesantren ini.

Pembelajaran fiqih sudah pakai buku paket bahasa indonesia sebab fiqih ini buku bahasa indonesia nya suadah ada, sedangkan untuk pembelajaran ilmu kalam belum ada seperti sekarang. masih penulis ingat dalam pembelajaran ilmu kalam tentang aliran aliran dalam ilmu kalam mulai dari jabariyah, muktazila, qadariyah, khawarij dan murjiah. buku yang kami pelajari masih dalam bahasa arab. sebab di gunakan buku bahasa arab karena jurusan keagamaan. aturan waktu itu jurusan keagamaan beberapa mata pelajaran harus memakai buku poaket dalam bentuk bahasa arab. santri untuk membaca sudah bisa sedikit sedikit walaupun belum bisa benar. untuk membaca saja sudah waktu dlam pembelajaran. dalam buku tersebut ada teks maka kami menamatkan satu teks tersebut dalam satu pembelajaran, waktu itu kami belum punya rpp dalam pembejaran apalagi media pembelajaran. satu semester tersebut kami lalui dengan banyak kisah dan tantangan maklum kami baru belajar ilmu kalam di lokal tersebut. yang masih teringat santrinya sangat baik jika di bandingkan dengan santri sekarang sebab mereka sangat disiplin dan boleh dikatakan apa yang kitan perintahkan mereka membuat saja jarang mereka yang tidak membuat pr atau membuat permasalahan di lokal.

6 bulan tidak terlalu lama kami rasakan waktu itu banyak cara pembelajaran yang dipraktekkan bersama dengan santri tersebut. ada dalam metode diskusi ada juga dalam metode membaca teks denga mengambil kesimpulan sendiri. sehingga santri tersebut membuat ringkasan selama belajar dan membacakan hasil ringkasan materi satu teks tersebut. setelah satu orang yang mebacakan maka guru akan menjelaskan sedikit. untuk soalulangan harian maka kami guru yang bersangkutan yang baut soal tapi jika soal semester baik aemester satu atau dua di buat oleh sekolah induk saat itu kami masih berinduk ke man 2 lima kaum. jika untuk ukangan harian bisa lah soal yang di buat oleh guru yang mengajar tentu sesui apa yang diajarkan tentu soalnya yang ditanyakan kepada santri, namun soal yang datang dari sekolah induk ini yang menjadi persolan terkadang soal yang di buat oleh guru yang dari induk tidak sama dengan yang diajarkan oleh guru yang mengajar sehari hari sehingga terjadi ketidak nyaman santri ada santri yang bertnya ini tidakpernah kami diajarkan uztd. waktu itu kebijakkan kami buat saja dulu nanti nilai yang memberikan adalah guru kita dari sini. jika kita badingkan denga sekarang banyak kekurangan sisitem pembelajaran.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post