YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENIGO HARI VERSI BERKAYUA

MENIGO HARI VERSI BERKAYUA

    OLEH 

YONNEDI. M, S.Ag.M.Pd    

     Berbeda tapi namun ada persamaan, apabila meninggal anak adam maka putuslah segala amalnya kecuali tiga yaitu sedekah jahariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. tentang sedekah kita mengetahui bahwa apa yang kita sedekahkan waktu masih hidup baik secara terang terangan maupu dengan cara tidak terang terangan. ini tidak ada perbedaanya pendapat ulama yang jelas jika ada sedekah yang bermanfaat akan sampai kepada orang yang bersedekah namun tentang iklas dan tidak ikhlas yang lebih tau tentang itu adalah allah swt. yang jelas jika ada kita bersedekah akan mendapatkan balasan di akhirat sesuai besar kecil sedekah kita tersebut. tentang ilmu yang bermanfaat juga tidak banyak juga perselisihan ulama cuman apakah ilmu tersebut bermanfaat untuk agama nusa dan bangsa, ada yang mengharuskan ilmu agama saja ada juga yang mengatakan ilmu yang bermanfaat dunia akhirat dan yang paling tinggi semua ilmu yang diajarkan yang menyebabkan kemanfaatan nya bagi manusia binatang dan alam. yang ketiga adalah doa anak yang sholeh jika mendoakan anak tersebut untuk kedua orang tuanya. persoalan ini yang akan kita coba lihat dibeberapa kebiasaan di kampung di ranah minang. 

         setelah meninggal salah seorang kelurga kita tentu kita mandikan kapankan sholatkan dan kuburkan ini tidak ada perbedaan yang berlebihan di ranah minang, mungkin perselisihan ada yang mengazan kan waktu memasukan keliang lahat, ada juga yang tidak, ada yang mendahulukan kepala nya ada juga yang mendahulukan kakinya untuk memasukkan mayat kedalam kubur, ada juga yang tidak boleh melalui jalan yang sama kekuburan namun harus satu ara saja dan banyak lagi yang lain namun tidak menyalai aqdah islam dan tidak juga mengharamkan perbuatan tersebut. setelah mayat di kuburkan ada yang mendoakan yang berlebihan ada juga yang sekedar tiga hari saja ada juga yang samapai 100 hari dengan ada hari hari tertentu untuk dihadiri beramai ramai dan ada salah seorang yang akan selalu mengikuti doa tersebut. namun dalam tulisan ini nakan kita lihat nama populer setelah satu hari meninggal atau setelah satu hari dikuburkan atau hari esoknya setelah mayat tersebut di dalam kubur. istilahnya ada dua di negeri yang berbeda namun tujuannya hampir sama, yang pe3rtama menamakan manigo hari yang satu lagi menamakan berkayua.

     Manigo hari dilaksanakan di satu daerah dengan tradisi pertama dulu adalah semua dunsanak yang dekat membawa nasi dan sambal kekuburan disana diadakan doa bersama dan dibuat hari kapan akan menuju dan hari menduo kali dan lainya, sehingga di kuburan tersebut pagi harinya setelah satu hari mayat tersebut didalam kuburan semua sanak pemili datang dan membawa rantang serta nasi untuk makan bersama, namun sekarang itu sudah bisa hilang sekarang dirumah saja atau di perkuburan namun tidak ada lagi makan bersama cuman masyrakat membawa beras dan telur dan makan yang lama tahan seperti kue kering dan minyak dapur. sehingga ini ada kelihatan perubahan kearah yang lebih baik sehingga bisa membantu ahli waris untuk acara selanjutnya seperti manujua dan acara malam berdoa. dalam acara manigo hari ini diadakan pertemuan untuk menentukan hari mendoa dan menetukan siapa yang akan mengulangi setiap hari sampai 15 hari dan puluhan 20 sampai 100 bahkan 110 hari ada satu orang ulama atau yang diistilahkan dengan malin yang akan datang tiap malam dan puluhan tersebut. sehingga setiap orang yang meninggal harus di perlakukan sama tidak tau miskin dan kayanya ini sudah tanggung jawab kaumnya atau datuknya, dahulu di istilahkan jika tidak ada kayu jenjang di keping dalam artian jika tidak ada uang boleh dipinjam dulu setelah itu diganti bersama kaum nya apakah sawah yang akan digadaikan atau ladang. namun ini tidak banyak lagi terjadi karena sudah sesuai dengan kemampuan tersendiri dan dibantu oleh kaum kerabat dekatnya apa adik atau kakaknya.  

      berkayua ini waktu pelaksanaanya sama cuman caranya berbeda, dalam acara berkayua ini dulunya semua orang membawa kayu dan membawa padi untuk ditumbuk bersama sama namun sekarang tidak seperti itu lagi cukup saja beberapa orang yang membuat amping ini, namun ini tetap dirumah dilaksanakan tidak pernah dibawah kekuburan setalah acara juga sama diadakan rapat kelurga namun tidak mendokan samapai 100 hari cuman satu minggu dan samapai 20 hari untuk menegakkan batu menisan yang diletakan di atas makam tersebut. tapi yang dibawah waktu berkayua tersebut beras dan yang laki laki bawah rokok untuk diberikan ke adik atau dunsanak yang meninggal yang diberikan hanya satu batang bertanda sudah datang saja inipun sebagian sudah diganti dengan uang karena tempat uang juga disediakan dulu tidak ada cukup rokok satu batang saja diberikan kepada ahli waris yang dekat bertanda kita sudah datang melihat. disini sudah ada perubahan baik manigo hari maupun bakayua. 

     perubahan memang ada namun kebiasaan tidak bisa ditinggalkan, ini yang namanya adat kebiasan. ADAT SALINGKA NAGARI......

       

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post