NABI DI UTUS UNTUK PENYEMPURNAAN AKHLAK
Oleh
Yonnedi. M, S.Ag.M.Pd
Dimana saja kita berada bisa kita dinilai orang berakhlak atau tidak berakhlak, baik dalam berjalan maupun dalam keadaan duduk saja. sekarang kita melihat dimana mana sudah banyak tidak punya akhlak lagi. dulu waktu masih dikapus tahun 90 an di atas mobil baik mobil yang bisa berdiri maupun tidak bisa berdiri seorang mahsiswa akan langsung berdiri atau mempersilahkan ibu ibu yang naik sedangkan temapat duduk tidak ada lagi, sekarang banyak kita menemui di kampus mahasiswa sudah banyak yang tidak mau tau lagi dengan penumpang yang naik. bahkan dalam perjalanan jika ada orang tua yang dahuluan seorang mahasiswa tidak mau mendahului orang tua tersebut namun sekarang sudah banyak kita jumpai jika dia langsung saja mendahului orang tua tersebut. ada sebuah riwayat di zaman rasulullah yang cerita begini :
" pada waktu subuh seorang jamaah akan pergi sholat subuh sedangkan jamaah ini sudah azan pergi ke mesjid jika dia tidak cepat mungkin dia terlambat sholat berjamaah atau akan ketinggalan satu rakaat, jamah tersebut pergi dengan tergesa gesa namun ditengah perjalanan ada seorang tua yang berjalan lambat jamaah yang ingin cepat tadi tidak mau mendahului orang tua tersebut sehingga dia tetap berjalan dibelakang ornag tua tersebut. anehnya hampir tiba di pintu mesjid orang tua tadi tidak masuk masjid dia langsung melampau pintu mesjid, sehingga jamaah tadi menemui jamaah mesjid sedang rukuk pertama. diasaat dia mendapati sedang rukuk dia mengucapkan alahmdulillah sebab dia masih bisa mendaatkan satu rakaat. yang aneh dalam riwayat ini diceritakan bhwa imam yang sedang sholat tersebut waktu rukuk ditahan oleh malaikat karena menunggu seorang makmun yang terlambat jika waktu rukuk ketemu maka yang terlamabat tadi masih mendapatkan satu rakaat" ..
Dalam kisah di atas dapat kita mengambil hikmah orang yang menghargai orang tua tadi masih ditunggu oleh malaikat untuk kedatangan shlat jamaah supaya tidak mengulangi lagi shlatnya. yang lebih lagi orang tau yang didepan jamaah terlambat tidak berhenti di mesjid karena beliau memang tidak orang islam. disini akhlak seorang jamaah mesjid yang tidak mau mendahului orang tua tadi menjadi pembelajaran bagi kita walaupun dia tidak pergi sholat berjamaah kemasjid. terkadang kita di jalan mendahului orang tua tau kita yang kita tidak keperluan sholat atau ibadah lainnya. memang ini sangat sulit kita temui hari ini baik dalam perjalanan tidak mau mendahului orang tua tua atau memberikan duduk hanya sedikit untuk orang tua atau orang yang butuh daripada kita. apakah akhlak yang sudah hilang atau kah keegoisan manusia hari ini dengan alasan saya datang duluan atau saya bisa berjalan lebih cepat. maka jawabannya tergantung kepada kita sendiri sendiri.
Zaman sekarang sudah serba canggih dan modern maka semua yang lambat akan tertinggal dan yang tidak mendapatkan informasi akan tertinggal. jadi ini menjadi senjata ampuh untuk tidak menunggu dan menghiraukan siapa yang cepat akan dapat dan siapa yang lambat akan ketinggalan, namun apakah ini bisa dijadikan untuk kita tidak mempunyai akhlak yang baik lagi. sebuah contoh ada seorang tua yang jalan nya lambat kita sama sama mencari nafkah atau menjemput bantuan dalan aturannya siapa yang datang cepat dia akan mendapatkan tapi siapa yang terlambat kemungkinan tidak mendapat karena bahan yang datang ada kekurangan beberapa orang yang sudah ditentukan, dalam artian jika kita terlambat seandainya bantuan habis jangan disalahkan panitia. jika ini yang terjadi hari ini mungkin manusia akan berebut datang duluan jika ada orang tua ketemu dijalan akan di dahului juga baik dengan jalan kaki maupun dengan kenderaan, namun kita lupa dengan kisah diatas yaitu sedangkan sholat saja ditunggu oleh malaikat dalam keadaan rukuk supaya orang yang terlambat tadi tidak ketinggalan satu rakaat. apalagi rezki sudah diatur oleh yang satu. persolan ini tentu keimana dan keyakinan kita lagi kepada allah swt. jika keimana kita kurang mungkin kita akan berkata siapa yang cepat dia mendapat dan siapa yang lambat tentu tidak mendapat.
Akhlak adalah lebih utama daripada ibadah sebab buah ibadah adalah akhlak, jika ibadah kita banyak namun tidak berakhlak berarti ibadah yang kita laksanakan tidak berguna, sebab untuk apa gunanya pohon yang besar dan subur tapi tidak berbuah. maka dari itu lihatkanlah akhlak kita di tengah masyrakat supaya ibadah yang kita laksanakan menjadi berbuah. banyak buah ibadah lebih baik sehingga banyak akhlak baik kita daripada ibadah kita daripada banyak ibadah namun akhlak tidak ada.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
