YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TAKHALLI, TAHALLI DAN TAJALI
Berserah ke yang satu

TAKHALLI, TAHALLI DAN TAJALI

Manusia banyak yang mengatakan saya akan meninggalkan dunia sebab apalah dunia ini hidup yang sebenarnya di akhirat. Ada Juga yang mengira dunia ini permainan belaka yang indah di akhirat. Ada juga berpendapat dunia ini adalah permainan Namun yang sebenarnya di akhirat nanti. Banyak lagi bahasa yang lain namun benar dari lubuk hati mereka belum tentu. Sebab mungkinkah kita bisa hidup tanpa usaha di dunia ini. Tentu tidak binatang saja butuh makan untuk hidup, Ini lah yang dulu terjadi sebagian manusia menafsirkan tasawuf, ada yang mengatakan menjauhi dunia ada juga berpakaian bulu binatang adal juga hidup menyendiri bahkan ada juga pergi menyendiri untuk bertawakuf dengan Tuhannya. Yang penting bagi mereka adalah kesenangan batin bukan kesengan dunia. Jika di tanyakan bisakah dia tinggal untuk tidak memerlukan dunia. Jawab nya jelas tidak karena dia masih tinggal di dunia. Seakan Akan kita lihat dia Anti dunia namun dia tetap perlu dunia, apalagi dia masih mencari kehidupan di dunia walaupun usaha yang dia lakukan berlawanan Dengan akhirat yang dia bangga kan asal dapat uang dia diam saja. Namun dia tidak mau menerima kritik kan cara mendapatkan uangnya tersebut. Bahkan persyaratan uang yang dia cari tidak memenuhi syarat islami dia mencari celah Dan pembenaran sendiri. Padahal pembicaraan dunia ini apalah cuman tempat tinggal sementara. Ini ketasaufan yang salah pasang, di ibarat kan hatinya buta matanya terang benderang. Maksud nya dia tidak mau ikut Sendawara dunia namun dia menjadi pemain di Dunia tersebut tanpa dia sadari sendiri.

Untuk mendalami tasawuf tidak cukup dengan perkataan yang seperti apalah dunia atau Dunia permainan dan lain sebagainya. Tasawuf tidak bisa di ada adakan dalam diri baik dengan cara perkataan atau Dengan cara perbuatan. Kita faham sindiran sahabat Nabi bahwa dia tidak mengikat untanya gara dia menyerah kan kepada Allah dalam artian walaupun di ikat atau tidak di ikat jika hilang kata Allah tetap hilang... ternyata perbuatan seperti ini tidak benar sebab kita manusia perlu usaha. Umat Islam tidak boleh lemah tidak boleh miskin tidak boleh bodoh, sampai di sini kita faham bahwa umat Islam itu harus kuat umat Islam harus kaya umat Islam cerdas. Kaya kuat dan cerdas tidak mungkin kita dapat kan dengan menyendiri tidak mau bersaing tidak mau berusaha. Apalagi zikir dan doa saja tanpa pikir.

Dunia perlu kita miliki sebab dunia Akan mengantarkan kita k akhirat, belum ada manusia yang langsung ke akhirat tanpa melalui dunia bayi yang meninggal di rahim saja tetap juga melewati dunia. Cara melewati dunia ini yang harus kita fahami Dan kita pelajari baik baik karena kita di berikan akal pikiran oleh sang pencipta. Jangan salah di dunia ini jangan terlalu kaku dan jangan juga terlalu agresif. Terlalu kaku dalam artian lari di dunia Dan bersembunyi tidak mau ikut dengan keindahan Dan kesibukan dunia, agresif dalam artian asal dapat hantam saja yang penting bahagia halal haram hantam saja. Ikuti Dunia dengan rambu Rambu yang telah di tentukan oleh sang pencipta. Untuk memahami ini cukup kita bekerja sesuai dengan tuntutan Al-Qur'an dan hadits jangan perpaling dari ini. Jangan juga kita terlalu panatik keduniawian dan panatik ke akhiratan.

Untuk membersihkan diri cukup kita pakai prinsip Buya Hamka dalam bukunya tasawuf modern beliau menjelaskan sebagai berikut.

TAKHALLI .

Mengosongkan diri dari perbuatan jahat......

TAHALLI.

Mengiasi diri yang kosong tadi dengan perbuatan baik

TAJALLI

bertemu dengan sang pencipta dalam hati.

Mempraktekan yang tiga di atas amat susah sekali terkadang kita sudah mencoba mengosongkan diri dengan perbuatan Jahat namun untuk memasukkan perbuatan baik susah sekali sebab merubah kebiasaan di dunia ini sangat susah. Sebagai contoh Kita sudah tidak berdusta lagi namun untuk mengisi yang tidak berdusta ini dengan berkata benar dan bersikap jujur susah karena sudah terbiasa berbohong. Untuk nomor satu ke nomor dua saja kita banyak yang kalah apalagi untuk nomor tiga yaitu TAJALLI. .... namun kita tetap bisa kateny kita manusia yang tidak mau menyerah ...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post