DOA UNTUK SIMAYAT
OLEH
Yonnedi.M, S.Ag, M.Pd
Bermacam macam cara pelaksanaan untuk mendoakan untuk SIMAYAT di Minangkabau berati ini salah satu bukti bahwa tidak berasal dari Islam, sebab dalam Islam harus sama dari asal mulanya hingga sekarang. Istilah adat istiadat, adat yang di adatkan, adat salingka nagari dan adat basandi syarak syarak basandi kitabullah. Jika adat basandi syarak berarti kebiasaan tersebut ada dalam Islam dan ada Juga di seluruh dunia Islam. Baik cara pelaksanaan nya dan dasar pelaksanaan nya juga sama. Jika adat menjemput marapulai di ranah Minang berbeda beda ada sebagian nagari mempunyai tradisi harus anak Daro yang pergi ke rumah marapulai ada juga marapulai yang pergi ke rumah anak Daro. Dalam pelaksanaan juga berbeda beda baik dalam cara pelaksanaan kata kata dalam pitatah dan cara menyerah kan untuk makan. Ini bukti bahwa tidak samanya perayaan pernikahan di setiap nagari di Minangkabau. Berarti adat pernikahan ini di namakan adat salingka nagari. Adat salingka nagari ini di buat oleh masyarakat nagari tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi di nagari nya. Dasarnya memang dari Datuk parpati nan sabatang dan Datuk katumanggungan. Cuman cara pelaksanaan nya beda beda. Keturunan di Minangkabau semua orang Minang pasti menurut keturunan ibunya atau matrilinial. Ini semuanya sama berarti ini satu kesatuan yang sama tidak bisa di pisahkan. Ini bukan juga adat basandi syarak syarak basandi kitabullah sebab dalam Islam keturunan itu dari bapak sebab yang berhak menikahkan anak perempuan adalah bapaknya.
Untuk mendoakan mayat di Minangkabau Juga berbeda, ada yang hanya 3 hari saja untuk takzia saja tidak boleh makan dan minum di rumah duka. Ada Juga satu Minggu hanya membaca kan yasinan. Ada juga yang mendoakan di tentukan harinya baik' harian mingguan puluhan, ada yang di bolehkan makan dan ada Juga yang tidak membolehkan makan. Sebagian lagi ada juga yang membawa beras, telur', uang dan ada juga YANG membawa rantangan yang berisi lengkap mulai dari sambal nasi dan buah buahan. Ada juga yang tidak membawa YANG tidak bisa di makan seperti kelapa, telur, minyak dan lainnya. Banyak lagi cara mendoakan mayat di Minangkabau yang jelas jika tidak sama berarti bukan adat yang berdasar kan agama Islam atau adat basandi syarak syarak basandi kitabullah.
Sampai Atau tidak sampai nya doa orang yang mendoakan ini juga tidak bisa di jawab dalam Islam, sebab dalam Islam dasar nya adalah doa anak yang Sholeh jika mendoakan anak yang Sholeh tersebut. Yang menjadi pertanyaan waktu mendoakan tersebut apakah anaknya atau orang lain, bisa juga kita mengatakan biaya untuk menjamu orang tersebut uangnya kan dari anaknya. Ini juga tidak bisa kita jadikan alasan sebab jika bisa di tebus Dengan uang berarti bisa di upahkan mendoakan ini kepada orang lain jika boleh berarti anak yang kaya bisa mencari Uztd atau orang lain banyak banyak supaya mendoakan orang tuannya bagaimana Dengan anak yang miskin.....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
