MEMAKIH ( FAQIH )
OLEH
YONNEDI.M, S.Ag.M.Pd
Dalam tulisan ini kita tidak Akan memperdebatkan boleh atau tidak nya MEMAKIH ini. Walaupun secara nyata tidak ada dalilnya untuk melarang MEMAKIH ini. Banyak masyarakat kita tidak faham kenapa hari hari tertentu ada beberapa orang anak yang seumuran sekolah tingkat SLTP bahkan ada yang setingkat SLTA meminta sumbangan dengan membawa buntil sambil di Tarok di punggung. Setelah tiba di pintu rumah atau tokoh ataupun warung dengan mengucap kan assalamualaikum. Anak ini tidak meminta cuman dia cukup mengucap kan salam saja. Terkadang di jawab salamnya dan mengatakan maaf dulu Yo.
Kisah dulu pernah di waktu masih belajar di pondok pesantren yastu pasar malalo. Pada suatu malam uztd mengatakan besok hari Kamis siapa yang mau pergi memakih silahkan, sebagian besar sudah ada yang tau apa artinya memakih Dan sebagian belum tau. Bagi yang tau tentunya dia sudah pernah melihat anak yang memakih ini, sebab anak yang memakih ini banyak juga yang lewat di pondok pesantren kami di hari Kamis, Jumat dan Senin. Untuk menjawab pernyataan uztd yang mengatakan besok di boleh kan memakih. Salah satu waktu itu penulis langsung praktek di lapangan dengan artian Kamis besok paginya penulis langsung pergi memakih karena waktu itu orang belum sekolah. Pagi itu jam 6 pagi Sudah menuggu mobil kejahuan dari asrama sebab rasa malunya masih ada. Mobil lewat penulis naik, Pergi naik mobil ke Sumpur dan turun di Sumpur. Penulis belum memakai sarung tetap juga pakai celana panjang, turun di mobil lalu jalan kaki ke Kapuh waktu sampai di Kapuh penulis jalan kaki mendaki lebih kurang 2 kilo, setelah tiba di perbatasan Kapuh penulis memasang sarung dan menyandang buntil. Maklum penulis sebelum nya Sudah pernah juga ke Kapuh dan gunung Rajo tersebut.
Waktu pertama mengucap kan salam di rumah penduduk waktu itu langsung di berikan beras oleh orang punya rumah. Penulis ada rasa malunya dan takutnya sebab baru pertama melakukan pekerjaan tersebut. Tapi tetap juga penulis lalui rumah satu demi satu ada yang memberi dan ada juga yang tidak. Yang masih penulis ingat ada seorang tua perempuan meminta penulis naik kerumah nya untuk membacakan doa karena hari baik katanya. Penulis waktu itu membaca doa sudah bisa namun belum panjang waktu itu. Karena di minta penulis mencoba saja di rumah orang sudah menunggu ada yang tua dan ada juga yang muda perempuan dan laki laki. Sebelum membaca doa dia bertanya di mana mengaji, di mana kampung dan lain sebaginya pertanyaan demi pertanyaan penulis jawab dengan baik. Sebelum mendoa penulis di silahkan makan dulu waktu itu penulis meminta kita baca doa dulu, permintaan penulis di terima oleh penghuni rumah. Dengan semampu penulis membaca doa maklumlah 2 tahun baru belajar di pondok pesantren. Setelah baca doa kami makan bersama dengan lahapnya maklum penulis belum juga makan pagi waktu itu, sebab penulis makan lontong saja di Sumpur sebelum kekapuh. Setelah makan penulis di berikan uang dan diisi juga tempat beras. Penulis melanjutkan perjalanan ke gunung Rajo sebab tempat mendoa tadi perbatasan Kapuh dengan gunung Rajo. perjalanan di gunung Rajo hampir sama dengan di Kapuh ada yang memberi dan ada juga yang tidak. Singkat cerita penulis pulang dengan jalan kaki ke Sumpur Dan menuggu mobil sambil membawa beras. beras yang ada di tempat yang penulis bawah tadi langsung berhenti di Heller sebelum asrama penulis langsung di jual waktu itu dapat 5 kilo lebih dengan uang ,,38 ribuan. Malam harinya semua teman teman menanyakan bagaimana kisah memakih siang tadi, maka penulis cerita kan satu persatu waktu itu banyak yang ingin juga pergi untuk memakih ini.....
Yang jelas penulis yang pertama kali untuk pergi memakih di yastu pasar malalo....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
