YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEKARANG ZAMAN CURIGA
Boleh kita curiga air yang tenang akan menghanyutkan

SEKARANG ZAMAN CURIGA

Oleh

Yonnedi.M , S.Ag.M.Pd

Kondisi pandemi berbeda Dengan kondisi di saat pendemo. Waktu demo semua orang tidak ada ketakutan cuman keberanian yang akan timbul. Teringat oleh penulis di saat demo di tahun 1998 di saat penulis masih di bangku kuliah. Waktu itu kami Masih di ruang kuliah bersama dosen mata kuliah fikih kontemporer waktu itu sedang berlangsung ujian semester. Setengah jam waktu berlangsungnya ujian datang segerombolan mahasiswa adab masuk ke pakultas syariah, mereka berbaris dengan rapi yang di satu dengan tali plastik merah. Mereka berteriak-teriak tidak ada kuliah hari ini kita semuanya pergi ke kantor gubernur untuk demo menyuarakan turunkan presiden Suharto. Kami di lokal lantai bawah sehingga kami yang mereka temui dulu sebelum damoiy ke lantai bawah. Dosen ilmu fikih kontemporer mengatakan waktu itu sebab sudah kedengaran suara dari luar kita demo tidak ada perkuliahan, waktu itu pk dosen menyatakan kita tidak ujian namun tidak ada ulangan ujian sebab kondisi kita yang tidak memungkinkan ujian. Pas waktu mahasiswa lewat di depan lokal dengan baik mahasiswa tersebut minta izin ke dosen supaya kami di ikutkan pergi demo. Di saat itu langsung di jawab oleh pk dosen, ya lanjutkan bapak mengizinkan setelah itu kami bergabung langsung masuk barisan pendemo.

Dari Lubuk lintah sampai kantor gubernur kami jalan kaki dengan bersama sama sehingga di kawal Dengan ketat OLEH pihak kepolisian. Mahasiswa Unand dari limau manis juga sudah menuju ke kantor gubernur sehingga kami bergabung di jalan raya Andalas. Dalam perjalanan kami berdempetan tidak ada jaga jarak sambil jalan kami mengatakan turunkan presiden Suharto. Mahasiswa Unand IAIN IKIP dan mahasiswa lainnya di Padang berkumpul di kantor gubernur. Di jalan kami berdesakan apalagi di lapangan gubenur semua perguruan tinggi berkumpul di lapangan sehingga kami berdesakan. Kami sebagian Belum kenal cuman jaket almamater yang menandakan kami. Namun di lapangan tersebut bergabung semuanya. Kami bergantian berorasi di panggung gubernuran sehingga hari itu kantor gubernur di kuasai oleh mahasiswa. Kami berkerumun kami bersalaman kami tukar air minum kami saling tertawa dekat dekat sehingga tidak ada pembatasan. Kami tidak cuci tangan apalagi kami tidak pakai masker tidak jaga jarak karena Waktu itu tidak ada virus Corona.

Kehidupan di masa pendemo berbeda sangat di saat sekarang di masa pandemi virus Corona. Curiga sudah tidak di sembunyikan lagi, jika ada teman di samping kita di saat sekarang kita tidak bisa menganggap nya terbebas dari virus sehingga kita jaga jarak pakai masker setelah itu kita juga cuci tangan. Walaupun teman atau orang di samping kita tersebut tidak ada virus Corona nya namun kita tetap curiga. Dulu jika ada orang di jalan ketemu kita bawah mobil kita akan membawa orang tersebut untuk naik ke atas mobil baik untuk sama pergi ke tempat tugas Atau ke pasar ataupun kita melewati tempat kerjanya, sekarang sudah hilang itu jika ada orang kelihatan kita di atas mobil terpaksa kita lewat saja sebab kita curiga dia ada virus Corona. Pernah terjadi dia menaiki temannya ke atas mobil nya karena sama pergi ke tempat tugas karena dia masih menghargai sopan santun karena teman bawah sajalah. malang tidak dapat di tolaknya hasil swap kawan nya tersebut fositif Corona sehingga dia Dan keluarga yang menumpang kan temannya tadi terpaksa di swap juga. begitu kondisi sekarang jika kita tidak curiga akan berhadapan dengan swap dan akan di kucuilkan masyarakat.

Curiga saat sekarang harus di pupuk bukan di tinggal kan dulu memang kita tidak boleh curiga kepada orang karena belum tentu pasti karena bukti nya belum ada. Sekarang bukti seseorang itu tidak bisa kita menentukan dia kena virus Corona atau tidak. Terkadang dia sehat walafiat ternyata dia di swap hasilnya fositif. Boleh jadi dia di katakan orang tanpa gejala. Sebab Jika kita sudah fositif Corona kehidupan kita merana tetangga akan takut teman akan lari dari sekitar kita. Bahkan anak dan istri akan menjauhi kita sebab takut akan di tularkan virus Corona dari kita. Lebih baik kita curiga daripada berani buta maka zamannya sekarang adalah zaman curiga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post