ADA KEJUTAN DI PERTEMUAN KKMA
Oleh
YONNEDI. M
Pertemuan demi pertemuan antara kepala madrasah itu persolan biasanya Sebab akan menyatukan visi dan misi madrasah kedepannya. Pertemuan untuk ini sudah lama tidak di laksanakan secara tatap muka bahkan zoom juga tidak pernah lebih kurang satu TAHUN', biasanya satu kali dalam tiga bulan biasanya diadakan pertemuan. Yang hadir waktu dulu yang sudah masuk grup KKMA saja yang lain banyak yang tidak ikut kecuali kepala madrasah negeri wajib hadir, yang swasta yang sudah ada di grup itupun tidak ada pengambilan absensi secara umum. Pengambilan absensi di sebutkan madrasah satu dan seterusnya sesuai Madrasah yang negri di kabupaten tersebut jika di tanah datar ada 4 madrasah Aliyah Negeri maka yang akan di panggil Madrasah 1 tanah datar dan sampai ke 4. Madrasah yang swasta tidak di ambil absensi nya namun untuk bayar tetap diminta jika madrasah Aliyah swasta tersebut hadir yang tidak hadir tidak akan di minta iuran nya. Untuk informasi kepada yang tidak hadir akan di berikan oleh induk nya sebab satu madrasah ada di bawahnya Madrasah swasta 3 bahkan ada yang sampai 5 Madrasah swasta yang di bawah nya. Maka induk nya tersebut akan memberikan informasi tentang keputusan rapat yang diadakan oleh pertemuan tersebut.
Kepala madrasah yang tidak hadir dalam pertemuan satu kali dalam tiga bulan ini akan sangat berpengaruh untuk perkembangan madrasah, Sebab kepala madrasah yang hadir dengan tidak hadir tentu akan berbeda yang diterima yang jelas lambat nya informasi yang mereka terima, maklum informasi nilainya lebih mahal dari uang. apalagi informasi yang di dengar di lihat dan di ikuti lebih faham daripada info hanya di sampaikan saja. Permasalaha ini berlanjut berpuluh tahun bagi madrasah yang yang tidak pernah hadir di pertemuan tersebut apalagi Madrasah nya belum terakreditasi dan belum juga mengadakan ujian nasional bahkan yang lebih parah lagi ujian nya bergabung di madrasah induk nya dengan keterbatasan pasilitas atau santri nya tidak banyak. Madrasah swasta memang di anak tirkan sesuai dengan kekurangan dan kejauhan dari kota dan kabupaten. Karena seluruh informasi harus melalui madrasah induk jika tidak ada di berikan oleh induknya maka tidak tau lah Madrasah swasta tadi. Dengan kondisi seperti ini waktu itu yang menanda tangani ijazah sekolah swasta bukan kepala madrasah swasta tersebut tapi kepala madrasah induk dengan berbagai alasan nya. Sehingga Santri yang ada di madrasah swasta tersebut adalah santri Madrasah induk tersebut semua ujian di adakan di madrasah induk sehingga Santri di madrasah swasta untuk ujian pergi ketempat Madrasah induk nya. Senang Dan susah waktu menjadi anak banyak dirasakan oleh madrasah swasta sebab senang' juga ada sebab waktu ujian kepala madrasah swasta tidak sibuk dengan persiapan ujian Dan juga untuk kelulusan dia menerima dari induknya. Ini di nikmati oleh madrasah yang swasta.
Tidak semua Madrasah swasta seperti itu jika kepala madrasah nya berusaha dia akan usaha kan akreditasi baik atau bisa untuk pelaksanaan ujian nasional, sehingga ada sebagian madrasah swasta yang sudah mandiri juga baik untuk ujian madrasah nya Dan ujian nasional nya. Bahkan banyak madrasah swasta ini yang lebih baik pelaksanaan ujiannya karena perlengkapan nya cukup dan tenaga yang muda muda. Bahkan dari hasil ujian nasional banyak Madrasah swasta ini tinggi nilai santri nya daripada negeri. Ini banyak kenyataan Sebab madrasah swasta ssntri nya di aseanst kan dia bisa mendidik ssntri nya dengan sesuka nya. Sehingga dia bisa menghasilkan santri dengan lulusan yang baik. Kebanyakan madrasah swasta yang besar yang mempunyai santri 500 lebih. Swasta tidak Ketinggalan sebenarnya namun kurang perhatian pemerintah sebab santri nya sedikit dan juga gurunya banyak yang belum PNS atau sertifikasi.
Waktu pertemuan pertama dalam acara KKMA setelah Corona baru satu kali ini di pertemukan di man 2 Bukittinggi, semua kepala madrasah Aliyah hadir. Dalam acara tersebut sekretaris KKMA menyebutkan dengan tegas sekarang tidak ada lagi permasalahan swasta dan negeri yang ada sekarang kepala madrasah Aliyah kita tidak bedakan swasta dan negeri nya. Bahkan untuk iuran di tentu kan jika madrasah negeri 100 ribu perbulan sedang kan madrasah swasta melihat santrinya jika santri nya di bawah 300 orang dia akan bayar 50 ribu satu bulan dan jika santri nya di atas 300 orang maka dia akan bayar 75 ribu satu bulan. Disini tidak ada lagi madrasah Negeri dan swasta .... inilah kejutan dalam pertemuan pertama KKMA, semoga membawa kemajuan di tingkat madrasah aamiin....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
