YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
WAKTUNYA MENGALAH ITU ADA WALAUPUN KITA BENAR
Mau di lawan kita yang salah' mau di biarkan kita bermasalah, mau kita gimana ya..

WAKTUNYA MENGALAH ITU ADA WALAUPUN KITA BENAR

OLEH

Yonnedi.M, S.Ag.M.Pd

Ibarat petatah Minang mengatakan " baibarat sibisu barasian, takana lai takatoan tidak." Ini sangat dalam maknanya bagi kehidupan kita saat ini. Banyak persoalan bangsa dan kehidupan yang kita lalui tidak sesuai dengan keinginan kita Namun kita tidak bisa berbuat banyak. Persoalan tersebut baik dalam agama maupun dalam kenegaraan. Terkadang kita berfikir gimana untuk merubahnya dan membawa kepada kebenaran menurut kita. Bahkan persoalan tersebut memang salah Dan tidak sesuai dengan Qur'an ataupun aturan negeri ini namun kita tidak bisa berbuat apa apa. Seandainya kita berbuat mungkin selesai namun ini juga belum pasti benar juga jalan keluarnya. Begitu banyak yang berjanji akan menyelesaikan permasalahannya namun sudah bisa untuk berbuat tapi kekutan yang begitu dahsyat tidak bisa di lawan nya dengan beberapa orang yang sependapat dengan dia.

Perjuangan belum selesai perkataan ini tidak akan bisa berakhir sebelum perjuangan untuk kebaikan belum berhasil. Orang kecil orang bawahan berbicara saja yang bisa namun untuk merubah terkadang hanya sebagian dari mimpi saja, seperti Kata orang Minang berbicara bisa namun melaksanakan pembicaraan tersebut tidak bisa di laksanakan. Zaman dulu banyak juga kejadian yang tidak sesuai dengan kondisi yang benar namun mereka tidak melaksanakan dengan terang terangan masih ada rasa malunya dan rasa takut nya. Sekarang kebenaran bisa menjadi kejahatan jika tidak di isi dengan kekutan yang kokoh. Kebenaran akan kalah jika tidak di atur dan di topang oleh yang kuat Dan yang sangat berpengaruh. Kejahatan juga bisa mengambil bagian untuk kebenaran jika Kekutan untuk kejahatan tersebut di topang begitu kuat Dan rapi. Sehingga kejahatan yang mempunyai peraturan Dan kekutan yang mantap akan mengalahkan kebenaran yang tidak di dukung oleh kekutan yang mantap Dan teratur.

Dulu pernah terjadi di sebuah kampung antah berantah, ada seorang raja yang takut Dengan seekor binatang yang sangat banyak di kampung tersebut padahal binatang tersebut sebenarnya tidak bersalah dan tidak ganas Dan juga tidak akan membahayakan seperti harimau atau singa dan binatang buas lainnya, namun karena raja nya sangat takut kebinatang yang tidak ganas ini maka raja memberikan kewajiban kepada rakyat nya jika bertemu binatang tersebut harus di bunuh Dan bahkan siapa yang dapat membawa binatang tersebut ke raja akan di berikan oleh oleh. Bahkan oleh oleh tersebut tidak tanggung tanggung bisa di jadikan orang yang pangkatnya tinggi di kalangan kerajaan atau berupa uang dan yang lainnya. Sehingga jika ada harimau yang merusak kampung mereka tidak di apa apa kan bahkan ada yang memakan binatang ternak mereka, mereka tidak membunuh dan membeci harimu tersebut. Sehingga terjadi di kampung tersebut binatang yang tidak mengganggu dikampung tersebut di bunuh dan binatang yang merusak di biarkan berkembang biak. Kenapa hal ini terjadi tak penyebab nya keinginan pemimpin bahkan pemimpin nya tersebut bisa juga mempengaruhi orang orang dekatnya di kerajaannya padahal tidak semua orang yang tidak suka dengan binatang yang tidak di sukai oleh raja tadi, namun apa yang hendak kita orang yang di keliling kerajaan sudah memakan dan mencari nafkah di kerajaan semangkin banyak orang yang membunuh' dan membawa binatang bunuhannya semangkin kuat kedudukan raja tersebut. Padahal raja tersebut sendiri yg takut tsou bisa memberikan kekuatan yang hebat di kerajaan seakan-akan tidak ada usaha yang lain jika tidak bekerja di kerajaan. Mereka menikmati hidup di kerajaan namun rakyat nya di kuras dengan alasan kesepakatan bersama menjaga negara yang kita cintai itu alasan di bibir nya saja. Jika di tanya dan di lihat di tengah tengah umat nya dia Akan mengakui bahwa binatang harimau dan singa tersebut memang musuh umatnya harus di bunuh Namun apa boleh buat karena dia sudah di beri gaji oleh raja nya....maka benarlah kata petatah Minang..

IBARAT SIBISU BARASIIAN, TAKANA LAI TAKATOAN TIDAK....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post