YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MAKLUK HALUS MEMBAWA NYA
Praktek

MAKLUK HALUS MEMBAWA NYA

OLEH

Yonnnedi.M, S.Ag. M.Pd

Allah menciptakan makhluk nya baik jin dan manusia, jin kita tidak bisa melihat nya dengan kasat mata namun manusia bisa kita lihat dan binatang juga bisa di lihat. Makhluk yang tergolong manusia dan binatang tidak bisa menghilang sebab dia mempunyai tubuh kasar yang tidak bisa lenyap di pandang Mata. Sehingga binatang dan manusia tersebut tidak bisa bersembunyi dari penglihatan baik penglihatan manusia sendiri dan penglihatan binatang. Dulu memang ada manusia bisa hilang dari penglihatan manusia dengan ilmu yang mereka miliki namun itu bisa di percaya karena ada bukti bahwa ada manusia bisa hilang dari penglihatan manusia, namun ini tidak banyak cuman ada satu atau dua orang di satu daerah. Seperti dulu Anton Medan dabln ada juga dari Solok. Mereka bisa hilang di penjara dia juga bisa hilang waktu di sidang pengadilan. Ilmu yang mereka punya tidak semua manusia yang bisa. Namun binatang dan jin tidak bisa mempunyai ilmu seperti itu, Sebab belum ada bintang yang bisa hilang dari penglihatan manusia Dan belum juga bisa jin yang bisa kelihatan nyata oleh manusia. Walaupun ada jin bisa di lihat oleh manusia dan binatang Namun itu juga tidak banyak. Hanya sebagian manusia yang bisa melihat jin tersebut. Jadi jika tidak banyak atau tidak lazim kejadian nya di atas dunia ini di anggap tidak ada.

Ada cerita dari orang bahwa dia pernah di bawah oleh makhluk halus atau jin, sehingga dia bisa melihat dan bertemu dengan orang yang ada di sekitarnya. Banyak cerita ini di masyarakat. Penulis pernah mengalami waktu kelas 3 sekolah dasar di bawah oleh jin orang kampung Bilang ORANG SEMBUNYIAN cerita nya begini, penulis akan menulis kan di tulisan ini sesuai dengan ingatan penulis sebab dulu pernah juga penulis tulis kan di waktu kuliah. begini ceritanya.

Penulis pergi mengaji ke surau yang jarak nya dari rumah ke surau Tersebut lebih kurang 3 kilo meter. Biasanya penulis berangkat bersama sama teman sebelum azan magrib namun waktu itu hari Jumat sore penulis tidak bisa pergi bersama teman karena ada kerja yang belum selesai yaitu membawa sapi gembala ke dalam kandang nya waktu itu hari sudah hampir sholat magrib kakak penulis waktu itu ada belajar malam di rumah Guru karena dia sudah kelas 6 untuk ujian akhir. Maka penulis tiba di rumah setelah mandi orang' sudah azan magrib orang tua penulis belum ada di rumah Masih di sumur untuk mandi. Penulis dengan rasa takut dan sedikit berani' untuk pergi kesurau waktu itu takut karena akan . melewati tempat yang angker kata orang tua berani karena keinginan bertemu dengan teman teman mengaji bersama sebab sistem mengaji kami waktu itu bersama berkeliling Dan saling salah menyalah kan maksudnya jika teman salah membaca kami memukul lantai bersama dan teman yang salah tersebut tidak boleh baca lagi di lanjutkan ke teman sebelahnya, sehingga satu baris tersebut tidak boleh salah jika salah satu baris tersebut lanjut jika putaran kedua maka dua salah boleh dalam satu baris dan selanjutnya ini membuat penulis dan teman teman senang belajar mengaji waktu itu. Dengan memberanikan diri penulis tetap juga pergi kesurau walaupun orang Sudah azan.

Dalam perjalanan penulis seperti bisa, tidak ada ingatan penulis waktu penulis bersama dengan makhluk halus tersebut Waktu lewat di tempat angker tersebut penulis tetap membaca Qur'an dalam hati. Perasaan penulis sudah bertemu dengan teman teman di surau tapi tidak mengaji cuman main main saja ada yang lari ada yang tidur ada yang ketawa teman tersebut tidak bisa di ajak bicara rasanya. Penulis Waktu itu tidak takut cuman berada dalam satu tempat namun tempat tersebut berbeda rasanya di surau namun penulis tidak takut. Semua teman-teman tidak ada yang baca Qur'an Namun ketawa dan bercerita namun penulis tidak bisa berbicara dengan teman teman yang hadir waktu itu. Sehingga penulis makan bersama rasanya sambal teman tersebut tidak bisa penulis makan cuman penulis rasanya memakan nasi dan sambal penulis saja. Penulis tidak bisa bicara dengan mereka rasanya cuman suara mereka terdengar persis sama dengan suara teman teman di surau. Penulis tidak ada rasa takut sedikit pun namun kami tidak sholat dan tidak mengaji cuman bermain saja namun bermain tidak bisa juga lari lari cuman duduk saja dan ketawa ketawa namun tidak bisa bercakap-cakap dengan teman padahal rasanya teman tersebut sama seperti teman di surau namun tidak bertemu dengan teman wanita nya semuanya laki laki, yang aneh nya guru ngaji rasanya tidak datang, biasanya walaupun guru ngaji tidak datang biasanya kami tetap mengaji bavsy Qur'an bergantian namun waktu itu tidak ada proses mengaji.

Di pagi hari nya penulis tidak ada pulang ke rumah sehingga orang tua penulis menanyakan keteman yang ada di tetangga sebab ada tetangga penulis yang sama tempat mengaji nya di surau namun kelompok ngaji kami berbeda namun dalam satu surau, ditanya oleh orang tua penulis tentang keberadaan penulis yang belum pulang juga di jawab oleh teman tersebut bahwa penulis tidak ada ke surau tadi malam sehingga orang tua penulis kwatir keberadaan penulis sehingga orang tua mencari ketempat teman dan bahkan sampai ke sekolah. Sehingga sampai siang' orang tua penulis mencari penulis bahkan dunsanak andai dan tolan mencari keberadaan penulis jika seperti zaman sekarang mungkin sudah bertubi tubi di telpon dan wa di sebarkan. Namun waktu itu kami di kampung saja tidak mungkin di bawah orang. Sehingga di cari dengan dukun dalam istilah orang pandai. Orang pandai tersebut dalam penglihatan nya di bawah oleh orang SEMBUNYIAN dalam artian kita jin. Sudah sore penulis juga belum ketemu sampai juga teman-teman sekolah Dan ngaji ikut mencari penulis. Tidak seorang pun yang menemui penulis.

Perasaan penulis sudah bermain main rasanya di sekolah dengan teman namun tidak bisa juga bicara dan penulis rasanya juga tidak bisa makan dengan teman teman di sekolah bicara juga tidak bisa. Sudah lebih kurang 24 jam penulis hilang tidak makan penulis kelaparan rasanya. Penulis rasanya terbangun mrmihsty kekiri dan kanan ternyata penulis berada di bawah Patang pohon yang ada lobang tersandar di batang pohon tersebut masih di atas tanah batang pohon yang lain. Waktu terbangun tersebut hari masih siang namun hampir magrib, penulis terkejut Dan lari dari pohon tersebut ternyata pohon tersebut adalah pohon yang di katakan masyarakat itu ada SEMBUNYIAN memang tidak kelihatan dari jalan karena batang pohon tersebut besar jika tidak masuk melihat nya tidak akan kelihatan siapa yang ada pangkal pohon tersebut, yabgy aneh di pohon tersebut tidak ada binatang Dan ular cuman bersih seperti ada yang membersihkan. Karena penulis terbangun Dan terkejut langsung lari dari pohon tersebut karena sudah hampir magrib penulis langsung pergi ke surau namun tiba di surau semua teman menghampiri penulis karena penulis di cstuy bersama sama, . namun perasaan penulis Masih sore waktu pergi ke surau di saat azan dari rumah.....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post